
https://katalog.inaproc.id/informasi-suara-indonesia
Kota Batu– PENDIDIKANNASIONAL.ID – Kesenian jalanan dan semangat gotong royong menyatu di Alun-Alun Kota Batu. Kolaborasi tak biasa antara KPJ (Kelompok Penyanyi Jalanan) Kota Batu dan para Jukir (Juru Parkir) setempat berhasil menciptakan suguhan hiburan yang menghibur pengunjung di sela-sela kesibukan mereka. Dengan iringan tembang rancak dan lagu-lagu populer (allround), mereka menyulap kawasan wisata itu menjadi lebih hidup dan berwarna.( 20/12/2025 ).
Aktivitas ini muncul secara organik dari interaksi sehari-hari. Nur Kholis, salah seorang juru parkir di Alun-Alun Batu, mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan para penyanyi jalanan ini merupakan salah satu cara untuk menghibur wisatawan sekaligus mengisi waktu di antara aktivitas utama mereka mengatur lalu lintas kendaraan.

“Dengan adanya uji coba sistem gate parkir, penghasilan kami memang cenderung menurun. Oleh karena itu, di sela kepenatan ini kami berinisiatif berkolaborasi dengan KPJ untuk menghibur wisatawan sambil tetap menjalankan tugas memarkir kendaraan tamu,” ujar Nur Kholis. Ia berharap ke depannya kondisi semakin membaik, perkembangan kota makin maju, dan penghasilan rekan-rekan jukir juga semakin meningkat.
Di sisi lain, Deka, anggota KPJ Kota Batu yang berasal dari Malang, menjelaskan bahwa kelompoknya telah rutin menghibur pengunjung di depan kedai kuliner “Tulang Lunak” sekitar satu tahun terakhir.

“Saya tergabung di KPJ juga kurang lebih satu tahun. Biasanya weekend ramai sekali wisatawan yang berkunjung ke sini. Faktor cuaca, seperti hujan, sangat berpengaruh pada jumlah tamu,” tuturnya.
Lihat juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Mengenai pendapatan dari aktivitas ini, Deka menyatakan bahwa jumlahnya tidak bisa ditentukan, namun segala hasil yang diterima disyukuri. “Yang penting, kami bisa terus menghibur dan berkontribusi untuk kota ini,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan harapan dan aspirasi bagi perkembangan Kota Batu serta para pelaku kesenian jalanan. “Kami berharap Kota Batu semakin berkembang dan maju. Kepada pemerintah kota, kami berharap ada perhatian lebih bagi KPJ ke depannya. Kalau bisa diberikan fasilitas seperti tenda atau seragam agar penampilan kami lebih menarik dan rapi. Hal itu juga bisa menjadi ciri khas dan warna tersendiri yang mencerminkan Kota Batu sebagai kota wisata, sekaligus menciptakan kesan mendalam bagi para tamu,” ungkap Deka kepada awak media.

Kolaborasi ini ternyata mendapat sambutan positif dari wisatawan. Ely, seorang pengunjung asal Lamongan, mengaku sangat terhibur dengan lagu dan musik yang dibawakan. “Kuliner di Kota Batu ini enak-enak, jadi rasanya belum lengkap kalau belum berkunjung ke sini, khususnya ke alun-alun. Dalam setahun, kami bisa datang tiga kali atau lebih,” kata Ely dengan senyum.
Kehadiran KPJ dan jukir yang kompak menghibur ini menjadi contoh nyata bagaimana elemen-elemen informal di ruang publik dapat berperan dalam memperkaya pengalaman wisata. Mereka tidak hanya menjalankan fungsi dasar menyanyi atau mengatur parkir tetapi juga menjadi penjaga vibes dan keramahan kota.
Potensi ini sejalan dengan visi pengembangan wisata yang mengedepankan keunikan lokal (local uniqueness) dan pengalaman otentik. Interaksi langsung antara pelayanan parkir, hiburan jalanan, dan respons pengunjung menciptakan memori kolektif yang sulit ditemukan di tempat lain.
Namun, di balik antusiasme tersebut, terselip harapan akan keberlanjutan dan peningkatan kesejahteraan para pelaku. Aspirasi pemberian seragam atau fasilitas sederhana seperti tenda patut dipertimbangkan sebagai bagian dari pembinaan ekosistem kesenian jalanan yang lebih terstruktur, tanpa menghilangkan rasa spontanitas dan kekhasannya.
Dengan demikian, kolaborasi antara KPJ dan Jukir di Kota Batu tidak sekadar menjadi selingan hiburan, melainkan juga sebuah narasi tentang ketahanan, kreativitas, dan semangat komunitas dalam menyambut wisatawan. Mereka adalah wajah lain dari Kota Batu yang hangat, dinamis, dan selalu siap menyambut setiap tamu dengan senyuman dan alunan musik.
( Ria ).




