Kolaborasi Seni dan Filantropi Labuni Bumiaji dan Karsa Budaya Meriahkan Aksi Berbagi Takjil di Kota Batu
Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Suasana sore di Jalan Sultan Agung, Kota Batu, berubah menjadi panggung kegembiraan yang memadukan nilai-nilai spiritualitas, solidaritas sosial, dan kekayaan seni budaya. Di halaman Gedung Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) setempat, sebuah simbiosis aksi kemanusiaan dan estetika budaya tersaji apik dalam acara berbagi takjil yang diinisiasi oleh Pemuda Panca Marga (PPM) Kota Batu, Kamis sore. Kehadiran Lembaga Adat Budaya dan Seni (Labuni) Kecamatan Bumiaji serta kelompok seni Karsa Budaya menjadi daya tarik utama yang menyulap kegiatan sosial rutin menjadi sebuah perhelatan budaya yang menghangatkan hati. (01/03/2026 ).
Kolaborasi lintas organisasi masyarakat ini menunjukkan wajah harmonis Kota Batu, di mana semangat berbagi di bulan suci tidak hanya diejawantahkan melalui pemberian materi, tetapi juga melalui persembahan tenaga, waktu, dan yang paling menonjol, alunan seni musik tradisional. Puluhan anggota Labuni yang berasal dari sembilan desa di Kecamatan Bumiaji turun ke jalan dengan sukacita, berbaur dengan pengendara dan warga yang melintas. Mereka tidak hanya membagikan ribuan takjil, tetapi juga menghadirkan pertunjukan musik patrol yang atraktif, menciptakan orkestra keramaian yang memecah kebisingan lalu lintas perkotaan.

Ketua Karsa Budaya sekaligus tokoh di balik partisipasi seni dalam acara tersebut, Agus Mardianto, menyampaikan bahwa keterlibatan kelompoknya merupakan bentuk syukur dan partisipasi aktif dalam pembangunan sosial Kota Batu. “Alhamdulillah, puji syukur kami bisa ikut berbagi. Kami memaknai berbagi tidak sekadar dalam bentuk materi. Tenaga, waktu, dan pikiran adalah elemen-elemen yang kami sumbangkan dengan memberikan hiburan sembari berbagi takjil bersama Labuni,” ujar Agus Mardianto saat ditemui di sela-sela acara.
Lebih lanjut, Agus Mardianto mengungkapkan bahwa kehadiran mereka kali ini memiliki nilai lebih karena membawa energi kemenangan. Grup musik patrol binaan mereka yang tergabung dalam Labuni Bumiaji baru saja menorehkan prestasi gemilang di kancah regional. “Kebetulan Labuni Bumiaji ini baru saja menjadi Juara 1 dan Juara 3 dalam Lomba Patrol se-Malang Raya yang diselenggarakan oleh Mie Sedap. Karena momentumnya masih hangat, kami tampilkan mereka di acara bagi-bagi takjil ini untuk menghibur Ibu Wali Kota dan masyarakat Kota Batu,” tambahnya.
Baca Juga :
Berkah Ramadan di Kota Batu. 2.177 Takjil Dibagikan, Ibu Wali Kota dan Ormas Bersatu Merajut Kasih
Prestasi ini menjadi bukti bahwa ekosistem seni dan budaya di daerah, khususnya di Kecamatan Bumiaji, tidak hanya hidup, tetapi juga mampu bersaing dan menghasilkan karya-karya berkualitas yang diakui secara luas. Kehadiran para seniman muda dengan iringan patrol ini secara otomatis mengubah persepsi publik bahwa kegiatan berbagi takjil dapat dikemas secara lebih kreatif, mendidik, dan menghibur.

Camat Bumiaji yang juga menjabat sebagai Pembina Labuni Bumiaji, Thomas Maydo, S.Sos., mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia menegaskan bahwa partisipasi Labuni adalah wujud nyata peran aktif lembaga adat dan seni dalam setiap denyut nadi kegiatan kemasyarakatan di wilayahnya.
“Kehadiran teman-teman Labuni dari Kecamatan Bumiaji ini juga untuk menyemarakkan suasana. Mereka membawa peralatan seninya sehingga acara sore ini menjadi semakin meriah. Jadi, kegiatan kita tidak hanya sekadar membagikan takjil, tetapi juga diiringi dengan alunan musik tradisional,” jelas Thomas Maydo.
Pernyataan Camat ini menegaskan adanya sinergi struktural antara pemerintah kecamatan dan elemen budaya. Dukungan penuh dari aparatur kewilayahan menjadi fondasi kokoh bagi pengembangan seni tradisional sekaligus mengintegrasikannya ke dalam program-program sosial kemasyarakatan. Hal ini sekaligus menjawab tantangan zaman di mana seni tradisional harus mampu beradaptasi dan relevan dengan konteks kekinian.

