Dukungan Tak Terbendung Risma-Gus Hans Diyakini Jadi Pemimpin Jatim

Juru Bicara Tim Pemenangan Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Tri Rismaharini-Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans). Kini, Advokat dan Legal Consultant Firma Hukum PROGRESIF LAW, Mediator Non Hakim, Lecture, Analis Politik, dan Kolumnis.

Pendidikannasional.id – Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri memiliki atensi khusus pada Pilkada di pulau Jawa, khususnya Jawa Timur. Pasalnya, selain Jatim dikenal sebagai barometer politik nasional, juga karena adanya gelombang arus balik dukungan masyarakat non partisan pada Risma dan Gus Hans yang kian tak terbendung!

Abdul Aziz, Juru Bicara Tim Pemenangan Risma-Gus Hans bersama dengan Ibu Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI Perjuangan di Surabaya pekan lalu.

Ternyata, di berbagai Kota dan Kabupaten yang dianggap sebagai basis lawan politiknya, ribuan warga yang tidak memiliki afiliasi dengan partai politik, melakukan migrasi. Banyak orang yang memberikan dukungan kepada Ibu Risma dan Gus Hans secara bersamaan. Alasan utama di balik keputusan Ibu Mega, yang akrab disapa, untuk turun gunung ke Jawa Timur pekan lalu. Menemui kader struktural yang menempati posisi di lembaga legislatif dan eksekutif, serta calon pemimpin daerah dari Kabupaten, Kota, hingga Provinsi di sebuah hotel ternama di Surabaya.

Ibu Megawati memutuskan untuk meninggalkan kawasan Teuku Umar, Jakarta Pusat dan mengunjungi para kader militan di Jawa Timur karena dekat dengan Ibu Risma. Ibu Risma, yang menjabat sebagai Wali Kota Surabaya dari tahun 2010 hingga 2020, berhasil menarik perhatian masyarakat, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Sosok Risma dikenal sebagai sosok yang ramah, tulus, sederhana, akrab dengan masyarakat, dianggap sebagai pemimpin yang jujur, serta transparan dalam pengelolaan anggaran. Bukti konkret dari komitmen untuk mendorong kemajuan Jawa Timur adalah transformasi Kota Pahlawan yang kini terlihat bersih dan mempesona. Selain bebas dari tumpukan sampah, lingkungan ini turut terhindar dari praktek korupsi yang lazim terjadi.

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/daerah/risma-berkomitmen-akan-kembali-bangun-tugu-pencak-silat/

Kemudian, mengapa warga sipil mulai beralih mendukung Ibu Risma? Hal ini menjadi sebuah fenomena menarik yang terjadi dua minggu sebelum pemilihan pada 27 November nanti. Sekurang-kurangnya, terdapat 4 alasan yang mendorong warga non-partisan untuk bergabung dalam dukungan terhadap Ibu Risma dan Gus Hans. Menurut banyak orang, kelima alasan tersebut dianggap sebagai peluang yang signifikan bagi Ibu Risma dan Gus Hans untuk meraih kemenangan dalam Pilkada Jawa Timur.

Dengan kegigihan yang luar biasa, Ibu Risma telah berhasil memimpin dengan penuh kesungguhan di Jawa Timur dan membawa Surabaya ke tingkat dunia. Atas prestasi gemilang tersebut, Ibu Risma diakui sebagai salah satu dari 50 pemimpin global oleh majalah Forbes. Tidak main-main, Ibu Risma dapat melampaui pencapaian Gubernur Jawa Timur dengan mudah. Pada tahun 2024, contohnya, Ibu Risma, yang menjabat sebagai Menteri Sosial, diundang untuk berbicara di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam 12 sesi. Keikutsertaannya dianggap sebagai kehormatan yang langka dan membanggakan bagi Indonesia. Menyuguhkan ide-ide inovatif dalam menjalankan Kementerian Sosial yang progresif, serta merancang kota dengan cermat ketika menjabat sebagai Wali Kota Surabaya agar diakui dan dijadikan teladan, seperti yang dilakukan oleh para pemimpin internasional.

Kedua, dalam kepemimpinan di Kota Surabaya, Ibu Risma menunjukkan dirinya sebagai seorang birokrat yang mengedepankan toleransi serta berkomitmen dalam menjaga keberagaman. Dia menerima berbagai penghargaan pada waktu itu. Dalam situasi yang menggembirakan ini, Ibu Risma diakui sebagai birokrat yang sangat mendukung keberagaman oleh Pewarna Indonesia pada tahun 2024, dalam acara yang diselenggarakan di Kabupaten Lumajang pekan lalu. Dengan komitmennya yang luar biasa dalam mendukung kebutuhan moral seluruh warga kota, Ibu Risma telah menjadi Wali Kota terbaik ketiga di dunia dalam periode pertamanya memimpin Surabaya.

Sebagai pemimpin, Ibu Risma telah menunjukkan sifat dan karakter ibu yang kental, yang sangat terlihat jelas. Hal ini membuatnya dihormati sebagai sosok yang menginspirasi banyak pemimpin perempuan di Indonesia. Perasaan Ibu Risma terketuk melihat masyarakat yang tengah berjuang melawan kemiskinan. Hati terasa tersayat saat melihat masyarakat yang berjuang keras untuk menyekolahkan anak-anak mereka. Ibu Risma merasa sedih ketika melihat anak-anak yang seharusnya menjadi generasi masa depan terpaksa putus sekolah dan tinggal di bawah jembatan yang tidak layak.

