
https://katalog.inaproc.id/informasi-suara-indonesia
Batu Gelar Kenduri Akbar dan Bentangkan Bendera Raksasa, Sambut Satu Abad NU dengan Semangat Lestari
Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Ribuan warga Nahdliyyin dan masyarakat Kota Batu memadati lereng Gunung Panderman, bertempat di sekolah MI Bustanul Ulum,Minggu pagi (1 Februari 2026), dalam sebuah perhelatan bersejarah, Kenduri dan pembentangan bendera Nahdlatul Ulama (NU) raksasa berukuran 1.000 meter persegi. Acara ini menjadi puncak rangkaian lokal menyambut peringatan Satu Abad (Harlah ke-100) NU 1926-2026, yang mengusung semangat syukur, kebersamaan, dan komitmen pelestarian lingkungan.
Acara yang berlangsung khidmat dan penuh antusias tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat sipil dan militer, tokoh masyarakat, serta seluruh jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Batu. Hadir antara lain Wali Kota Batu, Nurochman, perwakilan Pasmar-2 Surabaya, Danramil Batu Kapten Arh. Jumawi,perwakilan Kapolres Batu, Kasat Binmas Iptu Hendry, serta Kapolsek Batu Kompol Suwarno. Dari unsur legislatif, hadir Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Batu, Hasan Abdillah, dan sejumlah undangan penting lainnya, termasuk perwakilan Kementerian Agama.

Dalam sambutannya, Wali Kota Batu,Nurochman, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi setinggi-tingginya terhadap peran dan sumbangsih NU selama ini. “Kenduri NU ini merupakan wujud syukur kolektif kita atas eksistensi Nahdlatul Ulama yang telah mencapai usia satu abad,” ujarnya di hadapan ribuan hadirin.
Nurochman menegaskan komitmen Pemerintah Kota Batu untuk mendukung penuh perayaan satu abad NU, termasuk dalam acara puncak berupa Mujahadah Kubro yang rencananya digelar di Stadion Gajayana, Kabupaten Malang, pada 7-8 Februari mendatang. Pemerintah menyediakan dukungan logistik dan fasilitas transit bagi jamaah NU dari wilayah Barat Batu yang akan berangkat ke acara tersebut.


Lebih dari sekadar perayaan, Nurochman menekankan makna mendalam di balik aksi pembentangan bendera raksasa di lereng gunung. Ia menyatakan bahwa aksi tersebut adalah bentuk nyata kecintaan kepada Indonesia, Kota Batu, dan lingkungan hidup.
“Penting bagi saya untuk menekankan bahwa selain melakukan regenerasi sumber daya manusia, kita juga wajib melakukan regenerasi alam semesta. Menjaga jagad raya adalah anugerah terindah bagi Kota Batu yang harus kita lestarikan,” pesannya, menyelaraskan semangat keagamaan dengan konservasi ekologis.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Batu, Takim, dalam sambutannya memberikan kontekstualisasi sejarah peringatan ini. “Kita berkumpul memperingati Satu Abad Nahdlatul Ulama, yang dalam hitungan Hijriah adalah 16 Rajab 1344 H hingga 16 Rajab 1444 H, atau secara Masehi dari 31 Januari 1926 hingga 31 Januari 2026,” jelasnya.
Takim mengajak seluruh warga NU untuk turut serta memeriahkan puncak acara di Stadion Gajayana, Malang Raya. Ia juga menginformasikan bahwa Wali Kota Batu turut bertanggung jawab sebagai Wakil Ketua Panitia Lokal Mujahadah PWNU Jawa Timur, menunjukkan tingkat sinergi yang tinggi antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan.

Acara yang dimulai dengan doa istighasah dan tahlil bersama ini berjalan lancar. Apresiasi khusus diberikan kepada tim pembentang bendera raksasa yang melibatkan elemen muda seperti Garda Ansor Bela Negara (Gansapa), Banser, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU), dan komunitas pendaki. Kehadiran massif dari sayap organisasi seperti Muslimat, Fatayat, GP Ansor, IPNU, dan IPPNU, Sarbumusi, juga menyemarakkan acara.

Kegiatan ini bukan hanya sekadar seremoni, melainkan sebuah pernyataan sikap. Sebagai ekspresi syukur dan refleksi atas perjalanan panjang NU selama satu abad mengawal nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah di Nusantara. Sebagai deklarasi komitmen NU, khususnya di Kota Batu, untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam membangun bangsa dan daerah. Serta sebagai simbolisasi dan kampanye publik tentang pentingnya menjaga kelestarian alam, sesuai dengan prinsip hifdzul bi’ah (menjaga lingkungan) dalam khazanah fiqh NU.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Dengan dibukanya secara resmi oleh Wali Kota Batu, rangkaian acara di lereng Gunung Panderman ini menjadi pembuka yang penuh makna bagi serangkaian kegiatan Harlah Satu Abad NU di tingkat regional Jawa Timur. Peristiwa ini mengukuhkan NU bukan hanya sebagai kekuatan sosial keagamaan, tetapi juga sebagai bagian aktif dari upaya pelestarian bumi dan pembangunan berkelanjutan.
( Ria ).


Wali Kota Batu dengan kumandangkan Sholawat di mulainya pemberangkatan bentangkan bendera NU
