Sound Horeg di Kota Batu Contoh Penanganan Tepat

Sound Horeg di Kota Batu Jadi Contoh Penanganan Tepat, Kabag Ops Anton Widodo Jadi Penggerak Utama ( Foto : Humas Polres Batu ).

Kota Batu Jadi Contoh Penanganan Sound Horeg Berkat Koordinasi Aparat dan Panitia 

Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Fenomena sound horeg (pengeras suara berlebihan) yang sempat memicu kontroversi kini mulai terkendali berkat penegakan aturan dan sinergi antara aparat keamanan dengan panitia acara. Setelah MUI mengeluarkan fatwa haram dan Pemprov Jatim menetapkan batas kebisingan, Kota Batu muncul sebagai contoh penerapan kebijakan tersebut dengan efektif.  

Aturan baru yang tertuang dalam Surat Edaran Bersama Nomor 300.1/6902/209.5/2025 membatasi tingkat kebisingan yaitu 120 desibel (dBA) untuk pengeras suara statis (konser/pertunjukan). 85 desibel (dBA) untuk pengeras suara nonstatis (karnaval/unjuk rasa).  

Di Kota Batu, 19 kegiatan karnaval dan bersih desa yang menggunakan sound horeg telah berjalan lancar. Kunci keberhasilan ini terletak pada pengawasan ketat Kompol Anton Widodo, Kabag Ops Polres Batu, yang secara konsisten memimpin rapat koordinasi dengan panitia.  

Anton mencontohkan penanganan tegas saat karnaval di Desa Giripurno yang dibubarkan karena melanggar jam operasional (melewati pukul 23.00 WIB). “Ini menjadi pembelajaran. Alhamdulillah, Festival Bantengan Nuswantro yang biasanya sampai pagi, kini selesai tepat tengah malam,” ujarnya.  

Polres Batu akan menerapkan pola pengamanan serupa untuk kegiatan di Gunungsari, Tlekung, Punten, Torongrejo, Madiredo, Sukosari, Pandesari, dan Batu Art Festival. “Dengan penanganan baik dan komitmen panitia, insyaallah semua berjalan lancar,” tegas Anton.  

Baca Juga :  https://pendidikannasional.id/hukum-dan-kriminal/polres-madiun-ungkap-peredaran-shabu-1-kg-4-tersangka-ditangkap/

Lihat Juga :  https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Warga menyambut positif langkah ini. “Dulu sound horeg bikin resah, sekarang lebih tertib tanpa mengurangi semangat acara,” kata Budi, peserta karnaval di Pandesari.  

Pemerintah dan aparat berharap model penanganan Kota Batu bisa diadopsi daerah lain, menyeimbangkan hiburan masyarakat dengan ketertiban umum.  

 

( Humas Polres Batu ) 

( Ria ).

Array
Related posts
Tutup
Tutup