Tingkatkan Kapasitas Penanganan Korban, Natuna Gelar Pelatihan Kekerasan Perempuan dan Anak
Natuna, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Natuna menggelar pelatihan untuk memperkuat kapasitas aparatur dan lembaga layanan dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Pelatihan berlangsung selama dua hari, 27-28 Oktober 2025, di Gaharu Hall Natuna Dive Resort, Ranai.
Asisten II Pemerintah Kabupaten Natuna, Ir. Basri, secara resmi membuka acara pada Senin (27/10/2025). Dalam sambutannya, Basri menyampaikan apresiasi atas inisiatif Dinas P3AP2KB.

“Penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak harus dilakukan secara serius, profesional, dan melibatkan kolaborasi lintas sektor. Tujuannya agar perlindungan dapat dirasakan hingga ke tingkat masyarakat paling bawah,” tegas Basri.
Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai konsep, prinsip, dan mekanisme penanganan kasus. Tujuannya, agar penanganan kasus kekerasan dapat dilakukan secara komprehensif dan cepat melalui koordinasi yang lebih solid.
Kepala Dinas P3AP2KB Natuna, dalam sambutannya, menyatakan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat membentuk mekanisme rujukan dan koordinasi yang lebih efektif antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan lembaga terkait.
“Selain untuk memperkuat koordinasi, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah kekerasan, serta mendorong terwujudnya Kabupaten Natuna Layak Anak (KLA) dan bebas dari kekerasan,” jelasnya.
Sebanyak 35 orang dari berbagai latar belakang kelembagaan mengikuti pelatihan ini. Peserta berasal dari unsur Dinas P3AP2KB, aparat penegak hukum, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak, hingga Satuan Tugas (Satgas) Bebas Kekerasan di tingkat kelurahan dan desa.
Juga hadir perwakilan dari Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA), serta lembaga layanan masyarakat dan tenaga pendamping korban.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Sebagai narasumber, hadir pakar dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Dr. Didiet Widiowati, M.Si, yang juga Lektor Kepala Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung. Turut hadir perwakilan dari dinas terkait di tingkat kabupaten.
Kegiatan ini dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Dana Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak Tahun 2025.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan dapat tercipta tenaga layanan yang lebih profesional, berempati tinggi, dan mampu melakukan pendampingan, pemulihan, serta rujukan kasus secara efektif. Pada akhirnya, upaya perlindungan bagi perempuan dan anak di Natuna diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan terkoordinasi dengan baik.
( Julita ).


Suasana Pelatihan Penanganan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak yang diadakan Dinas P3AP2KB Kabupaten Natuna di Gaharu Hall, Ranai ( Foto : Jul ). 
