Kelompok senam yang hanya bukan untuk sarana olahraga saja tetapi melainkan sebagai sarana untuk penggalangan donasi untuk Sumatera dan Aceh.
Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Semangat gotong royong dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh Komunitas Peduli Sesama (KPS) Kota Batu, Jawa Timur. Pada hari ketiga gelaran Nala Festival, komunitas ini menggelar senam bersama yang diikuti puluhan anggota, sekaligus menjadi momentum penyerahan bantuan bagi korban bencana di Sumatera.
Kegiatan yang berlangsung di tengah segarnya udara Kota Batu itu tidak hanya menyajikan gerak badan untuk kesehatan, tetapi juga gerakan hati untuk berbagi. Di sela-sela sesi senam, dilakukan prosesi simbolis penyerahan donasi yang dikumpulkan dari seluruh keluarga besar KPS Kota Batu.


Ainur Rofik, ( Abah Rofik ) selaku Pembina KPS Kota Batu, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh anggota. “Atas nama KPS Kota Batu, terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh anggota dan keluarga besar KPS yang telah tulus memberikan bantuan untuk saudara-saudara kita di Sumatera. Semoga sedikit yang kita berikan ini membawa manfaat besar dan menjadi berkah untuk sesama,” ujarnya Rofik.

Bantuan tersebut diterima secara langsung oleh perwakilan dari penyelenggara Nala Festival, Fitri Harianto, yang juga merupakan Founder Alam Hijau Lestari. Ia menyatakan komitmennya untuk menyalurkan bantuan tersebut dengan tepat sasaran.
“Terima kasih atas kepercayaan dan kepedulian yang luar biasa dari KPS Kota Batu. Bantuan ini akan kami salurkan kepada saudara kita di Sumatera. Kami masih membuka pintu donasi hingga tanggal 4 Januari 2026, untuk kemudian dilakukan penyaluran secara keseluruhan,” jelas Fitri.

Ketua KPS Kota Batu, Intan Djamilah, yang akrab disapa Bu Mila, memaparkan bentuk-bentuk bantuan yang berhasil dihimpun. Bantuan tersebut bersifat praktis dan menyentuh kebutuhan dasar, meliputi paket sembako, perlengkapan mandi, kue kering untuk anak-anak, serta perlengkapan kesehatan dan obat-obatan.
“Ini adalah wujud nyata kepedulian kami. Semoga paket bantuan yang beragam ini dapat benar-benar bermanfaat dan setidaknya meringankan sedikit beban yang ditanggung saudara-saudara kita, baik di Sumatera umumnya maupun Aceh,” harap Bu Mila dengan penuh haru.

Semangat yang sama juga disuarakan oleh Ketua Panitia Ladon, Hendy, yang turut hadir dalam acara tersebut. Ia menegaskan bahwa kolaborasi semacam ini adalah kunci dalam membangun ketahanan sosial.
“Kami berharap bantuan dari KPS ini dapat menjadi penyejuk di tengah kesulitan yang mereka alami. Ke depan, kegiatan kolaboratif seperti ini akan kami laksanakan secara berkelanjutan. Sinergi antara Ladon, Eco Point, dan komunitas seperti KPS sangat penting untuk memperluas dampak positif dan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” papar Hendy.

Aktivitas ini tidak hanya sekadar penggalangan dan penyerahan bantuan, tetapi juga merepresentasikan model baru dalam aksi filantropi lokal. Dengan memanfaatkan momentum festival seperti Nala Festival yang fokus pada alam dan kelestarian, isu kemanusiaan dan solidaritas sosial juga mendapatkan panggungnya.
Kolaborasi antara komunitas peduli (KPS), penyelenggara festival (Nala Festival/Ladon), dan lembaga lingkungan (Alam Hijau Lestari/Eco Point) menciptakan sebuah ekosistem saling mendukung. Festival tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga platform edukasi dan penggerak aksi nyata. Hal ini sejalan dengan tren kegiatan komunitas yang semakin integrative, menggabungkan gaya hidup sehat, pelestarian lingkungan, dan tanggung jawab sosial.
Aksi KPS Kota Batu ini diharapkan dapat menginspirasi komunitas lainnya. Di tengah ancaman bencana yang bisa terjadi di mana saja, kesiapan dan respon cepat dari jaringan komunitas akar rumput menjadi sangat vital. Bantuan yang bersifat immediate dan sesuai kebutuhan, seperti paket kesehatan dan sembako, menunjukkan pemahaman yang mendalam terhadap kondisi darurat.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Kegiatan ini ditutup dengan senam bersama yang lebih semangat, mengukuhkan bahwa kesehatan jasmani dan rohani, serta kepedulian terhadap sesama, adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam membangun komunitas yang tangguh dan harmonis. Donasi masih tetap dibuka bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi hingga batas waktu yang telah ditentukan, membuka kesempatan lebih luas untuk bersama-sama meringankan beban saudara di Sumatera.
( Ria )




