Kali ini Desa Pesanggrahan Kecamatan Batu, Kota Batu. Mengadakan Pemilihan RW serentak. Dengan di adakanya pemilihan tersebut diharapkan bisa membantu menjalankan program-program pemerintah desa guna kemajuan wilayahnya masing-masing.
Batu, Pendidikannasional.id – Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu mengadakan pemilihan Ketua RW serentak yang di laksanakan sekitar pukul 07.00 wib pada Minggu, 22 Desember 2024. Dalam kegiatan ini ada hal yang menarik dan unik yaitu yang di lakukan oleh pemilihan RW. 007. Pasalnya di adakan dengan cara pemilihan metode lama, dengan memakai lidi.

Pada pemilihan tingkat RW ini tidak memakai kertas atau surat suara yang pada umumnya pemilihan pilkada, tetapi memakai lidi yang di masukan kedalam wadah dari bambu yang sudah di siapkan, yang dimana pada tiap bambu tersebut sudah terpasang gambar dari calonya.
Dalam kesempatanya selaku Ketua penyelenggara pemilihan tingkat RW 007, Wahyu Sudharmanto, A.Md. Mengatakan bahwa, ” Pada hari ini ada pemilihan ketua RW serentak di Desa Pesanggrahan, sekitar ada tujuh RW yang saat ini mengadakanya.”

” Kususnya di RW 007 ini memakai metode lama yaitu Lidi, atau Bitingan ( Bhs. Jawa ). Sistem pemilihan kepala desa pada era sekitar 1960 an. Sehingga pemilih yang sudah menyerahkan surat pendaftaranya, kemudian di panggil untuk mendapatkan satu Lidi ( Biting ) yang di beri tanda kusus oleh panitia. Selanjutnya masuk ke bilik dan memasukan Lidi tersebut ke tempat yang sudah disediakan yaitu Bumbung ( Bhs. Jawa ).” Ungkapnya ke awak media.
Untuk diketahui bahwa pada pemilihan RW ini ada Tiga calonnya, sehingga tempat atau wadah yang terbuat dari bambu tersebut juga berjumlah Tiga, dan di tiap bambu ini sudah tedapat foto atau gambar dari calonnya. Sehingga pemilih akan memasukan satu lidi tersebut ke salah satu bambu.
” Kemudian cara penghitunganya adalah dengan memakai cara di undi yaitu tempat atau bambu mana yang nantinya terpilih terlebih dahulu yang akan di belah, selanjutnya dikeluarkan isinya dan mulai di hitung Bitingnya.Terkait hak pilih,di RW ini sekitar 1.106 hak suara, data didapat dari hasil pilkada yang kemarin. Juga diantara sekian RW, yang paling banyak itu ada di wilayah kami ini.” Jelasnya.
Baca Juga : https://pendidikannasional.id/daerah/penemuan-bayi-polsek-ngantang-lakukan-penyelidikan/
Bagi pemilih yang berhalangan hadir itu diberikan batas waktu sampai pukul 13.00 wib. Kemudian bagi lansia, panitia bersama Linmas dan para saksi dari tiga calon bertandang ke rumah pemilih untuk memberikan hak suaranya.
” Dari jangka waktu yang sudah ditentukan tersebut, jika masih ada hak pilih yang sekiranya tidak hadir untuk memberikan hak suaranya, maka kita dari panitia serta jajaran keamanan berkeliling kampung dengan membawa alat pengeras suara, guna untuk mengingatkan kembali segera hadir, memberikan hak suaranya.” Tambahnya.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Dalam kegiatan ini pihak panitia sudah mempersiapkan doorprize bagi pemilih yang sudah memberikan hak suaranya dengan cara di undi. Hal tersebut selain untuk menarik minat warga datang memberikan hak suaranya, juga sebagai sarana ucapan terimaksih kepada masyarakat untuk datang ke TPS untuk memberikan hak pilihnya.

Sementara itu salah satu dari masyarakat atau pemilih dari RT. 02 yaitu Nur Saiful mengatakan kepada awak media bahwa, ” Baru kali ini saya mengikuti pemungutan suara dengan metode Bitingan atau memakai Lidi. “
” Saya kira hal semacam ini adalah unik dan menarik, dikarenakan baru kali ini pemungutan suara dengan metode Bitingan atau era lama seperti ini. Semoga dengan adanya hal seperti ini menjadi semakin transparan dalam pemungutan suara.” Katanya ke awak media.
Dalam kegiatan ini panitia memesan Lidi atau Biting ke suatu tempat dan diberikan tanda kusus dan bersegel. Kemudian tempat suaranya masih dalam keadaan utuh,yang selanjutnya di lubangi oleh petugas juga disaksikan oleh calon,serta saksi dan pihak keamanan sehingga terjamin keaslianya.
( Ria ).




