Acara Adat Merti Bumi Tulungrejo: Merawat Tradisi, Memupuk Harmoni dengan Alam
Tulungrejo, Pendidikannasional.id – Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, kembali menggelar acara adat Merti Bumi dengan tema “Tulus Diganti Trusha Ing Widhi”, sebagai wujud syukur dan permohonan keselamatan kepada Sang Pencipta. Acara yang berlangsung sejak Kamis Legi, 7 Suro 1956 AJ (2 Juli 2025) hingga Sabtu Wage, 30 Suro 1956 AJ (26 Juli 2025) ini puncaknya digelar pada 13 Juli 2025 di Balai Desa Tulungrejo, dihadiri oleh sejumlah pejabat, tokoh masyarakat, serta perwakilan TNI-Polri.
Upacara adat ini tidak hanya menjadi agenda budaya, tetapi juga momentum mempererat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait. Hadir dalam kesempatan tersebut Camat Bumiaji, Anggota DPRD Kota Batu, Kepala Desa Tulungrejo, Kepala Desa Bulukerto, jajaran staf desa, seluruh kepala dusun se-Desa Tulungrejo, serta perwakilan TNI-Polri dan Linmas. Kehadiran HIPPAM Desa Bulukerto turut menandai kolaborasi antar-desa dalam menjaga kelestarian alam dan sumber air.

Merti Bumi merupakan tradisi turun-temurun yang mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan hubungan harmonis antara manusia dengan lingkungan. Tema “Tulus Diganti Trusha Ing Widhi” (Ketulusan Diganti dengan Berkah dari Tuhan) menegaskan bahwa kesungguhan dalam merawat bumi akan berbalas dengan kemakmuran dan perlindungan Ilahi.
Rangkaian acara meliputi ritual pisungsung (persembahan), tarian tradisional, doa bersama, serta kenduri sebagai simbol kebersamaan. Masyarakat setempat percaya bahwa tradisi ini tidak hanya sekadar seremonial, tetapi juga menjadi media edukasi bagi generasi muda untuk mencintai budaya leluhur.

Dalam Sambutanya, Kepala Desa Tulungrejo, Suliono menekankan pentingnya partisipasi seluruh lapisan masyarakat. “Ini adalah warisan leluhur yang harus kita jaga. Semoga dengan Merti Bumi, Desa Tulungrejo semakin diberkahi kesuburan, kedamaian, dan kesejahteraan,” tuturnya.
Dalam kesempatanya Camat Bumiaji,Thomas Maydo,S.Sos., menyampaikan apresiasi atas pelestarian tradisi ini. “Merti Bumi bukan hanya tentang ritual, tetapi juga tentang komitmen kita menjaga kelestarian alam dan kearifan lokal. Pemerintah akan terus mendukung kegiatan seperti ini sebagai bagian dari identitas budaya Bumiaji,”

” Kegiatan ini menunjukan kebersamaanya begitu sangat kelihatan, dari berbagai dusun memberikan hasil buminya. Hal ini merupakan sarana bukti wujud rasa syukur seluruh warga masyarakat Desa Tulungrejo kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang dimana sudah diberikan atas karunia kenikmatan, tanah yang subur airnya berlimpah hasil bumi dengan hasil yang baik serta makmur.” Ujarnya.
” Desa Tulungrejo ini sangat mandiri bisa diartikan sangat kreatif, aktif dan inovatif kepala desanya, sehingga kedepan bisa menjadikan pemicu bagi desa-desa yang lainya untuk lebih maju serta berkembang.” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan oleh anggota DPRD Komisi A Kota Batu, Khamim Tohari, S. Sos., bahwa Atur Pisusung tersebut bisa diartikan, memberikan atau menyuguhkan hasil bumi kepada Desa Tulungrejo dan kemudian kita bagikan kembali ke masyarakat sekitar.
” Mengingat bahwa desa ini mendapat predikat juara 1 se Indonesia melalui adat budaya kearifan lokalnya, maka dengan kegiatan rutin tahunan ini berharap dari Dinas Pariwisata bisa saling bersinergi, dikarenakan hal seperti ini merupakan salah satu kegiatan yang bisa menjadikan daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Kota Batu.” jelasnya.

Pelda Abdul Kadir Batiuut Koramil 0818-33/Bumiaji juga menyatakan bahwa,dengan melestarikan adat budaya kearifan lokal seperti ini merupakan hal yang patut di apresiasi serta didukung dalam menghadapi Indonesia emas 2045 mendatang.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
” Dengan kemajuan jaman yang penuh kecangihan teknologi, maka kegiatan seperti ini sangat perlu kita berikan kepada generasi-generasi muda, untuk dilestarikan adat istiadat kearifan lokalnya.”tegasnya.

Sementara itu selaku Ketua bersama Sekretaris Hippam Tirto Wijoyo Desa Bulukerto ,Sony Gunawan dan Arif Rahman ( Dha’im ) juga ikut mensupport dengan kegiatan yang digelar oleh Desa Tulungrejo yaitu Merti Bumi. Untuk diketahui bahwa air yang berada dilingkungan kami yaitu Dusun Gintung Bulu Dendeng Desa Bulukerto ini mengambil dari sumber mata air yang berada di Desa Tulungrejo. Sehingga kami mendukung penuh kegiatan yang berada di Desa Tulungrejo.
” Tirto yang berarti air dan Wijoyo itu bisa diartikan kejayaan, sehingga diharapkan bahwa air yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa melalui Desa Tulungrejo kepada Desa Bulukerto ini bisa menjadikan kemakmuran yang kekal jaya abadi selama-lamanya.” ungkap ketua dan sekretaris Hippam Tirto Wijoyo Desa Bulukerto.

Acara tersebut sebagai bukti wujud untuk memperkuat rasa kebersamaan warga. Merti Bumi kali ini juga menjadi ajang promosi budaya dan potensi wisata Desa Tulungrejo, menarik minat wisatawan untuk mengenal lebih dekat kearifan lokal Kota Batu.
Dengan semangat melestarikan tradisi sekaligus menjaga alam, Merti Bumi Tulungrejo 2025 menjadi bukti bahwa budaya dan modernitas dapat berjalan beriringan untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.
( Ria ).


Acara Adat Merti Bumi Tulungrejo ( Foto : istimewa ). 
