Negara Yang Menjadi Target Gembong Narkoba Fredy

Gembong narkoba Fredy masih terus melakukan pengiriman narkoba, berikut adalah negara-negara yang menjadi targetnya.

Jakarta, Pendidikannasional.id – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri terus melakukan pencarian terhadap Fredy Pratama, seorang gembong narkoba dari jaringan internasional yang saat ini masih menjalani status buron. Fredy diketahui masih aktif mengedarkan narkoba dari Malaysia ke Indonesia.

“Berkenaan dengan kasus Fredy Pratama, kerjasama masih terus berjalan. Dia masih aktif dalam mengirimkan barang-barang ke daerah Malaysia dan Indonesia,” ungkap Brigjen Mukti Juharsa dari Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri kepada para wartawan pada Jumat (29/11/2024).

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/daerah/rayakan-hut-korpri-asn-lakukan-senam-bersama/

Mukti menyatakan bahwa mereka masih mencari keberadaan pengedar narkoba besar tersebut. Namun, dia menegaskan bahwa Polri tetap melakukan koordinasi dengan atase kepolisian serta pihak kepolisian dari negara yang bersangkutan. Menurut informasi terbaru, Fredy Pratama dikabarkan sedang berada di Thailand.

Lebih lanjut, Mukti menyatakan adanya sejumlah jaringan yang dimiliki Fredy Pratama di Malaysia. Polri juga bekerjasama dengan Kepolisian Kerajaan Malaysia (Polis Diraja Malaysia/PDRM) untuk melakukan pemantauan, dengan tujuan menangkap para pelarian, termasuk di antaranya yang merupakan anggota dari Freddy Pratama.

Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

“Tentunya ada jaringan Freddy Pratama di Malaysia, itulah alasan kita telah bergabung dalam operasi ini bersama-sama,” tambah Mukti.

Polri secara resmi telah membangun kerjasama dengan Kepolisian Kerajaan Malaysia (Polis Diraja Malaysia/PDRM). Kolaborasi ini dilakukan untuk menangkap pelaku kejahatan narkoba yang sedang dicari.

Mukti menyampaikan bahwa mereka melakukan pertemuan secara langsung dengan wakil dari Jabatan Siasatan Jenayah Narkotik (JSJN) PDRM, Datuk Seri Khaw Kok Chin, di Bareskrim Polri yang terletak di Jakarta Selatan.

“Kita sedang mendiskusikan isu mengenai DPO-DPO yang terhenti di Malaysia dan DPO-DPO dari Malaysia yang berada di Indonesia. ” “Kami juga berupaya mencegah masuknya narkotika, khususnya sabu, melalui rute Malaysia, yang dikenal dengan nama golden triangle,” ujar Brigjen Mukti Juharsa kepada wartawan setelah pertemuan, pada Kamis (28/11).

Saat ini, Mukti menyatakan bahwa mereka sudah memiliki daftar nama-nama pelaku narkoba yang dicari di Malaysia. Namun, ia masih belum dapat mengungkapkan hal tersebut kepada publik.

“Kita memiliki jumlah yang cukup banyak, tetapi tidak perlu kita sebutkan, yang penting adalah kita sudah mencatat namanya. ” Kami telah menyerahkan kepada Malaysia, yang akan melakukan SP di lokasi tersebut, dengan terlebih dahulu melakukan surveilans. “Setelah disetujui, kita akan diundang ke sana untuk melakukan penangkapan,” katanya.

( Kontributor, Abu ) ( Ria ). 

Array
Related posts