Fasilitas Tak Layak dan Pungutan Air Misterius, Pedagang Pasar Rakyat Ranai Lagi-lagi Berkeluh
Ranai, Natuna, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Polemik Pasar Rakyat Ranai kembali mencuat menyusul keluhan sejumlah pedagang terkait fasilitas yang dinilai tak memadai dan pungutan air yang tak jelas. Persoalan ini disampaikan langsung kepada media pada Selasa (17/12/2024).
Ketua Pasar Rakyat Ranai, Aprizal, mengungkapkan masalah utama terletak pada meja dagang. Dari total 48 unit yang tersedia, hanya sekitar 30 yang berfungsi. Sisanya rusak dan belum kunjung diperbaiki oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindak) Kabupaten Natuna.

“Karena tidak ada kejelasan perbaikan, kami sepakat untuk mengembalikan meja-meja yang rusak tersebut,” ujar Aprizal.
Tidak hanya itu, Aprizal juga menyoroti masalah pengelolaan air bersih. Meski para pedagang telah menggunakan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), mereka masih dikenakan pungutan beban air terpisah. “Ini menjadi tanda tanya besar bagi kami,” tandasnya.
Keluhan serupa dibenarkan oleh salah seorang pedagang yang enggan namanya dipublikasi. Ia menuturkan bahwa kondisi pasar yang tidak layak secara langsung mengganggu kenyamanan berdagang.
“Meja yang rusak membuat ruang dagang sempit dan pembeli tidak nyaman. Soal air kami juga bingung, kenapa masih ada biaya tambahan padahal sudah pakai PDAM?” ujarnya.
Lihat juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Para pedagang berharap Pemerintah Daerah tidak sekadar melakukan pendataan, tetapi segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki fasilitas pasar sesuai kebutuhan mereka. Sebagian besar pedagang memilih tidak bicara terbuka karena kekhawatiran akan dampaknya terhadap usaha mereka.
Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada Kepala Dinas Disprindag Kabupaten Natuna belum berhasil. Pihak Dinas belum dapat dihubungi untuk memberikan keterangan terkait keluhan para pedagang tersebut.
( Julita ).




