Setahun IshK Tolaram Eye Centre di Kota Batu 510 Pasien Jalani Operasi Katarak Gratis

Satu Tahun IshK Tolaram Eye Centre, 510 Pasien Jalani Operasi Katarak Gratis dan 2.200 Warga Dapat Pemeriksaan Mata

Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID — Satu tahun perjalanan IshK Tolaram Foundation Eye Centre di Kota Batu tidak sekadar menandai usia sebuah fasilitas pelayanan kesehatan. Di balik peringatan anniversary pertama yang digelar di Jalan Indragiri, Kelurahan Pesanggrahan, Kota Batu, Sabtu (5/9/2026) siang, tersimpan sebuah ikhtiar kemanusiaan untuk mengembalikan penglihatan, kemandirian, sekaligus kualitas hidup masyarakat.

Peringatan satu tahun tersebut dirangkai dengan peluncuran Global Grant: Gift of Sight, sebuah program kolaboratif yang melibatkan Rotary Foundation dan jejaring Rotary dari berbagai negara untuk memperluas pelayanan kesehatan mata, termasuk operasi katarak gratis dan pemeriksaan mata bagi anak-anak sekolah.

Kedatangan tamu dari Mancanegara disambut dengan bersuka ria oleh anak anak sekolah.
Kedatangan tamu dari Mancanegara disambut dengan bersuka ria oleh anak anak sekolah.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan. Hadir Wali Kota Batu Nurochman, Wakil Wali Kota Batu, mantan Wali Kota Batu periode 2017–2022 sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Dewanti Rumpoko, Founder IshK Tolaram Foundation Mohan Vaswani beserta Ibu Kavita Vaswani, jajaran Board Member IshK Tolaram Foundation, Dr. Shahul Hameed, Direktur Eye Centre dr. Rahmat Hidayat Setiawan, unsur TNI, jajaran Pemerintah Kota Batu, perwakilan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, District Governor Rotary District 3420, para Rotarian, dokter, tenaga kesehatan, serta para tamu undangan.

Rangkaian acara diawali dengan pertunjukan tari budaya yang berlangsung meriah sebagai bentuk penyambutan para tamu, termasuk tamu dari mancanegara. Nuansa keberagaman kemudian diperkuat melalui doa lintas agama yang menjadi bagian penting dari keseluruhan prosesi.

Kesenian adat budaya juga turut serta menyambut kedatangan tamu dari Mancanegara.
Kesenian adat budaya juga turut serta menyambut kedatangan tamu dari Mancanegara.

Pesan yang dibangun dalam perayaan tersebut sederhana, tetapi memiliki makna yang mendalam: penglihatan bukan sekadar fungsi biologis mata, melainkan pintu menuju kemandirian, pendidikan, produktivitas, dan martabat manusia.

Setahun, Lebih dari 2.200 Orang Diperiksa

Direktur IshK Tolaram Eye Centre, dr. Rahmat Hidayat Setiawan, mengatakan perjalanan satu tahun tersebut menjadi momentum untuk menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung keberadaan fasilitas kesehatan mata tersebut.

Direktur IshK Tolaram Eye Centre, dr. Rahmat Hidayat Setiawan,ketika di lokasi.
Direktur IshK Tolaram Eye Centre, dr. Rahmat Hidayat Setiawan,ketika di lokasi.

Menurutnya, sejak November 2025 hingga Agustus 2026, pihaknya telah melakukan pemeriksaan mata terhadap lebih dari 2.200 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 510 pasien telah menjalani operasi katarak secara gratis.

“Dalam perjalanan selama satu tahun ini, ada banyak hal yang ingin kami syukuri. Kami juga mengucapkan terima kasih atas kerja sama dari berbagai pihak, baik donor, mitra, maupun pemangku kepentingan setempat yang telah mendukung keberadaan kami di Kota Batu untuk menjalankan misi kemanusiaan dari IshK Tolaram Foundation,” ujar Rahmat.

Tampak antusias serta terpukau dan senang dengan tarian budaya yang ditampilkan.
Tampak antusias serta terpukau dan senang dengan tarian budaya yang ditampilkan.

Angka tersebut, menurutnya, bukan sekadar statistik pelayanan. Setiap pemeriksaan dan operasi membawa konsekuensi sosial yang lebih luas karena kemampuan melihat berhubungan langsung dengan kemampuan seseorang untuk belajar, bekerja, beraktivitas, dan menjalankan kehidupan secara mandiri.

Karena itu, keberadaan pusat pelayanan mata tidak hanya dapat dipandang dari perspektif medis, tetapi juga sebagai bagian dari investasi sosial dan pembangunan kualitas manusia.

