Dalam upaya menjawab tantangan kompleks pengelolaan sampah berkelanjutan, sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan penelitian inovatif. Mereka mengusung judul “Mengungkap Praktek Model Kolaborasi Hexahelix dalam Mendukung Keberlanjutan TPST (Studi pada KSM TPST 3R Malang Raya)” dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) skema Riset Sosial Humaniora (RSH) pendanaan 2025.
Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Tim yang terdiri dari lima orang mahasiswa lintas disiplin ini melakukan kunjungan riset ke sejumlah redaksi media, termasuk Lingkarmedia.com, Edukasi-RI.com, dan Pendidikannasional.id. Kunjungan ini bertujuan untuk mewawancarai pemilik media yang telah lama mengamati dan memberitakan dinamika pengelolaan sampah, khususnya kinerja Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Reduce, Reuse, Recycle (TPST 3R) di Desa Dadaprejo, Junrejo, dan yang ada di Kota Batu.
Tim PKM-RSH UMM ini merupakan perpaduan keahlian dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Mereka adalah Diyana Wulandari, Nazila Nurinnia, dan Naila Hanifatun dari Jurusan Akuntansi. Hary Setyo Rini dari Jurusan Manajemen. Serta Muhammad Aqil Muammar A.,dari Jurusan Sosiologi. Kombinasi ini memungkinkan pendekatan penelitian yang komprehensif, mengintegrasikan analisis keuangan dan manajemen dari FEB dengan analisis sosial dan pola kolaborasi dari FISIP.

Apa yang membuat penelitian ini menarik adalah pendekatan model Hexahelix. Model ini merupakan pengembangan dari konsep Triple Helix (Akademik-Bisnis-Pemerintah) dan Quadruple Helix (ditambah komunitas/ masyarakat). Hexahelix menambahkan dua aktor lagi, yaitu Media dan Masyarakat, menjadi enam pilar kolaborasi yaitu Akademisi, Bisnis, Pemerintah, Komunitas, Media, dan Masyarakat.
“Kami yakin keberhasilan dan keberlanjutan sebuah TPST 3R tidak hanya ditentukan oleh satu atau dua pihak. Di sinilah kami ingin membedah, bagaimana interaksi dan sinergi keenam elemen Hexahelix ini bekerja dalam mendukung operasional TPST 3R di Malang Raya. Peran media, misalnya, sangat krusial dalam edukasi publik dan kontrol sosial,” jelas Diyana Wulandari, selaku Ketua Tim, saat memaparkan tujuan kunjungannya.( 20/08/2025 ).
Baca Juga : https://pendidikannasional.id/daerah/polres-madiun-periksa-senpi-dan-gelar-tes-urine/
Diyana menambahkan bahwa kegiatan riset ini merupakan bagian dari persiapan untuk memenuhi syarat mengikuti kompetisi PKM tingkat nasional yang akan diselenggarakan di Makasar, yang diikuti oleh seluruh universitas terkemuka di Indonesia.
“Kami berharap, penelitian ini tidak hanya berhenti sebagai karya akademis semata, tetapi dapat memberikan blueprint atau model konkret bagi daerah-daerah lain di Indonesia yang masih bergulat dengan masalah sampah. Kami ingin menunjukkan bahwa kolaborasi multipihak adalah kunci menuju ekonomi sirkular dan Indonesia bersih,” tuturnya dengan penuh semangat.

Menanggapi kunjungan dan inisiatif tim mahasiswa UMM ini, Samsu Ilyasa, selaku pemilik Lingkarmedia.com, menyambut positif.
“Kami sangat mengapresiasi langkah proaktif dan pendekatan holistik yang dilakukan oleh adik-adik mahasiswa UMM ini. Isu sampah adalah isu yang seringkali hanya dilihat dari sisi teknis atau lingkungan saja, padahal aspek sosial, ekonomi, dan peran komunikasi media sangat menentukan. Keberadaan TPST 3R di Dadaprejo dan Batu memang telah menjadi percontohan, dan memahami pola kolaborasi di baliknya adalah langkah yang sangat cerdas,” ujar Ilyasa.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Ilyasa menegaskan bahwa media memiliki peran strategis sebagai penyambung lidah antara pengelola TPST, pemerintah, dan masyarakat luas. “Media berfungsi sebagai amplifier untuk menyebarluaskan best practices, sekaligus sebagai watch dog yang mengkritisi jika ada hal yang perlu diperbaiki. Sinergi dengan akademisi seperti ini sangat dibutuhkan untuk menghasilkan liputan yang berbasis data dan riset, bukan hanya permukaan saja,” pungkasnya.
Kegiatan riset ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi dunia akademik, praktik pengelolaan sampah, dan kebijakan publik, sekaligus mengukuhkan nama Universitas Muhammadiyah Malang di kancah kompetisi ilmiah mahasiswa nasional.
( Ria ).


Tim PKM-RSH UMM saat bersama beberapa pemilik media ( Foto : Tim ) 