Di tengah riuhnya alunan musik dan antusiasme warga yang menerima takjil, Agus Mardianto menyempatkan diri untuk menyuarakan sebuah aspirasi yang konstruktif bagi pembangunan sosial Kota Batu. Ia berharap agar model kegiatan kolaboratif seperti ini tidak hanya terpusat di satu titik, melainkan dapat direplikasi di seluruh penjuru kota.
“Harapan ke depan, semoga setiap minggu ada kegiatan seperti ini yang tersebar di tiga titik kecamatan se-Kota Batu, tidak hanya terpusat di Kejaksaan saja. Karena semangat berbagi itu kan tidak terbatas. Harapannya ini bisa terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” tambahnya Agus.
LABUNI BUMIAJI Resmi Dibentuk, Camat Thomas Maydo Dukung Penuh Wadah Baru Pelestari Budaya Lokal
Pernyataan ini mencerminkan visi yang lebih luas tentang pemerataan pembangunan karakter dan pemerataan akses terhadap hiburan yang mendidik. Menurutnya, semangat berbagi yang dikombinasikan dengan seni pertunjukan tidak hanya memperkuat ikatan sosial (social bonding), tetapi juga menjadi medium edukasi publik yang efektif. Dengan menyebar ke tiga kecamatan Batu, Junrejo, dan Bumiaji dampak positif dari kegiatan ini akan lebih terasa secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Sementara itu Ketua PPM ( Pemuda Panca Marga ) Kota Batu, Solikin menyampaikan terimakasih kepada kelompok Labuni Bumiaji, yang dimana telah ikut serta didalam berbagi takjil pada sore kali ini.
” Kami mengapresiasi dengan hadirnya Labuni Bumiaji, dimana lembaga adat ikut turun kejalan untuk berbagi bersuka cita bersama sama, demikian juga dari seninya yang dari awal hingga akhir kegiatan begitu sangat semangat mengiringi kami dengan musik musiknya, sehingga hal ini menjadikan nuansa berbagi takjil semakin hidup. Kedepan tetap kami berkolaborasi sehingga tercipta kegiatan dengan mempunyai cirikhas tersendiri.” ungakpnya Solikin.

Grand Launching Batik Kamulyan di Batu Batik Tulis Bermotif Elang Jawa Resmi Diluncurkan
Keberadaan Gedung LVRI sebagai lokasi acara juga sarat akan nilai historis dan patriotisme. Berbagi takjil di lokasi yang menjadi saksi bisu perjuangan para veteran ini memberikan dimensi spiritual dan nasionalisme yang lebih dalam. Hal ini secara tidak langsung menjadi wahana bagi generasi muda untuk belajar tentang nilai-nilai kepahlawanan dan pengorbanan, yang kini diimplementasikan dalam bentuk pengabdian sosial yang lebih kekinian.
Aksi berbagi takjil yang digelar PPM Kota Batu dengan melibatkan Labuni Bumiaji dan Karsa Budaya telah melampaui definisi konvensional dari kegiatan amal. Acara tersebut berhasil menjadi simpul perjumpaan antara kearifan lokal, prestasi seni, dan kepedulian sosial. Inisiatif ini patut dijadikan model (role model) bagi kegiatan serupa di masa mendatang, di mana penguatan komunitas tidak hanya diukur dari jumlah materi yang disalurkan, tetapi juga dari kualitas interaksi dan pelestarian budaya yang ditumbuhkembangkan.
Lihat Juga :
https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Dengan dukungan penuh dari pemerintah kecamatan, antusiasme warga, serta prestasi membanggakan dari para seniman mudanya, Kota Batu menunjukkan bahwa pembangunan berkelanjutan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada infrastruktur sosial dan budaya yang kokoh. Kolaborasi antara PPM, Labuni, dan Karsa Budaya ini menjadi bukti autentik bahwa gotong royong dalam balutan seni adalah energi sosial yang tak ternilai harganya.
Penulis : Ria
Editor : Tim Pendidikannasional.id.


Kelompok LABUNI Bumiaji turun ke jalan dengan semangat menampilkan kesenianya didalam acara berbagi takjil bersama Pemuda Panca Marga Kota Batu. ( Foto : istimewa ). 
