Polres Batu Gelar Rapat Koordinasi Pengamanan Kegiatan Suroan dan Suroan Agung 2025, Wujudkan Kota Batu yang Kondusif
Kota Batu, Pendidikannasional.id – Guna memastikan keamanan dan ketertiban selama perayaan Suroan dan Suroan Agung 2025, Polres Batu menggelar rapat koordinasi dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Wira Pratama Polres Batu ini dihadiri oleh perwakilan instansi pemerintah, TNI, Polri, serta organisasi bela diri. ( 25/06/2025 ).
Rapat ini menjadi langkah antisipatif Polres Batu dalam menciptakan situasi kondusif selama perayaan tradisi Suroan, yang kerap diwarnai dengan berbagai kegiatan budaya dan spiritual. Kapolres Batu atau yang mewakili menegaskan pentingnya kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk meminimalisir potensi gangguan kamtibmas.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh rangkaian acara berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi warga. Sinergi dengan semua pihak, termasuk organisasi bela diri, sangat krusial,” ujar Kabag OPS Polres Batu.
Rakor tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya:
Bakesbangpol Kota Batu, Kasatpol PP, Kadishub Kota Batu, Kapoksek Batu, Kapolsek Junrejo,Danramil 02 Batu dan Danramil Junrejo,Kepala Desa Pendem.
Baca Juga : https://pendidikannasional.id/olahraga/wushu-taolu-luar-biasa-sumbang-8-medali/
Tak ketinggalan, perwakilan dari berbagai perguruan silat dan bela diri turut hadir, seperti:
Ketua IPSI, PSHW, IKSPI ,Perisai Diri,Tapak Suci,Merpati Putih,Pagar Nusa,Persinas Asad,PSHT Cabang Batu (dihadiri Ketua Cabang, Wakil Sekretaris, Wakil Ketua II serta Wakil Ketua III dan Humas ).

Keikutsertaan organisasi bela diri dalam rapat ini menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga ketertiban sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya yang melekat pada perayaan Suroan.
Selain pembahasan teknis pengamanan, rapat juga menyoroti pentingnya sosialisasi kepada masyarakat agar tidak terlibat dalam kegiatan yang berpotensi menimbulkan kericuhan. Pihak kepolisian akan memperketat pengawasan di lokasi-lokasi rawan, sementara organisasi bela diri diharapkan dapat menjadi mitra dalam menciptakan kedamaian.
Kabag Ops Anton Widodo dalam Rakor Pengamanan Suro mememaparkarkan,bahwa tiga pilar ini diharapkan kota Batu menjadi kota yang kondusif.

Kabag Ops menekankan untuk tidak adanya konvoi atau arak- arakan dan tidak adanya provokasi melalui medsos, serta saling mengintruksikan kepada seluruh anggota-anggotanya.
” 1.Agar para peserta pengesahan tidak melaksanakan konvoi saat berangkat menuju lokasi pengesahan.
2.Agar para peserta menggunakan sarana R4 secara bersama-sama menuju ke lokasi pengesahan.
3.Tidak mengajak pendukung untuk melaksanakan pawai.
4.Selama dalam perjalanan tidak mengganggu pengguna jalan yang lain atau menimbulkan konflik baik dengan perguruan yang lain maupun warga.
5. Tidak melakukan penghadangan terhadap perguruan silat yang akan melaksanakan pengesahan.
6. Selalu menjaga situasi selama dalam pelaksanaan kegiatan maupun pasca giat pengesahan.” Ungkap Kabag Ops. Polres Batu.

Dalam kesempatanya Ketua PSHT Cabang Batu, KangMas Sutrisno memaparkan bahwa, organisasi SH Terate ini bukan organisasi agama, serta masal tetapi organisasi ini murni olahraga yang bernaung di IPSI.
” Jadi organisasi SH Terate ini jelas dan mengutamakan rasa Persaudaraan maka dari itu, SH Terate sebenarnya suatu organisasi yang cinta damai. Kemudian di SH Terate itu didalamnya tidak ada komunitas yang lain lainya, sesuai dengan AD / ART di organisasi kita ini. Sehingga di SH Terate itu dilarang mendirikan komunitas atau kelompok kelompok. Jika didapatkan dengan nama nama komunitas dengan memakai nama SH Terate, maka jika terjadi sesuatu dengan memakai bendera bendera komunitas tersebut maka bukan tanggung jawab dari SH Terate. Kemudian di Kota Batu sendiri ada beberapa bendera kelompok, dan sudah kami himbaukan untuk selalu bertindak sesuai hukum yang berlaku dan bergerak untuk kebaikan semata.” Ungkap Ketua Cabang Sutrisno.

” Kami sudah kesal dan muak sekali dengan kelompok kelompok tersebut di karenakan sering melakukan hal hal yang berlawanan dengan hukum yang berlaku. Kelompok-kelompok ini bukan dari SH Terate saja tetapi dari beberapa yang lainya itu ada, sehingga jika komunitas ini bertemu dengan lain komunitas maka akan terjadi hal hal yang tidak diinginkan, sehingga oleh karena itu kami menghimbau kepada semua perguruan pencak silat, jangan menjustis bahwa yang melakukan sesuatu yang melanggar hukum tersebut SH Terate tetapi hal tersebut di lakukan oleh kelompok tersebut sehingga SH Terate tidak akan bertanggung jawab tetapi kelompok tersebut yang bertanggung jawab.”Jelasnya.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Sebagai contoh jika ada bendera bendera bergambar tengkorak, bergambar yang lain lainya kemudian bertuliskan PSHT atau SH Terate, itu merupakan ide gagasan dari kelompok kelompok anggota SH Terate. Kemudian hal tersebut tidak ada di aturan organisasi SH Terate, sehingga kelompok tersebut yang perlu kita waspadai dan berhati-hati. Dan inilah bendera SH Terate yang di akui dan Sah.

“SH Terate Cabang Batu tidak mengundang dari daerah manapun sehingga jika ada partisipan atau penggembira yang datang, maka kesemuanya itu tidak menjadi tanggung jawab kami, di karenakan tidak ada undangan yang kita berikan. Sehingga kami menghimbau bagi para anggota senior senior ini cukup membantu doanya di rumah saja, kesemuanya tersebut dilakukan dengan maksud dan tujuan untuk menciptakan kondusifitas. Kota Batu yang aman dan tentram. “Tambahnya.
Selanjutnya Pemaparan Wakil Ketua PSHT Cabang Batu, yaitu Ketua II, Mas Agus Wahono menjelaskan perihal kegiatan-kegiatan SH Terate untuk menjelang 1 Suro hingga Pengesahan. Bahwa sudah kami laksanakan pada beberapa minggu yang lalu melalui rapat cabang, yang pada intinya tidak jauh berbeda dengan harapan yang di inginkan oleh pihak yang berwajib yaitu menciptakan kondusifitas di Kota Batu.

” Bahwa didalam berkumpul menuju lokasi untuk memperingati 1 Suro bagi kesemuanya saja memakai jaket atau baju yang tidak memakai atribut organisasi, kesemuanya tersebut untuk kenyamanan dan keamanan individu maupun organisasi. Selanjutnya tidak ada kegiatan jurit malam, tetapi diadakan renungan kepada para pahlawan-pahlawan serta leluhur- leluhur SH Terate terdahulu dalam berjuang untuk Indonesia merdeka. Kemudian diadakan Tausiah oleh Ustad Gus Nurkolis, selanjutnya kegiatan Tes Jago, yang bertujuan untuk di sedekahkan, dan hal tersebut harus baik dan bagus tidak ada cacat sedikitpun, dikarenakan memberikan sedekah tersebut harus yang baik dan bagus. Selanjutnya kegiatan karang tina dan di tutup dengan pengesahan.” Jelas Wakil Ketua II, Agus Wahono.
Wakil Ketua II juga menambahkan bahwa, panitia membuat ID Card yang kusus diperuntukan bagi panitia dan peserta, sehingga bagi siapa saja yang tidak memiliki ID Card tersebut tidak bisa masuk kedalam kegiatan tersebut. ” Ujarnya.

Kemudian setelah mendengarkan pemaparan dari Ketua PSHT Cabang Batu beserta Wakil Ketua II, acara berlanjut pada sesi tanya jawab. Kasat intel Polres Batu menyatakan bahwa,” saling berbagi informasi terkait hal hal Kamtibmas, sehingga bisa diminimalisir sejak dini “, bertujuan untuk kondusifitas daerah atau wilayah hukum polres Batu.

