Kolaborasi Wisata Mikutopia dan Santerra De Laponte Hadirkan Tiket Bundling, Perkuat Daya Tarik Pariwisata Batu–Malang
BATU, Pendidikannasional.id – Inovasi dalam pengembangan sektor pariwisata terus dilakukan melalui berbagai pendekatan kolaboratif. Salah satunya diwujudkan melalui program tiket bundling antara destinasi wisata Mikutopia di Kota Batu dan Santerra De Laponte di Kabupaten Malang. Program ini menjadi terobosan menarik dalam memperluas pilihan rekreasi wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekosistem pariwisata di kawasan Batu–Malang.
Kolaborasi tersebut menawarkan pengalaman berwisata yang lebih terintegrasi dengan menghubungkan dua destinasi unggulan yang memiliki karakter dan daya tarik berbeda. Selain memberikan alternatif perjalanan yang lebih ekonomis, program ini diharapkan mampu meningkatkan minat kunjungan wisatawan serta memperpanjang pengalaman rekreasi selama berada di kawasan Kota Batu dan Kabupaten Malang.

Keistimewaan lainnya terletak pada jalur perjalanan yang melewati bentang alam perbukitan khas kawasan Batu–Malang. Lanskap alam yang menawarkan udara sejuk dan panorama pegunungan menjadi nilai tambah tersendiri bagi wisatawan. Dengan demikian, perjalanan menuju destinasi tidak hanya menjadi aktivitas berpindah tempat, tetapi juga bagian dari pengalaman wisata yang menarik.
Harga Tiket Bundling Reguler dan Terusan
Program tiket bundling ini ditawarkan melalui dua pilihan, yakni tiket reguler dan tiket terusan, dengan penyesuaian harga berdasarkan hari kunjungan.
Untuk tiket reguler, wisatawan dapat menikmati penawaran dengan harga:
Weekday: Rp60.000.
Weekend: Rp70.000.
Sementara itu, tiket terusan ditawarkan dengan harga:
Weekday: Rp130.000.
Weekend: Rp160.000.
Khusus tiket terusan, wisatawan memperoleh fasilitas termasuk wahana dan masa berlaku selama dua hari. Skema ini memberikan keleluasaan bagi pengunjung untuk mengatur waktu kunjungan sekaligus menikmati pengalaman wisata di kedua destinasi secara lebih optimal.
Baca Juga : https://pendidikannasional.id/daerah/mikutopia-untuk-hari-jadi-kota-batu-ke-25/
Kehadiran pilihan tiket tersebut menjadi alternatif bagi wisatawan yang menginginkan pengalaman rekreasi dengan pertimbangan efisiensi biaya dan waktu. Program ini juga berpotensi mendorong wisatawan untuk tidak hanya mengunjungi satu destinasi, tetapi turut mengeksplorasi daya tarik wisata lain yang berada dalam satu kawasan perjalanan.
Mikutopia Dorong Kolaborasi dan Penguatan Ekosistem Pariwisata
Operational Manager Mikutopia, Panji, menyampaikan bahwa gagasan menghadirkan tiket bundling berangkat dari pengamatan terhadap tingginya potensi kunjungan wisatawan ke Kota Batu. Potensi tersebut, menurutnya, perlu direspons melalui inovasi pelayanan yang memberikan manfaat nyata bagi pengunjung.
“Kami melihat dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu, kami mempunyai niatan untuk memberikan suatu pelayanan yang diperlukan bagi wisatawan dengan harga yang terjangkau melalui tiket bundling ke destinasi wisata Santerra De Laponte,” ujar Panji.

Ia berharap kolaborasi tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap pengembangan pariwisata Kota Batu, khususnya dalam mendorong pelaku usaha pariwisata untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menghadirkan pengalaman terbaik bagi wisatawan.
Lebih dari itu, Panji memandang kolaborasi antardestinasi sebagai salah satu langkah konstruktif untuk membangun iklim usaha pariwisata yang saling mendukung, sehingga manfaat pertumbuhan sektor wisata dapat dirasakan tidak hanya oleh pengelola destinasi, tetapi juga masyarakat di sekitarnya.
Kolaborasi sebagai Strategi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan
Dalam perspektif pengembangan ekonomi pariwisata, tiket bundling merupakan salah satu strategi untuk membangun keterhubungan antardestinasi atau tourism connectivity. Melalui pendekatan ini, wisatawan memperoleh kemudahan dalam merencanakan perjalanan, sedangkan pelaku usaha memiliki peluang memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan potensi kunjungan.
Kota Batu dan Kabupaten Malang memiliki kekayaan potensi wisata alam, budaya, rekreasi, serta ekonomi kreatif yang saling melengkapi. Oleh karena itu, sinergi antarpelaku usaha menjadi elemen penting dalam membangun kawasan pariwisata yang lebih kompetitif.
Program bundling Mikutopia dan Santerra De Laponte diharapkan dapat menjadi salah satu contoh konkret bahwa pengembangan pariwisata tidak selalu harus bertumpu pada persaingan antardestinasi. Sebaliknya, kolaborasi dan penciptaan nilai bersama dapat menjadi fondasi untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionalcom?si=UjXPUpkON2ZP7j8f
https://instagram.com/pendidikannasional.id?obrf=MW5nZXZzYnBldWF6Ng==
https://www.facebook.com/share/1GUDtH83hq
Pada akhirnya, keberhasilan sektor pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan, tetapi juga dari sejauh mana aktivitas wisata mampu menciptakan nilai ekonomi, membuka peluang usaha, memperkuat keterlibatan masyarakat, serta menjaga keberlanjutan destinasi.
Melalui inovasi tiket bundling ini, Mikutopia dan Santerra De Laponte menghadirkan sebuah langkah kolaboratif yang diharapkan dapat memperkuat daya tarik kawasan wisata Batu–Malang sekaligus memberikan pilihan rekreasi yang lebih terjangkau, nyaman, dan berkesan bagi masyarakat maupun wisatawan dari berbagai daerah.
Penulis : Riadi.
Editor : Tim Redaksi Pendidikannasional.id.