Luncurkan Global Grant “Gift of Sight”

Momentum anniversary pertama semakin bermakna dengan diluncurkannya Global Grant: Gift of Sight.

Program tersebut merupakan hasil kerja sama dengan The Rotary Foundation dan jaringan Rotary internasional. Hibah tersebut diarahkan untuk mendukung penyediaan peralatan medis, pelayanan sosial, operasi katarak gratis, serta penguatan program kesehatan mata masyarakat.

Tampak Board Member IshK Tolaram Foundation, Dr. Shahul Hameed,ketika menyambut kehadiran Wali Kota Batu.
Tampak Board Member IshK Tolaram Foundation, Dr. Shahul Hameed,ketika menyambut kehadiran Wali Kota Batu.

Board Member IshK Tolaram Foundation, Dr. Shahul Hameed, dalam sambutannya menegaskan bahwa program tersebut pada hakikatnya bukan hanya berbicara tentang peralatan medis ataupun besarnya nilai hibah.

“Ini adalah tentang penglihatan. Ini adalah tentang kemandirian, kesempatan, harapan, dan pada akhirnya tentang mengembalikan martabat manusia,” demikian inti pesan yang disampaikannya dalam bahasa Inggris dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Tampak tamu dari Mancanegara memasuki tempat yang telah disediakan.
Tampak tamu dari Mancanegara memasuki tempat yang telah disediakan.

Menurut Shahul, seseorang yang kehilangan penglihatan sering kali kehilangan lebih dari sekadar kemampuan melihat. Kondisi tersebut dapat berimplikasi pada kemampuan bekerja, kemandirian, rasa percaya diri, hingga posisi seseorang dalam kehidupan sosial.

Sebaliknya, ketika penglihatan dipulihkan, dampaknya dapat menjalar ke berbagai aspek kehidupan.

Seorang ibu dapat kembali melihat wajah anaknya. Seorang lanjut usia dapat berjalan tanpa sepenuhnya bergantung kepada orang lain. Seorang pekerja dapat kembali mencari nafkah. Sementara seorang anak dapat kembali melihat papan tulis di ruang kelas dan memiliki kesempatan untuk membangun cita-citanya.

“Di balik setiap operasi, ada sebuah keluarga. Di balik setiap pemeriksaan mata anak, ada masa depan. Dan di balik setiap pasang mata, ada sebuah cerita,” menjadi salah satu pesan penting dalam sambutan tersebut.

Hibah Lebih dari USD124.000

Global Grant tersebut memiliki nilai lebih dari USD124.000.

Tampak dari Philipina dan Singapura juga hadir didalam Anniversary ke 1 IshK Tolaram.
Tampak dari Philipina dan Singapura juga hadir didalam Anniversary ke 1 IshK Tolaram.

Dana hibah tersebut akan diarahkan untuk penyediaan peralatan modern dan berbagai kegiatan pelayanan dengan sejumlah target, antara lain mendukung 200 operasi katarak, pemeriksaan mata terhadap 500 anak, pelatihan 100 guru, serta edukasi kesehatan mata kepada 300 orang tua.

Target tersebut menunjukkan bahwa pendekatan yang dibangun tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga mulai diarahkan pada aspek promotif dan preventif.

Tampak Wali Kota Batu disambut baik oleh Direktur IshK Tolaram.
Tampak Wali Kota Batu disambut baik oleh Direktur IshK Tolaram.

Pemeriksaan mata anak sekolah, misalnya, memiliki nilai strategis karena gangguan penglihatan yang tidak terdeteksi dapat memengaruhi proses belajar. Anak yang mengalami gangguan penglihatan dapat menghadapi kesulitan mengikuti pembelajaran, membaca materi di papan tulis, maupun berinteraksi secara optimal dalam lingkungan pendidikan.

Karena itu, deteksi dini menjadi bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah.

Rotary dan Semangat Kolaborasi Lintas Negara

Shahul juga memberikan apresiasi kepada berbagai klub dan distrik Rotary yang berkontribusi terhadap terwujudnya Global Grant tersebut.

Tampak Owner IshK Tolaram menyambut dengan baik kedatangan Wali Kota Batu.
Tampak Owner IshK Tolaram menyambut dengan baik kedatangan Wali Kota Batu.

Rotary Club of Malang Central dan District 3420 disebut sebagai tuan rumah sekaligus bagian penting dalam pelaksanaan program. Dukungan juga datang dari mitra internasional, termasuk Rotary Club of Taishan di Taipei dan District 3490.