Ditempat yang sama Kabid Poldagri dan pomas Bakesbangpol Kota Batu juga menyampaikan, kami berkolaborasi bersama Polres Batu untuk Suroan Agung.” Untuk membangun sumberdaya manusia yang baik serta kondusif, maka kami memberisaran untuk mengadakan kegiatan serta bergantian oleh tiap perguruan yang dilaksankan pada setiap bulanya, sehingga terciptanya situasi kondisi yang aman dan tentram”.

Hal senada disampaikan oleh Sasminto sebagai sekretaris IPSI Kota Batu, bahwa sudah dibentuk komunikasi di IPSI untuk saling berkoordinasi terkait hal hal apapun, dan sudah diadakan pada setiap bulanya. Selanjutnya kami akan berkolaborasi bersama Kesbangpol terkait hal tersebut.

Kemudian wakil ketua III PSHT Cabang Batu menyapaikan bahwa, peserta nantinya akan diberikan Id card khusus, dan Id card umum ( bisa keluar masuk untuk panitia ).”tahun ini kita tidak mengundang dari tiap-tiap ranting dikarenakan panitianya gabungan dari ranting-ranting yang ada di Cabang Batu, dan juga himbauan dari Poltekad bahwa tidak boleh mengerahkan masa terlalu banyak serta di jaga juga tanaman serta area untuk kebersihan dan keindahanya.”
” Dari panitia tidak mengijinkan bagi siapa saja yang tidak ada id cardnya tidak di perkenankan masuk ke Poktekad. Kesemuanya tersebut demi untuk menciptakan keamanan dan kondusifitas area dan juga Kota Batu.” Ujarnya.

Selanjutnya dari Ketua Cabang PSHW, Wawan menyampaikan bahwa, selama bulan Suro ini tidak mengadakan kegiatan apapun di Kota Batu, dan kami mendukung apa yang dilaksanakan oleh pihak berwajib dan siap membantu keamanan dan ketentraman kota Batu serta keamanan dari kegiatan perguruan yang lainya.

Ketua IPSI Kota Batu Drs. Suyono menambahkan bahwa IPSI Kota Batu sebagai wadah atau mewadai pencak silat yang ada di Kota Batu, dan yang sudah masuk tergabung itu masih 6 perguruan pencak silat.
” IPSI sangat efektif dan dinamis serta selalu mengadakan kreativitas, diantaranya yaitu event disetiap perguruan masing-masing. Setiap tahunya IPSI mengadakan Koni Cup, IPSI Cup,Porda dan O2SN dengan bertujuan untuk mencetak bibit-bibit atlit Kota Batu. Sehingga selama ini terciptalah guyub rukun antar perguruan.” Katanya.

Sementara itu Kepala Desa Pendem juga menyampaikan, bahwa kami selaku pemangku wilayah yang berada di Desa Pendem menyambut baik dengan adanya kegiatan yang diadakan oleh PSHT yang bertempat di wilayah kami.
” Harapan kami bagi anggota PSHT yang lainya bisa saling berkoordinasi sehingga tercipta keamanan dan kenyamaan di wilayah kami.” jelasnya.

Kemudian dari Merpati Putih, Wawan juga menambahkan terkait dengan suro di organisasi kami ada acara bukan di Kota Batu melainkan di Kota Kediri.” Kami tetap menjalin hubungan yang baik kepada semua perguruan yang berada di wilayah kami sehingga tercipta kondusifitas sampai saat ini”.tukasnya.
Kegiatan Rakor ditutup dengan penandatanganan bersama-sama serta foto bersama. Dengan semangat gotong royong, seluruh elemen masyarakat Kota Batu siap menyukseskan Suroan dan Suroan Agung 2025 sebagai ajang yang bermakna, aman, dan penuh kekeluargaan.
( Ria ).


Polres Batu Gelar Rapat Koordinasi Pengamanan Kegiatan Suroan dan Suroan Agung 2025, Wujudkan Kota Batu yang Kondusif ( Foto : istimewa ). 
