
https://katalog.inaproc.id/informasi-suara-indonesia
BERITA VERSI VIDEO
https://youtu.be/YHQhG6VgXak?si=KciwvAeyekVtvS55
Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID -Sejak bangku Sekolah Dasar (SD), Novy E.R. telah menunjukkan ketertarikan yang mendalam pada dunia bahasa Indonesia. Kegemarannya bukan hanya pada tata bahasa, tetapi lebih pada kekuatan kata untuk bercerita. Tugas mengarang, terutama tentang pengalaman rekreasi, menjadi momen-momen yang dinantikannya. Di sanalah benih kecintaannya pada menulis mulai tumbuh, disirami oleh imajinasi dan keinginan untuk berbagi cerita.
Perjalanan literasinya memasuki babak baru di sekitar tahun 2007, ketika internet mulai merambah luas. Novy dengan visioner memanfaatkan media blog yang sedang tren kala itu, bukan sekadar untuk menulis diary, tetapi sebagai sarana memasarkan usahanya. Langkah ini menunjukkan kemampuannya beradaptasi dan melihat peluang di era digital yang masih awal.

Namun, panggilan jiwanya untuk menulis tak terbendung. Bakatnya yang terasah sejak kecil akhirnya menemukan bentuk yang lebih konkret sekitar tahun 2011. Karya-karyanya yang tersebar di blog dan media lain mulai menarik perhatian. Untuk pertama kalinya, tulisannya dibukukan oleh Trenlis ( pesantren dan penulis ) penerbit dari Yogyakarta, menjadi pintu gerbang resminya ke dunia sastra Indonesia.
Baca Juga : https://pendidikannasional.id/daerah/polisi-natuna-bergerak-cepat-tangani-tumpahan-solar-pemicu-kecelakaan/
Sejak saat itu, Novy E.R. menjadi penulis yang produktif dan konsisten. Saat ini, telah ada 65 buku yang telah lahir dari pemikirannya, dengan jumlah yang terus bertambah. Di antara lautan karyanya, beberapa buku menjadi favorit pembaca karena relevansi dan kedalamannya.
“Katakan Tidak pada Hoax” dalam buku Good Life Good Inspiration (2023), adalah seruan kritis di tengah banjir informasi. Novy mengajak pembaca untuk lebih cerdas dan bijak dalam menyikapi konten di media digital.
·”Waspada Cyber Crime Mengintai Sosial Media Kita” yang termuat dalam Indonesia Tak Akan Baik-Baik Saja, merupakan peringatan waspada sekaligus panduan praktis untuk melindungi diri di ruang maya.
·”Percaya Gusti Allah” dalam Good Vibes Only (2022), serta buku Tercatat di Lauh Mahfuzh (2022), mencerminkan sisi spiritual dan renungan hidupnya yang mendalam, menawarkan ketenangan dan energi positif.
Yang unik dari karya-karya Novy adalah sifatnya yang inspirasional dan antologi. Setiap buku seringkali menjadi mosaik dari banyak pemikiran, cocok dengan dinamika kehidupan modern yang serba cepat. Lebih dari itu, semua kisah hidupnya sehari-hari, pengamatan, dan refleksi pribadi, ia tuliskan dengan jujur dan mengalir. Karyanya adalah cermin dari hidupnya sendiri, menjadikannya relatable dan menyentuh hati banyak orang.

Sebagai seorang pengamat dan pencinta budaya, Novy E.R. juga menyimpan kepedulian mendalam terhadap perkembangan tempat tinggal dan sekitarnya, khususnya Kota Batu dan Malang Raya. Melalui sudut pandangnya yang khas, ia menyampaikan pesan reflektif.
“Kota Batu, dengan segudang potensinya seperti kawasan Songgoriti yang memadukan cagar budaya (candi) dengan pesona wisata alamnya, adalah sebuah permata,” ujarnya ketika ditemui awak media pada Senin, 01 Desember 2025 Siang. Namun, Novy melihat bahwa permata itu perlu dilindungi dan dikelola dengan kesadaran kolektif yang lebih tinggi. Ia menyoroti dua hal utama yaitu pelestarian nilai historis dan penataan infrastruktur.
“Keindahan Songgoriti dan situs-situs bersejarah lainnya bukan hanya tentang fisik bangunan atau pemandangan. Itu adalah tentang rasa dan jiwa tempat. Setiap batu candi menyimpan narasi panjang. Pengembangan wisata harus mampu menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu yang agung dengan masa kini yang dinamis, tanpa menghilangkan esensi kekunoannya,” tuturnya.
Di sisi lain, Novy juga menyentuh persoalan klasik yang mengiringi popularitas sebuah destinasi dan kemacetan. “Kemacetan di kawasan wisata Batu adalah pertanda bahwa daya tarik kita sudah diakui. Tapi, itu juga alarm bahwa sistem dan disiplin kita perlu ditingkatkan. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab setiap pelaku wisata dan pengunjung. Mari kita bersama-sama memikirkan solusi kreatif, mungkin dengan transportasi terintegrasi yang ramah lingkungan atau manajemen parkir yang lebih cerdas, agar perjalanan menikmati keindahan Batu tidak berujung pada frustrasi di jalan,” pesannya penuh harap.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Pesan ini sejalan dengan semangat tulisannya yang selalu mengajak pada kearifan dan kebijaksanaan dalam bertindak. Bagi Novy, menjaga kelestarian budaya dan kenyamanan berwisata adalah bentuk nyata dari ‘mengatakan tidak pada kekacauan’ dan ‘mewaspadai’ dampak negatif dari kemajuan yang tidak terkelola.
Di balik kesuksesan literasinya, terdapat dukungan dari kolaborator-kolaborator kunci seperti Endik Kuswoyo dan Dwi Suwikyo dari Yogyakarta. Kolaborasi ini, yang bersifat non-fisik lebih pada pertukaran ide dan semangat, menunjukkan bahwa karya besar sering lahir dari sinergi dan dukungan komunitas.
Impian Novy E.R. masih jauh dari selesai. Dengan semangat yang masih membara sejak masih SD untuk bersemangat menulis, ia bercita-cita untuk terus menulis hingga dapat mencetak lebih dari seratus buku. Setiap halaman yang ia tulis adalah upayanya untuk meninggalkan warisan inspirasi, pengetahuan, dan kebaikan, tidak hanya melalui kata-kata tetapi juga melalui kepedulian pada lingkungan sosial dan budaya di sekitarnya.
Novy E.R. adalah bukti bahwa kecintaan pada bahasa sejak dini, ketika dirawat dengan ketekunan dan adaptasi terhadap zaman, dapat menjelma menjadi sumber inspirasi yang tak pernah kering. Dari sangkar imajinasi di tugas sekolah dasar hingga menjadi penulis puluhan buku yang peduli, perjalanannya mengajarkan kita bahwa setiap kata yang ditulis dengan hati memiliki kekuatan untuk mengubah, menenangkan, dan menerangi satu pembaca, satu pemangku kebijakan, atau satu pengunjung wisata pada satu waktu. Di tengah hingar-bingar dunia maya dan realita, suaranya tetap relevan mengajak kita untuk lebih bijak, lebih waspada, lebih peduli, dan tak pernah berhenti mempercayai kebaikan dalam setiap aksi nyata.
( Ria ).


Novy E.R., penulis inspiratif dengan 65 buku, tersenyum di balik tumpukan bukunya. ( Foto : Ria ). 
