Pendidikannasional.id. Kota Batu – Bertempat di salah satu SMP di Kota Batu, sekitar 112 peserta Karateka mengikuti ujian kenaikan tingkat, dari sabuk putih hingga sabuk coklat yang digelar oleh Inkai Kota Batu sekitar pukul 08.00 wib pada Minggu,( 15/12/2024 ). Kegiatan ini dilaksanakan untuk menguji sejauh mana kemampuan para siswa dalam menerima materi yang di berikan oleh guru atau pelatihnya.
Dengan sangat antusias dan penuh semagat, peserta ujian yang berasal dari berbagai ranting wilayah di Kota Batu, mengikuti tahapan-tahapan materi yang di ujikan. Mulai dari sabuk putih, kuning, hijau hingga sabuk coklat. Peserta yang lolos ujian harus bisa menguasai gerakan dasar dan kata sesuai tingkatan sabuknya masing-masing.

Adapun dalam kegiatan tersebut terdapat dua Sensei dan empat Senpai, penguji terdiri dari dua Sensai Kota Surabaya antara lain Sensei Horison P. Situmorang, S.T. dan Sensei Jantan Yudhistira. Kemudian dibantu oleh 4 senpai yaitu, Senpai Munantiono, Senpai Muhammad Aziz, Senpai Myint Cintya dan Senpai Mita Fransiska yang dimana enam orang tersebut memiliki kualifikasi sebagai penguji dalam ujian karate.
Dalam kesempatanya Munantiono,S.Pd selaku Ketua Umum Inkai mengemukakan bahwa, digelarnya ujian kenaikan tingkat ini untuk mengetahui sejauh mana kempauan para anggota karate dalam menerima materi yang di berikan oleh para pelatih atau guru pembimbingnya selama mengikuti latihan.

” Bahwa Institute Karate-do Indonesia ( INKAI ) di Kota Batu ini berdiri sejak sekitar tahun 1996, dan di ikuti dari usia dini hingga dewasa. Selama di Kota Batu sudah banyak melahirkan atlet-atlet karate yang mengharumkan nama kota ini. Dari ujian kenaikan tingkat ini kita bisa mengetahui bahwa siswanya tersebut mampu atau bagus atau kurang mampu serta kurang bagus.” Ungkapnya ke awak media.
” Jika mendapat ada peserta ujian yang bagus dan kebetulan menjadi atlit, maka akan kami naikan dua tingkat dari sabuk yang didapatkan sebelumnya. Saya kira itu adil dikarenakan mendapat nilai bagus dan juga membawa nama baik atau mengharumkan Kota Batu serta nama Karate kami.” Tambahnya.
Untuk diketahui bahwa salah satu olahraga seni beladiri termasuk Inkai ini, ikut berupaya sebagai sosial kontrol dalam penggunaan gadget bagi usia dini. Dengan anggotanya yang mendapatakan materi-materi untuk di latihnya di rumah masing-masing.

Ditempat yang sama Gaguk Sudibyo bersama Yusnita Diah Wahyuni, sebagai salah satu orang tua dari Putri Nathania Benita, peserta ujian kenaikan tingkat menyampaikan bahwa, sangat senang sekali dengan diadakanya ujian ini, dikarenakan bisa mengetahui sejauh mana minat serta bakat dan menerima apa yang sudah di berikan oleh pelatihnya.
” Anak kami setiap harinya berlatih paling sedikit tidak kurang dari 30 menit dirumah, apa lagi mau menghadapi ujian kenaikan tingkat seperti ini. Berharap kedepan bisa ikut dalam ajang pertandingan baik skala nasional maupun internasional, sehingga bisa membawa nama baik perguruan dan mengharumkan nama Kota Batu. ” Jelasnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang lain orang tua dari salah satu peserta Rohma dan Shoimatul mengatakan bahwa, semenjak anak kita ikut olah raga karate ini sangat berdampak bagus bagi anak kami, sehingga mengurangi penggunaan Gadget yang berlebihan.
” Selain olah raga sebagai sarana menyalurkan bakat, anak kami sangat berkurang dalam menggunakan gadget, yang biasanya setiap harinya bermain HP full bisa berkurang sehingga kami bersyukur sekali. Ujian ini juga sebagai sarana membina mental, kedisiplinan dan lain sebagainya.” Ujarnya ke awak media.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Untuk sabuk putih dan kuning muda, kata Heian Shodan dan Heian Nidan Sabuk kuning tua Heian Nidan dan Heian sandan, Hijau dan Biru sama yang di ujikan. Sedangkan materi sabuk cokelat dengan kata yang dimainkan Tekki Shodan dan Bassaidai.
( Adi ).




