Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi antar kelompok organisasi, agama, dan lembaga lembaga yang ada di Masyarakat Kota Batu, kini suatu kelompok yang mengatasnamakan GUSDURian Kota Batu berkunjung ke LDII Kota Batu pada hari Minggu, ( 12/05/2024 ).
Adapun dalam kegiatan tersebut turut hadir Ketua LDII Kota Batu beserta jajaran pengurus, Ketua dari agama Kristiani beserta seluruh jajaran, perwakilan dari Penghayat, perwakilan dari Khonghucu, perwakilan dari agama Budha dan Hindu, FKUB Kota Batu dan seluruh peserta yang hadir.

Dalam sambutanya selaku ketua LDII Kota Batu mengatakan bahwa kami merasa sangat senang dan bangga sekali juga tersanjung atas kedatangan silaturahmi dari saudara saudara GUSDURian Kota Batu dalam rangka melanjutkan nilai nilai luhur yang di teladankan oleh Gus Dur bapak bangsa kita yang tentunya menjadi kebanggaan semua warga Indonesia.
” Kegiatan seperti ini merupakan sebagai nilai tambah bagi kami untuk memperkaya Khasanah dalam merajut ukhuwah islamiahislamiah, bashariah, insaniah dan ukhuwah watoniah artinya kami dalam berbangsa tidak membatasi suku ras dan agama. Kami sangat mensupport kegiatan kegiatan yang di lakukan oleh GUSDURian semoga tetap selalu konsisten dalam perjuanganya tetap independen.” Ungkap Ketua LDII ke awak media.

Pada kesempatan waktu yang berbeda Thomas Maido selaku mewakili dari GUSDURian mengatakan bahwa kami bersyukur bisa bertemu dengan teman teman saudara saudara semua lintas agama yang ada di Kota Batu.
“Sore hari ini kita berkunjung ke kantor sekretariat LDII Kota Batu dan bersyukur telah di terima dengan baik. Tujuan di adakan pertemuan ini adalah untuk menyatukan kebersamaan kita, karena Kota Batu sebagai kota wisata, Agama, semuanya ada disini dan kita tunjukan kebersamaan tolenransi umat beragama. Kita bersepakat selalu melakukan kunjungan setiap hari besar keagamaan maupun tradisi kebudayaan.” Terang Thomas.

Ditempat yang sama selaku perwakilan dari Kesusteran Sang Timur Kota Batu menceritakan tentang suatu kejadian yang pernah di alami terhadap umat kristiani yang ada di jakarta khususnya Kesusteran, dengan kehadiran Gus Dur maka menjadikan seperti kita di ayomi.
” Dengan kehadiran Gus Dur waktu itu dan di jaga oleh Banser selama Tiga bulan kami merasa di ayomi atau di lindungi, dan kami merasa bersyukur bisa bertemu dengan saudara saudaraku semuanya dan bertemu banyak orang orang baik di Kota Batu ini.” Katanya.

Pada kesempatan yang lain Sudarno selaku salah satu penggerak GUSDURian dan dari Tosan Aji Sangga Braja Kota Batu mengucapkan terimakasih atas kebersamaan kita bersama dalam menindak lanjuti meneladani Gus Dur yang mengajarkan tentang uhkuwah islamiah , watoniah maupun insaniah menjadi nilai nilai yang kami perjuangkan dalam bermasyarakat.
Selanjutnya selaku perwakilan dari Penghayat Edi Setiawan mengatakan bahwa sampai saat ini masih di percaya di MLKI, dan MLKI ini yang merupakan wadah dari Penghayat dan untuk di ketahui penghayat di Kota Batu ada 16 paguyuban dan untuk malang raya ada 40 paguyuban.

” Kami selaku mewakili dari Penghayat menghaturkan beribu ribu terimakasih atas diadakanya kegiatan ini khususnya kepada GUSDURian di karenakan sebagai Penghayat kedudukanya bisa setara dengan agama yang ada di Kota Batu.” Terang Edi.
Kegiatan yang di lakukan oleh GUSDURian tersebut sudah yang kesekian kalinya kesetiap agama agama yang ada di Kota Batu dengan tujuan utamanya menciptakan suasana yang kondusif aman sejahtera. ( Adi ).




