
https://katalog.inaproc.id/informasi-suara-indonesia
BERITA VERSI VIDIO
Latihan Force Down Koopsudnas 2025 Sukhoi Tampil Tangkal Ancaman di Udara Indonesia
MAKASSAR,PENDIDIKANNASIONAL.ID – Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas) kembali mempertajam kesiapsiagaan melalui Latihan Kesiapsiagaan Operasi TA 2025. Simulasi penindakan pasca force down atau pendaratan paksa terhadap pesawat asing pembangkang menjadi fokus utama latihan yang digelar di Apron Base Ops Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulsel, pada Kamis (20/11/2025).
Latihan ini secara resmi diikuti dan disaksikan oleh Komandan Lanud Raden Sadjad Natuna, Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, S.E., M.M., M.Han. Kehadirannya menegaskan pentingnya latihan bersama dalam memperkuat integrasi sistem pertahanan udara nasional.

Dalam skenario yang diperagakan, dua pesawat tempur Sukhoi Su-27/30 dari Skadron Udara 11 dikerahkan untuk menanggapi ancaman. Pesawat asing yang terdeteksi masuk wilayah kedaulatan udara Indonesia tanpa izin terbang dan izin keamanan, berhasil diidentifikasi dan diintercept.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Setelah menerima perintah dari Komando Atas, kedua Sukhoi tersebut secara prosedural melakukan scramble, intercept, dan akhirnya memaksa pesawat pelanggar untuk mendarat di Lanud Sultan Hasanuddin. Manuver ini menunjukkan kemampuan tempur TNI AU dalam mengamankan wilayah udara secara tegas dan cepat.

Pasca pendaratan paksa, prosedur penanganan lanjutan segera diaktifkan. Personel Lanud Sultan Hasanuddin bergerak cepat dengan menempatkan unsur Kopasgat, Satpom, dan pertahanan pangkalan di area isolasi untuk pengamanan awal.
Proses penindakan di lapangan berlangsung sistematis. Personel Kopasgat terlebih dahulu memasuki pesawat untuk mengamankan seluruh awak pesawat dan memastikan tidak ada ancaman benda berbahaya. Selanjutnya, Tim Satpom dan Intelpam, yang berkoordinasi dengan unsur kementerian dan lembaga terkait, melakukan pemeriksaan awal terhadap para penumpang dan barang bawaan.

Seluruh awak dan penumpang kemudian dibawa ke crisis center yang telah disiapkan untuk menjalani pemeriksaan lebih mendalam oleh tim gabungan lintas kementerian. Sementara itu, aspek hukum terkait pelanggaran wilayah kedaulatan udara ditangani secara profesional oleh Penyidik TNI AU.
Latihan yang berjalan realistis ini tidak hanya menyimulasikan aspek tempur di udara, tetapi juga penanganan di darat yang melibatkan multi-sektor, mencerminkan koordinasi yang solid dalam sistem pertahanan udara Indonesia.
Selain Danlanud RSA Natuna, latihan ini juga turut disaksikan langsung oleh sejumlah pejabat tinggi TNI, antara lain Danpuslat Kodiklat TNI, Kaskodau II, pejabat Kodiklat TNI, serta para Komandan Lanud Tipe A. Kehadiran mereka menandakan komitmen tinggi TNI dalam terus meningkatkan kemampuan operasional dan kesiapsiagaan guna menjaga kedaulatan ruang udara Negara Kesatuan Republik Indonesia.
( Julita ).




