Kediri, Pendidikannasional.id – Sejumlah besar pesilat dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kota Kediri Pusat Madiun melaksanakan kegiatan sosial yang terdiri dari donor darah dan bakti sosial di Padepokan PSHT, yang terletak di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, pada hari Minggu (9/2/2025).
Acara ini dihadiri oleh peserta dari berbagai jenjang sabuk dan merupakan bagian dari ujian untuk kenaikan tingkat. Olahraga pencak silat yang telah memberikan sumbangan darah akan menerima sabuk baru sebagai tanda prestasi mereka, serta sebagai bentuk perhatian terhadap orang lain.

Momen ini menjadi suatu kebanggaan khusus bagi para peserta, termasuk Neneng Lutfiah, seorang pesilat dari Kelurahan Bandar Lor. Ia menyatakan bahwa telah mendonorkan darahnya sebanyak tiga kali dalam acara PSHT. Ia merasa senang bisa memberikan bantuan kepada orang lain melalui kegiatan kemanusiaan ini.
“Saya telah melakukan donor darah di PSHT untuk yang ketiga kalinya. Selain untuk kesehatan, saya juga merasa bahagia dapat berbagi melalui darah yang saya donorkan,” katanya.
Baca Juga : https://pendidikannasional.id/edukasi/ungkapan-jubir-risma-gus-hans-terkait-putusan-mk/
Neneng tidak melakukan persiapan khusus sebelum melakukan donor darah, hanya memastikan tubuhnya dalam keadaan sehat dan menghindari begadang. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sebelum proses donor menunjukkan bahwa kadar hemoglobin (HB) berada dalam batas normal, sehingga ia dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut tanpa masalah.
“Syukur Alhamdulillah, hasil pemeriksaan hemoglobin saya menunjukkan hasil yang normal, sehingga saya dapat berpartisipasi dalam mendonorkan darah,” ujarnya dengan rasa syukur yang mendalam.
Ia menginginkan agar acara ini dapat dilaksanakan secara berkala, karena baginya, donor darah bukan sekadar wujud kepedulian sosial, melainkan juga merupakan upaya untuk meningkatkan reputasi positif PSHT di kalangan masyarakat.
“Harapan ke depan, semoga PSHT dapat lebih sering melaksanakan acara seperti ini. Ini menunjukkan bahwa seorang pesilat sejati tidak hanya memiliki kekuatan dalam bela diri, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap orang lain,” ujarnya.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Pimpinan PSHT Cabang Kota Kediri, Agung Sediana, menegaskan bahwa tindakan mendonorkan darah bukan hanya sekadar aktivitas biasa, melainkan sebagai wujud nyata dari sumbangsih PSHT kepada masyarakat.
“Pada setiap ujian untuk meningkatkan tingkat dan pengambilan sabuk, kami selalu melibatkan kegiatan sosial, salah satunya adalah donor darah. PSHT tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk belajar seni bela diri, melainkan juga sebagai sarana untuk membentuk karakter yang baik dan bermoral, yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Sekitar 500 peserta dengan berbagai tingkat sabuk berpartisipasi dalam acara ini. Selain jalur reguler yang kebanyakan pesertanya berusia antara 16 hingga 17 tahun, terdapat juga jalur privat yang diikuti oleh peserta yang berusia 25 tahun dan lebih, bahkan ada yang berusia lebih dari 40 tahun.
Dalam satu tahun, PSHT Kota Kediri secara teratur menyelenggarakan kegiatan donor darah setidaknya dua kali. Kegiatan ini memperoleh sambutan yang baik dari masyarakat serta PMI, yang kerap bekerja sama dengan PSHT dalam berbagai acara penting, khususnya ketika persediaan darah berkurang. Selain menyumbangkan darah, PSHT juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial lainnya, seperti menjaga kebersihan lingkungan.
“Kami berusaha untuk menghapus anggapan bahwa PSHT adalah organisasi yang selalu dikaitkan dengan keributan. Sebaliknya, kami menciptakan individu yang memiliki nilai-nilai mulia dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” tegas Agung.
( Kontributor, Gs Antok ).


PSHT Cabang Kediri menggelar Donor darah yang di ikuti oleh Ratusan anggotanya, yang di gunakan untuk Kemanusiaan ( Foto : Gs. Antok ). 
