Istana Karya Difabel ( IKD ) Pusat Surabaya menggelar Festival Budaya Disabilitas tahun 2024,bertujuan untuk memberikan ruang bagi peserta didik penyandang disabilitas, dalam mengeksplor kemampuan dan kreativitas.
Surabaya, Pendidikannasional.id – Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional, IKD ( Istana Karya Difabel ) Pusat Surabaya mengadakan serangkaian kegiatan yang bertempat Taman Budaya Cak Durasim Provinsi Jatim, Jl. Gentengkali No. 85 Surabaya. Kegiatan di laksanakan sekitar pukul 09.00 wib pada Minggu ( 08/12/2024 ) dengan mengusung tema” Berkarya Bersama Anak Disabilitas Mewujudkan Kemandirian dan kesetaraan “.

Adapun dalam kegiatan tersebut turut di hadiri Siswa-siswi sekolah luar biasa ( SLB ), Siswa-siswi sekolah inklusi, anak berkebutuhan kusus oleh masyarakat umum, forum-forum atau lembaga pemerhati anak berkebutuhan kusus, Ketua IKD pusat Surabaya, IKD Sanggar Bintang Merah Putih Kota Batu, Pemerintah Provinsi Jawa timur, para donatur, serta wali murid pendamping dan peserta yang hadir.
Dalam kesempatanya, Ketua IKD Pusat Surabaya,Yoesi Roasita Sari, ST mengemukakan, bahwa dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional ( HDI ) saya ucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada, UPT Taman Budaya Provinsi Jawa timur, beserta seluruh pihak yang ikut mensukseskan acara Festival Budaya Disabilitas tahun 2024.

” Semoga kegiatan ini sebagai sarana tumbuh kembang kreasi anak anak disabilitas, sehingga selain mengasah membali akan bakat dan kemampuanya juga bisa menambah semangat untuk lebih semangat kedepanya.” Ungkap ke awak Media.
” Memberikan ruang bagi peserta didik penyandang disabilitas dalam mengeksplor kreativitas dan kemampuanya, mengimplementasikan ikhtiar kesetaraan antar komunitas tanpa memandang kekurangan fisik, dan menjadikan forum pendidikan serta tukar pengalaman bagi keluarga yang memiliki anak difabel.” Tambahnya.

Pada kesempatanya yang lain Kepala UPT Taman Budaya Provinsi Jatim, Ali Makruf mengatakan bahwa, sangat mengapresiasi dengan adanya kegiatan seperti ini, karena bagi mereka yang berkebutuhan kusus bisa mengespresikan kemampuanya dalam segala hal.
” Alhamdulillah bersyukur sekali kegiatan berjalan dengan lancar dan sukses, melalui karya-karya yang ditampilkan ini semoga bisa menjadi maestro-maestro seni yang ikut melestarikan budaya bangsa Indonesia membawa nama baik kususnya Jawa timur kedepanya.” Ujarnya ke awak media.

Sementara itu Ketua panitia lomba dan juga selaku tutor lukis di Istana Karya Difabel ( IKD ) yang akrab dipanggil Cak Senden juga mengatakan, bahwa kegiatan seperti ini sangat bagus di selenggarakan karena untuk membangkitkan kembali semangat mereka, aktivitas nya dan antusias sebagai orang tua yang selalu mensupport anak-anaknya itu, maka hal ini merupakan wujud yang sangat efektif untuk kita melihat bagaimana perkembangan dari proses-proses setiap yayasan yang ada di Surabaya ini termasuk IKD.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
” Pesan saya bagi semua masyarakat, bahwa jangan sampai malu mempunyai keterbatasan dan kita semua sama, maka ayo bersama-sama belajar seperti mereka-mereka semua yang ada disini, karena kita bisa menembus batas dari keterbatasan dengan sebuah karya-karya.” Jelasnya ke awak media.

Ditempat yang sama salah satu peserta disabilitas, selaku orang tua dari Nakula- Sadewa yaitu H. Anita mengatakan, bersyukur sekali yang mana disini ada wadah atau tempat untuk mengembangkan bakat dari anak-anak saya yang tuna netra, dimana tempat sebesar ini bisa mewujudkan bakat-bakat keahlianya masing-masing.
” Semoga akan ada terus menerus tiap tahunnya kegiatan seperti ini, sehingga bisa membantu memberikan semangat bagi anak-anak untuk kembali menggali ketrampilan atau keahlianya, karena dimana ada kekurangan disana pasti banyak kelebihanya.” Jelasnya.

Untuk diketahui dalam rangkaian kegiatan tersebut di adakan lomba mewarna yang dikuti oleh seluruh peserta disabilitas,sekitar 185 peserta dari seluruh Jawa timur, ada dari Kota Bangkalan Madura, Semarang, Surabaya, Kota Batu,Kota Sidoarjo dan banyak lagi kota yang lainya. Juga diadakan pameran lukisan hasil karya anak disabilitas, di hibur juga menari, pantomi, menyanyi, pembacaan Qori’, Band yang kesemuanya tersebut di lakukan oleh peserta disabilitas. ( Adi ).




