MI Bustanul Ulum Peringati Maulid Nabi dengan 70.000 Sholawat

MI Bustanul Ulum Peringati Maulid Nabi dengan 70.000 Selawat, Perkuat Pendidikan Karakter Siswa

Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Bustanul Ulum tidak berhenti pada kegiatan seremonial keagamaan. Momentum tersebut dikembangkan menjadi ruang edukasi spiritual untuk memperkuat akhlakul karimah, kejujuran, kepedulian sosial, serta pembentukan karakter peserta didik.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (8/9/2026) pagi itu mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah untuk Mewujudkan Pribadi yang Unggul dan Berkarakter.” Seluruh rangkaian kegiatan diikuti Kepala MI Bustanul Ulum , jajaran dewan guru, para wali kelas, serta seluruh siswa-siswi madrasah yang jumlahnya sekitar 840 peserta didik.

Tampak antusias kepala sekolah beserta seluruh dewan guru bersama sama para siswa siswi MI Bustanul Ulum ketika memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Tampak antusias kepala sekolah beserta seluruh dewan guru bersama sama para siswa siswi MI Bustanul Ulum ketika memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Salah satu agenda utama dalam peringatan tersebut adalah pembacaan 70.000 sholawat secara bersama-sama. Setiap siswa diarahkan membaca 100 kali sholawat sehingga secara akumulatif ditargetkan mencapai 70.000 pembacaan. 

Kepala MI Bustanul Ulum, H. SR. Fauzi S.Pd mengemukakan bahwa kegiatan tersebut memiliki dua orientasi utama, yakni membangun karakter dan akhlakul karimah sekaligus membiasakan peserta didik memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui amalan selawat dan doa bersama.

Kepala MI Bustanul Ulum, H. SR. Fauzi S.Pd, ketika memberikan arahan kepada siswa siswi nya dalam sesi pemutaran film yang ditonton bersama sama.
Kepala MI Bustanul Ulum, H. SR. Fauzi S.Pd, ketika memberikan arahan kepada siswa siswi nya dalam sesi pemutaran film yang ditonton bersama sama.

Menurut Fauji, pendidikan karakter tidak cukup disampaikan melalui teori di ruang kelas. Nilai-nilai moral perlu dibangun melalui pembiasaan dan keteladanan yang kemudian diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/pendidikan/dari-lereng-panderman-untuk-indonesia-siswa-mi-bustanul-ulum-tampilkan-karya-penuh-nasionalisme/

Pembentukan karakter tersebut diarahkan pada tumbuhnya sikap sopan santun, saling menghormati, bertanggung jawab, serta memiliki akhlak terpuji ketika berinteraksi dengan teman sebaya, guru, orang tua, maupun masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin anak-anak menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari. Nilai-nilai akhlakul karimah harus menjadi kebiasaan dalam kehidupan mereka,” demikian substansi pesan Kepala MI Bustanul Ulum Fauji dalam kegiatan tersebut.

Serangkaian kegiatan peringatan Maulid yaitu disisi dengan menghias roti dengan coki-coki.
Serangkaian kegiatan peringatan Maulid yaitu disisi dengan menghias roti dengan coki-coki.

Selain pembentukan karakter, pembacaan 70.000 sholawat dan doa bersama menjadi bagian penting dari ikhtiar spiritual keluarga besar madrasah. Doa dipanjatkan untuk memohon keselamatan, kedamaian, serta perlindungan bagi bangsa Indonesia dan masyarakat dunia dari berbagai cobaan, bencana alam, maupun konflik.

Secara khusus, keluarga besar MI Bustanul Ulum juga mendoakan agar masyarakat Kota Batu senantiasa diberikan keselamatan dan dijauhkan dari berbagai bentuk musibah.

Tampak depan sebelah kanan, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan MI Bustanul Ulum, Iin Khusaini Fatimah, S.Pd, siswi MI, dan petugas dari Coki Coki.
Tampak depan sebelah kanan, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan MI Bustanul Ulum, Iin Khusaini Fatimah, S.Pd, siswi MI, dan petugas dari Coki Coki.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan MI Bustanul Ulum, Iin Khusaini Fatimah, S.Pd., menuturkan bahwa pelaksanaan Maulid Nabi tahun ini dirancang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tidak hanya menggelar selawat bersama, siswa diberikan pengalaman spiritual melalui target pembacaan selawat dalam jumlah besar.

Menurut Iin, kegiatan tersebut merupakan bentuk ikhtiar untuk memohon perlindungan Allah SWT bagi seluruh siswa, sekaligus menanamkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Pembiasaan selawat juga diupayakan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari siswa dengan anjuran membaca 100 kali setelah melaksanakan salat lima waktu.

Tampak ratusan siswa siswi dengan penuh suka  ria mengikuti rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Tampak ratusan siswa siswi dengan penuh suka ria mengikuti rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Rangkaian kegiatan diawali dengan makan bersama Choki-Choki, kemudian dilanjutkan terbang jidor dan Sholawat Asyghil. Setelah itu, kegiatan diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, pembacaan sholawat, Maulid Diba’, pemutaran film pendek, serta ceramah agama.

Menariknya, pemutaran film pendek diarahkan pada tema kejujuran. Materi tersebut dipilih untuk memperkuat pesan bahwa kejujuran merupakan salah satu nilai fundamental yang harus ditanamkan sejak usia dini.

Tampak sangat senang dan gembira ketika menikmati Coki Coki sambil mendengarkan ceramah keagamaan.
Tampak sangat senang dan gembira ketika menikmati Coki Coki sambil mendengarkan ceramah keagamaan.

Melalui tayangan tersebut, siswa diajak memahami bahwa kejujuran harus diwujudkan dalam tindakan konkret, termasuk ketika berkomunikasi dengan guru dan orang tua, berinteraksi dengan teman, maupun ketika melakukan kesalahan.

Pendidikan semacam ini menempatkan madrasah bukan hanya sebagai institusi transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan manusia yang memiliki integritas. Pengetahuan yang tidak disertai karakter berisiko kehilangan orientasi moral, sementara karakter yang baik menjadi fondasi bagi tumbuhnya generasi yang bertanggung jawab.

Tampak anak anak yang ceria dan senang duduk bersama sembari menikmati kue.
Tampak anak anak yang ceria dan senang duduk bersama sembari menikmati kue.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MI Bustanul Ulum pada akhirnya menjadi momentum untuk mempertemukan pendidikan keagamaan dengan pendidikan karakter. Pesan utamanya sederhana namun fundamental: Rasulullah SAW harus ditempatkan sebagai teladan dalam membangun pribadi yang jujur, santun, bertanggung jawab, peduli, dan berakhlak mulia.

Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Melalui pembiasaan tersebut, madrasah berharap para siswa tidak hanya memahami nilai-nilai Islam secara akademis, tetapi mampu menghidupkannya dalam perilaku sehari-hari. Dengan demikian, pendidikan di MI Bustanul Ulum diharapkan turut melahirkan generasi yang unggul secara intelektual sekaligus kokoh secara moral dan spiritual.

 

Penulis : Riadi. 

Editor : Tim Redaksi Pendidikannasional.id.

 

Array
Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *