Berawal dari tidak dihiraukanya dalam kegiatan olahraga bola voli oleh guru pembimbingnya teryata ini sebagai pemicu kebangkitan di dalam diri untuk berlatih dengan lebih keras dan memberikan semangat yang luar biasa.

( juara 1 Turnamen Bola Voli antar Desa/ Kelurahan se- Kota Batu dan Kec. Pujon di Desa Pandanrejo Bumiaji Kota Batu Tahun 2023. )
Batu, Pendidikannasional.id – Dalam dunia olahraga yang dari dahulu giat untuk dilakukan dalam rangka membentuk dan memberi kesehatan jasmani dan rohani, maka ini salah satu jenis olahraga dari sekian banyak olahraga yang ada di Indonesia yang tidak kalah bagusnya dengan olahraga lainya-lainya yaitu bola voli.
Dengan berkaitan bola voli, ini ada sosok seorang pelopor atau penggerak olah raga tersebut yang tergabung di Junrejo Volly Club ( JVC ) yang kebetulan beliaunya ini bekerja di instansi kepolisian kota batu.
Beliaunya ini asli kelahiran Dusun Kedawung Desa Majang Tengah Kecamatan Dampit Kabupaten Malang, anak ke Dua dari Tiga bersaudara keluarga Bapak Sudiono dan IBu liyati.

( Piagam Penghargaan sebagai Pelopor Penggerak Masyarakat olahraga Bola Voli )
Dalam lingkungan area sebagian besar bertani, maka sudah tidak diragukan lagi bahwa sosok seorang ini dalam masa kecilnya ikut membantu orang tuanya dalam soal olah mengolah tanah untuk bertani, sehingga semenjak usia dini ini mental dan semangat pantang menyerah sudah terbentuk oleh situasi dan keadaan geografis sekitarnya.
Beliau ini mengenal olahraga bola voli semenjak duduk di bangku sekolah dasar ( SD ) pada usia sekitar 11 tahun, berawal melihat orang bermain bola voli lalu sering di suruh mengambilkan bola yang keluar dari lapangan akhirnya beliau ini sedikit demi sedikit belajar bermain bola voli dengan pasing-pasing dan lain-lain.
Beranjak berlanjut sampai ke Sekolah Menengah Pertama ( SMP ) Taman Siswa Turen, disana beliau mulai melatih skill nya dengan mengikuti ekstrakurikuler bola voli yang ada disekokahnya tersebut. Kebetulan dari RBC ( Remaja Bhayangkara Club ) yang dibimbing oleh E S sebagai pelatinya, dan waktu itu menjadi Ketua RBC Turen sekaligus pelatih nya Kabupaten.

Pada waktu setiap ada pertandingan bola voli, beliau ini selalu ditempatkan di bangku cadangan sehingga tergerak di dalam hati rasa iri dan dengki, marah karena tidak bisa ikut dalam setiap perlombaan, sehingga beliau bukan patah semangat yang di dapatkanya malah dengan giat berlatih lebih keras dan penuh semangat.
Setelah lulus sekolah SMP beliau melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi lagi yaitu ke SMK Penerbangan di Singosari malang, beliau menemukan situasi, suasana dan teman baru disana, sosok seorang yang mudah bergaul dan supel kepada siapa saja sehingga disana beliau ini berhasil mengumpulkan teman-temanya yang mempunyai hoby yang sama yaitu bola voli untuk latihan bersama-sama.
Dikarenakan di tempat pendidikanya waktu itu tidak ada tempat berlatih bola voli, maka latihan di lakukan pada area tempat kos- kosan yang kebetulan berdekatan dengan asrama TNI-AU, nah dari situlah akhirnya ramai banyak yang ber main bola voli termasuk para TNI-AU yang berada di asrama tersebut.
Puncaknya dalam acara POPDA di malang utara yang pada waktu itu notabene SMK Penerbangan tidak pernah juara, menjadi masuk juara 1 mengalahkan Kecamatan Lawang dengan skor 3-0 , jadi masa ke emasan bola voli waktu itu pada sekitar tahun 2001.
Setelah lulus SMK Beliau ini mencoba mendaftarkan ke TNI-AU tetapi gagal di tes pantokir, dikarenakan didikan dari kedua orang tua dan letak geografisnya sebagai petani membuat beliau ini pantang menyerah dan putus asah sehingga mempunyai mental baja. Dari kegagalan itu memicu untuk bertambah giat berlatih fisik seperti lari, renang dan tetap bermain bola voli di desa tempat tinggalnya.
Beberapa saat kemudian beliau ini mencoba melanjutkan mendaftarkan diri ke Polri, tahap demi tahap di laluhinya tanpa di sangka berhasil lulus ujian dan masuk menjadi anggota Polri sampai saat ini.
Bertugas dikepolisian pertama kali di Polwil malang setelah beberapa tahun disana lalu ditugaskan di Polres Batu tepatnya sekitar tahun 2006, sempat juara III mewakili Polres Batu dalam kejuaraan bola voli piala Kapolwil malang, pada sekitar tahun 2007 di ajak oleh seniornya untuk menjadi official membawa tiem Junior batu remaja bola voli usia 17 tahun dan mendapat juara 2 se-Jawa Timur di Lumajang.
Selepas bertugas pada saat waktu senggang beliau ini mengadakan latihan bola voli bersama-sama di SDN Junrejo 01 dan berjalan hanya sampai sekitar Enam bulan lamanya di karenakan area tempat latihanya di bangun untuk perpustakaan SD tersebut, akhirnya beliau ini memberanikan diri mencoba menyampaikan ke pimpinan yang pada saat itu Waka Polres Kompol,Firmansah. Untuk memakai lapangan bola voli yang ada di Polres dan teryata di tindak lanjuti dengan baik sehingga sampai saat ini dunia olah raga voli di Junrejo menjadi maju berkembang dengan pesat.
Sosok beliau ini adalah Edi Kinarto, S. H. sebagai Ps. Kanit Propam Polsek Batu Polres Batu, dengan tinggi sekitar 178 cm yang sangat ideal buat olahraga bola voli dan telah mendapat penghargaan dari instansi tempat kerjanya yaitu di kepolisian, penghargaan tersebut di berikan oleh Kapolres Batu sebagai Pelopor Penggerak masyarakat giat olahraga bola voli.
Kapten sapaan akrapnya menyampaikan ke awak media, mempunyai harapan kedepan bahwa olahraga bola voli kedepan terus berkembang, semangat tetap giat berlatih terus maju.
” Voli lah sebelum bola voli itu di larang, meraih juara itu mudah tetapi memperjuangkan untuk mempertahankanya itu yang sulit, maka kedepan kami ( tiem ) untuk lebih keras dan lebih giat semangat berlatih. ” Paparnya.
Untuk diketahui bahwa tiem ini bukan hanya dari Junrejo saja tetapi dari desa-desa yang lain juga untuk berlatih bersama-sama, tempat latihanya di lapangan bola voli Polres Batu setiap hari Senin, Rabu dan Jum’at pada sore hari sekitar jam 16.00 sampai selesai. ( Red ).