Gang Dolly telah berdiri sejak tahun 1965 dan selama itu memiliki 6 ribu karyawan yang bekerja di sana. Selama berjalannya waktu, dari generasi ke generasi, dari pemimpin kota hingga gubernur, tak seorang pun mampu merumuskan kebijakan strategis untuk menutup Gang Dolly dan menciptakan kesempatan kerja yang berkelanjutan bagi para pekerja di sana. Ibu Risma dikenang oleh sejarah sebagai Wali Kota Surabaya yang berhasil menutup Gang Dolly tanpa menimbulkan perlawanan.

Tanpa menimbulkan gejolak yang berarti, dan mengarahkan proses penutupannya dengan tegas meskipun harus menghadapi risiko yang besar karena berurusan dengan birokrasi yang telah lama terlibat dalam keuntungan dan keriuhan di Dolly. Saat Ibu Risma mengunjungi kawasan Dolly minggu lalu, dia dihormati dan disambut dengan penuh kasih sayang oleh mantan karyawan dan keluarga mereka, seolah menjadi sosok yang amat berharga dan layak dijadikan pemenang dalam kontes Pilkada Jawa Timur.

Dari sudut pandang kesehatan, penutupan Gang Dolly diyakini memberikan manfaat yang baik bagi kesejahteraan masyarakat dalam jangka waktu yang panjang. Seorang Menteri Kesehatan ternama, Siti Fadillah Supari, mengungkapkan bahwa Ibu Risma adalah seorang pemimpin yang bertindak dengan bijaksana dalam menutup Gang Dolly karena hal ini juga berdampak positif bagi kesehatan masyarakat Jawa Timur, bahkan Indonesia. Menutup Dolly bukanlah hal yang mudah, tetapi Ibu Risma berhasil melakukannya.

Ibu Risma adalah pemimpin yang memiliki integritas yang tinggi. Berada di lingkungan yang bersih dan terjaga kebersihannya adalah hal yang lumrah. Namun, tidak untuk Ibu Risma. Meskipun berada di lingkungan yang kotor, dia tetap menjaga kebersihannya. Demikianlah kesan yang diungkapkan oleh Ibu Siti Fadilah Supari, sebagai salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada periode 2010-2014.

Apa pesan yang ingin disampaikan oleh Ibu Megawati dengan keputusannya turun ke Jawa Timur dalam Pilkada kali ini? Ia menekankan bahwa Jawa Timur adalah Provinsi terbesar kedua di Indonesia, yang memiliki kontribusi signifikan dalam laju ekonomi nasional, serta menjadi penopang ekonomi bagi lebih dari 20 Provinsi lain yang bergantung pada sumberdaya dan logistik Jawa Timur.

Menurut seorang perempuan yang menolak wacana mengenai perpanjangan jabatan Presiden, keberadaan Ibu Risma sangat diperlukan oleh masyarakat Jawa Timur untuk kemajuan dan pembangunan daerahnya. Mantan Menteri Sosial tersebut sangat teliti dalam mengelola keuangan negara serta mengalokasikannya dengan cermat dan tepat sasaran. Dalam hal ini, Ibu Megawati dengan tegas meyakinkan peserta konsolidasi bahwa APBD Jawa Timur dapat ditingkatkan melalui penerapan efektivitas dan efisiensi anggaran.

Terlebih lagi, kehadiran Ibu Megawati dalam acara untuk menyambut pergeseran arus dukungan kepada Ibu Risma, yang memiliki reputasi kuat dalam menangani permasalahan kompleks di Jawa Timur, seperti tingkat kemiskinan yang sangat tinggi, terutama di wilayah Madura yaitu Sampang, Bangkalan, dan Sumenep yang saat ini menjadi wilayah paling miskin di Jawa Timur. Selain itu, masih terdapat ketimpangan geografis yang belum merata. Dengan pengalaman yang luas dalam kepemimpinan Kota Surabaya, tingkat kemiskinan telah turun secara signifikan dari 34 persen menjadi hanya 5,4 persen.

Maka, mengingat pentingnya peran Jawa Timur, Ibu Megawati mengajak seluruh kader PDI Perjuangan di wilayah tersebut untuk bersatu dengan masyarakat sipil non partai, demi mendukung Ibu Risma dan Gus Hans secara bersama-sama. Ibu Risma telah berhasil membawa kota Surabaya, yang merupakan ibu kota Provinsi Jawa Timur, menuju panggung internasional, dan kini waktunya untuk mengangkat Jawa Timur ke level global.

“Memenangkan Ibu Risma dan Gus Hans adalah sama dengan memenangkan warga-masyarakat Jawa Timur, yang bersiap menyongsong pemimpin baru dengan harapan baru. Seorang pemimpin/ dengan karakter yang kuat, dan tidak pernah memikirkan dirinya sendiri. Seluruh hidupnya dihibahkan untuk warga Jawa Timur,” tandas Ibu Megawati diiringi tepuk tangan ribuan kader.

Kepada segenap warga Jawa Timur, tanggal 27 November 2024 akan menjadi sejarah baru kepemimpinan yang tidak elitis, dekat dengan masyarakat, ahli bekerja dan tidak ahli mengolah kata, apalagi data kemiskinan, yang digambarkan sebagai angin-angin surga yang melenakan tdalam jangka panjang. 

Mari, bergerak bersama dengan mereka yang bahu-membahu menguatkan arus balik dukungan pada Ibu Risma dan Gus Hans. Kesempatan hanya datang satu kali. Salah memilih, menyesal selama 5 tahun. Pilihlah Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur, yang berkomitmen pada pencegahan dan pemberantasan korupsi di Jawa Timur: Risma-Gus Hans. 

( Kontributor, Abd ) ( Ria ). 

Array
Related posts
Tutup
Tutup