Selain itu, District 3820 dari Filipina memberikan kontribusi sebesar USD18.000, sementara Rotary Club of Izumi dari Jepang memberikan USD3.000.

Kontribusi tersebut, bersama dukungan dari berbagai distrik dan klub Rotary lainnya di sejumlah negara, dipadukan dengan dukungan World Fund dari The Rotary Foundation untuk membentuk satu program Global Grant yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat.

Tampak suasana khidmat didalam menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Tampak suasana khidmat didalam menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Pesan yang ingin ditegaskan adalah bahwa kemanusiaan tidak berhenti pada batas wilayah administratif maupun negara.

Kontribusi yang diberikan ribuan kilometer dari Kota Batu dapat berujung pada pulihnya penglihatan seorang warga di Jawa Timur.

Dalam perspektif tersebut, kerja sama internasional tidak sekadar menjadi hubungan kelembagaan, melainkan dapat diterjemahkan menjadi tindakan konkret yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Tarian pembuka yang menarik dan memukau para tamu mancanegara.
Tarian pembuka yang menarik dan memukau para tamu mancanegara.

Tolaram Foundation: Filantropi yang Diterjemahkan Menjadi Pelayanan

Dalam kesempatan tersebut, apresiasi khusus juga diberikan kepada Tolaram Foundation yang telah membangun dan mengembangkan pusat pelayanan mata di Kota Batu.

Keberadaan fasilitas tersebut merupakan bagian dari komitmen yayasan untuk membantu mencegah kebutaan yang sebenarnya dapat dihindari sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan mata.

Tampak di perlihatkan vidio perjalanan IshK Tolaram kepada seluruh hadirin.
Tampak di perlihatkan vidio perjalanan IshK Tolaram kepada seluruh hadirin.

Shahul menilai kontribusi Tolaram Foundation memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar pembangunan fasilitas kesehatan.

Menurutnya, yang menjadi inti adalah komitmen untuk melayani masyarakat yang memiliki keterbatasan akses maupun kemampuan ekonomi, serta memastikan pelayanan diberikan dengan penghormatan dan kepedulian terhadap pasien.

“Kita tidak sekadar memberi kepada Yayasan Rotary, tetapi kita memberi melalui Yayasan Rotary,” menjadi salah satu filosofi yang disampaikan dalam sambutan tersebut.

Filosofi itu menggambarkan bagaimana dana filantropi dapat dikonversi menjadi pelayanan medis, peralatan kesehatan, operasi, pendidikan, serta pada akhirnya menjadi harapan dan martabat bagi penerima manfaat.

Wali Kota Batu: Fasilitas Kesehatan Harus Memberi Manfaat Nyata

Sementara itu, Wali Kota Batu Nurochman mengatakan bahwa perjalanan satu tahun IshK Tolaram Eye Centre menunjukkan bahwa keberadaan fasilitas kesehatan akan memiliki arti yang jauh lebih besar apabila mampu menghadirkan akses dan manfaat nyata bagi masyarakat.

Wali Kota Batu, Nurochman, S. H., M. H ketika memberikan sambutanya di dalam acara Anniversary ke 1 IshK Tolaram.
Wali Kota Batu, Nurochman, S. H., M. H ketika memberikan sambutanya di dalam acara Anniversary ke 1 IshK Tolaram.

Ia mengapresiasi kontribusi IshK Tolaram Foundation dalam mendukung pelayanan kesehatan mata di Kota Batu dan wilayah sekitarnya.

“Sejak diresmikan pada tanggal 6 September 2025, East Tolaram Eye Center telah menunjukkan bahwa kehadiran sebuah fasilitas kesehatan akan menjadi jauh lebih berarti ketika mampu menghadirkan akses dan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Nurochman.

Menurutnya, pelayanan kesehatan mata memiliki posisi strategis karena kesehatan mata berkaitan erat dengan kemampuan seseorang untuk belajar, bekerja, berkarya, dan menjalani kehidupan secara mandiri.

Tampak Wali Kota Batu berkesempatan memberikan apresiasinya kepada anak Sekolah Dasar.
Tampak Wali Kota Batu berkesempatan memberikan apresiasinya kepada anak Sekolah Dasar.

Nurochman juga menyoroti capaian Akreditasi Paripurna yang telah diraih pusat pelayanan tersebut.

Bagi Pemerintah Kota Batu, kata dia, akreditasi tersebut bukan semata-mata penghargaan, tetapi menjadi indikator bahwa aspek mutu pelayanan, tata kelola, dan keselamatan pasien mendapat perhatian serius.

