Dalam memperingati Hari Antikorupsi Sedunia ( Hakordia ) Bersama melawan korupsi untuk Indonesia maju, Kejaksaan negeri batu berkolaborasi bersama disparta Kota Batu, mengadakan mocopat idol ke -4 tahun 2024.
Batu, Pendidikannasional.id – Pada peringatan Hari Antikorupsi Sedunia, Disparta Kota Batu berkolaborasi bersama Kejaksaan Negeri Batu mengadakan Idol Mocopat ke-4 yang di peruntukan bagi SD/MI se Kota Batu. Kegiatan tersebut di laksanakan sekitar pukul 09.00 wib yang bertempat di halaman Gedung Kejaksaan negeri Batu pada Sabtu, ( 07/12/2024 ).

Adapun dalam kegiatan tersebut turut hadir Pj. Wali Kota Batu, Kadisparta Kota Batu, Pabung Dandim 0818,Kajari Kota Batu,Danramil Kota Batu,Kapolres Batu atau yang mewakili, Ketua paguyupan mocopat,Ketua Penghayat, Ketua kasepuhan Kota Batu, Kepala Sekolah, Guru dan seluruh peserta yang hadir.
Pada Idol mocopat ke -4 tersebut didatangkan beberapa dewan juri antara lain, Hari Aripin yang merupakan ketua Lembaga Budaya Akur Makaryo Budaya Pesanggrahan, Puji Ningtyas, SS M, yang memiliki keahlian olah vokal dan instrumen gamelan, juga pengurus aktif sanggar seni putro wong solo, penggagas kolaborasi musik tradisi jawa dan korea. Juri selanjutnya Tri Suro, SSM.,MSn yang merupakan sutradara wayang karakter Brawijaya 2024,juga merupakan penata sambut wayang kulit pentas kolaborasi Asmara dana, juga menguasai olah vokal dan instrumen gamelan jawa.

Dalam kesempatanya Kepala Kejaksaan Negeri Batu, Didik Adhyotomo, SH, MH, CSSL, mengemukakan, bahwa kegiatan ini merupakan rutinitas yang berkokaborasi antara Kejaksaan negeri Batu dengan pemerintah Kota Batu dan sudah yang ke empat kalinya.
” Bahwasanya Kejaksaan negeri Batu terus mendukung kegiatan tentang pelestarian budaya. Terkait dengan mocopat ini tentunya kita merasa bangga bahwasanya ditengah era globalisasi pemerintah Kota Batu kususnya masih memberikan dukungan kusus terkait pelestarian budaya yang berada di Kota Batu, terutama bagi anak-anak semuanya yang sebagai generasi penerus ikut melestarikan adat dan budaya. Tentu harapan kita adalah semoga akan bermunculan terus menerus generasi generasi muda untuk melestarikan budaya-budaya yang ada di Indonesia.” Ungkapnya.
“Kegiatan mocopat ini berawal pada tahun 2022, dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut,dan mendapatkan rekor muri dari negara Republik Indonesia. Sehingga kami merasa berkewajiban untuk terus mempertahankan dan melestarikanya tersebut, maka kegiatan ini merupakan salah satu membawa marwah nama Kota Batu.” Tambahnya.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
” Harapan kami semoga kegiatan ini bisa menumbuhkan generasi-generasi muda dan animo masyarakat, tentunya untuk mempertahankan seni budaya yang ada di Kota Batu.” Harapnya.

Ditempat yang sama Pj. Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai juga menyampaikan bahwa, sangat mengapresiasi dengan adanya acara mocopat idol ini, dengan tidak menyangka bahwa kejaksaan bisa ikut memberikan tempatnya serta ikut dalam melestarikan adat dan budaya jawa kususnya mocopat.
” Saya tidak menyangka bahwa mocopat ini terus berlanjut, dan teryata hal ini merupakan salah satu tradisi yang melanjutkan pesan- pesan para leluhur kita semua, kegiatan ini sangat baik dikarenakan di awali dari anak-anak usia dini untuk mengenalkan budaya jawa asli Indonesia. Kalau sejak usia dini sudah di perkenakan maka budaya ini akan tetap terjaga kelestarianya, siapa lagi yang meneruskan budaya-budaya kita kalau tidak anak-anak kita.” Paparnya.
” Berharap kegiatan seperti ini terus di galakan pada tahun-tahun berikutnya dan jangan sampai berhenti, karena hal ini merupakan bagian berkolaborasi antara pemerintah dan kejaksaan negeri, jadi tidak hanya dikalangan pemerintah saja, namun juga bisa jadi di instansi-instansi yang lainya, seperti kepolisian dan lain lain untuk melakukan hal yang sama. Mudah mudahan kita mendapat bibit-bibit unggul dalam mencintai budayanya, mencintai daerahnya, dengan adanya mocopat idol ini. Berharap juga untuk anak-anak ini berprestasi terus untuk menghasilkan anak anak yang cerdas berakhlak dan berbudiluhur serta mencintai budayanya.” Jelasnya.

Disela-sela waktu yang lain selaku salah satu peserta atau orang tua dari Akhila Mayki Riskya yang duduk di bangku kelas tiga SDN Giripurno 2,Lusi Indrawati yang juga mengajar Paud di Desa Giripurno mengatakan,bahwa dalam mengikuti kegiatan ini untuk memperkenalkan budaya jawa asli Indonesia kususnya bahasa jawa melaluhi tembang-tembang ke anak- anak mulai usia dini.
” Bertujuan untuk memperkenalkan budaya asli Indonesia agar tidak terpengaruh oleh budaya luar, dan saya sangat bangga Kota Batu mengadakan kegiatan seperti ini, semisalnya menari, nyinden, mocopat dan lain lainya guna untuk melestarikan budaya sejak usia dini.” Katanya.
Pada kegiatan ini merupakan hari yang spesial di karenakan bersamaan memperingati hari anti korupsi sedunia, dan tentunya memberikan pengertian kepada anak-anak usia dini tentang artinya anti korupsi tersebut.
( Adi ).




