Ratusan mahasiswa di Jawa Timur mengikuti pelatihan teknis mengenai Sistem Informasi Kearsipan Nasional
Pendidikannasional.id – Sebanyak 372 mahasiswa dan pengelola arsip dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur berpartisipasi dalam bimbingan teknis pengelolaan Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN) yang dilaksanakan secara daring pada 2 hingga 4 Januari 2025.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Timur bekerja sama dengan Forum Komunitas Masyarakat Sadar Arsip (FKMSA) serta Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Para peserta berasal dari 17 perguruan tinggi anggota FKMSA, termasuk UNAIR, ITS, UB, UNEJ, UHT, UBHARA, IAIN Kediri, IAIN Ponorogo, UNIDA Gontor, Polinema, UIN Maulana Malik Ibrahim, UNISMA, UNISKA, UIN 1 Tulungagung, UIMSYA, UIN KHAS Jember, dan Universitas Madura.
Baca Juga : https://pendidikannasional.id/nasional/kejagung-tetapkan-lima-korporasi-tersangka-korupsi-timah/
Materi bimbingan teknis disampaikan oleh Direktur Informasi Kearsipan ANRI, Rudi Anton, SH. , MH, bersama staf ANRI lainnya. Rudi menjelaskan cara menjadi simpul jaringan serta strategi pengelolaan arsip yang dapat terintegrasi ke dalam SIKN. Aplikasi SIKN berfungsi bagi simpul jaringan yang terdaftar di ANRI untuk memasukkan informasi kearsipan mereka yang kemudian dapat dipublikasikan di website Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN). Rudi juga menekankan bahwa bimbingan teknis SIKN ini akan menjadi acuan nasional yang melibatkan mahasiswa dalam praktik magang SIKN secara langsung.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Timur, Ir Tiat S Suwardi, MSi. Dalam sambutannya, Tiat menekankan pentingnya pelatihan SIKN untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan arsip secara digital.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
“Untuk mencapai pengelolaan arsip yang efektif dan optimalisasi akses arsip secara nasional, diperlukan Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN) melalui Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN) yang terhubung dengan Arsip Nasional RI,” ujar Tiat Suwandi.
Sementara itu, Ketua FKMSA, Yunus Abdul Halim, mengungkapkan bahwa perguruan tinggi yang telah terdaftar sebagai simpul jaringan SIKN/JIKN seharusnya lebih aktif dalam menyediakan arsip yang mereka miliki, agar dapat diakses oleh masyarakat yang membutuhkan.
Dengan diadakannya bimbingan teknis SIKN selama tiga hari ini serta dilanjutkan dengan program magang, para peserta diharapkan dapat mengelola arsip secara digital, melakukan alih media arsip, dan semakin menyadari pentingnya pengelolaan serta penyelamatan arsip yang memiliki nilai guna penting dan nilai sejarah. Setelah menyelesaikan program magang, peserta juga akan menerima sertifikat SIKN dari ANRI sebagai pengakuan atas kompetensi mereka dalam tata kelola arsip digital dan SIKN.
( Ria ).