“Kolaborasi seperti inilah yang ingin terus kita tumbuhkan di Kota Batu—bukan sekadar menghadirkan fasilitas, melainkan memastikan bahwa fasilitas tersebut benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Pemkot Batu Dukung Perluasan Pemeriksaan Mata Anak

Ke depan, kerja sama antara pusat pelayanan mata dengan pemerintah daerah diarahkan pada pengembangan program pemeriksaan mata bagi anak-anak sekolah.

dr. Rahmat Hidayat Setiawan menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan. Program tersebut nantinya diharapkan dapat melibatkan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta pemerintah daerah di Kota Batu, Kabupaten Malang, dan Kota Malang.

Berkesempatan juga Owner IshK Tolaram memberikan apresiasi kepada anak Sekolah Dasar.
Berkesempatan juga Owner IshK Tolaram memberikan apresiasi kepada anak Sekolah Dasar.

Program tersebut menjadi langkah penting karena kesehatan mata anak merupakan bagian dari ekosistem pendidikan.

Gangguan penglihatan yang tidak terdeteksi sejak dini berpotensi menjadi hambatan dalam proses pembelajaran. Sebaliknya, pemeriksaan secara berkala memungkinkan adanya deteksi lebih awal sehingga anak dapat memperoleh penanganan sesuai kebutuhan.

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/news/sport-tourism-kota-batu-mendunia-wali-kota-batu-siapkan-landing-zone-bertaraf-internasional/

Pendekatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pelayanan kesehatan mata tidak semestinya berhenti ketika seseorang sudah mengalami gangguan penglihatan. Pencegahan dan deteksi dini perlu menjadi bagian integral dari kebijakan kesehatan masyarakat.

Tahun Kedua: Memperluas Akses dan Kesadaran Masyarakat

Memasuki tahun kedua, IshK Tolaram Eye Centre berharap semakin dikenal masyarakat luas sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan mata yang dapat diakses oleh masyarakat.

Rahmat mengatakan, pihaknya akan terus membuka pelayanan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh akses pengobatan maupun operasi katarak.

“Kami berharap IshK Tolaram semakin dikenal oleh masyarakat luas. Dengan begitu, masyarakat tahu ke mana harus mencari pelayanan kesehatan mata yang berkualitas. Khususnya bagi mereka yang mengalami kesulitan akses, mereka tahu dapat datang ke IshK Tolaram,” ujarnya.

Tampak Wali Kota Batu bersama Owner beserta Rotary dan Direktur bersama sama anak Sekolah Dasar.
Tampak Wali Kota Batu bersama Owner beserta Rotary dan Direktur bersama sama anak Sekolah Dasar.

Ia menambahkan, program operasi katarak bagi masyarakat yang membutuhkan akan terus dibuka secara berkala.

Pada saat yang sama, pengembangan pemeriksaan mata anak sekolah diharapkan menjadi babak baru dalam perjalanan pusat pelayanan tersebut.

Jika program tersebut dapat dilaksanakan secara konsisten dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, maka manfaatnya bukan hanya dirasakan oleh pasien hari ini, tetapi juga berpotensi menjadi investasi kesehatan bagi generasi mendatang.

Dari “Gift of Sight” Menuju Gift of Life

Peringatan satu tahun IshK Tolaram Eye Centre akhirnya tidak berhenti pada seremoni anniversary.

Wali Kota Batu ketika pemukulan gong sebagai tanda resmi di Luncurkanya Global Grant “Gift of Sight”
Wali Kota Batu ketika pemukulan gong sebagai tanda resmi di Luncurkanya Global Grant “Gift of Sight”

Di dalamnya terdapat sebuah pesan pembangunan manusia yang jauh lebih substantif: ketika penglihatan seseorang dipulihkan, yang dipulihkan bukan hanya fungsi mata, tetapi juga peluang untuk menjalani kehidupan secara lebih mandiri.

Karena itu, operasi katarak, pemeriksaan mata anak, pelatihan guru, dan edukasi kepada orang tua dalam Global Grant “Gift of Sight” memiliki makna yang melampaui angka target program.Ia merupakan investasi terhadap manusia.

Tampak Wali Kota Batu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, beserta perwakilan Rotary dan IshK Tolaram.
Tampak Wali Kota Batu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, beserta perwakilan Rotary dan IshK Tolaram.

Di Kota Batu, sebuah kerja kemanusiaan yang bermula dari kepedulian kemudian bertemu dengan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, tenaga kesehatan, organisasi sosial, Rotary, donor, dan masyarakat.

Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Dari sana lahir sebuah ekosistem pelayanan yang diharapkan mampu memperluas akses kesehatan mata sekaligus mengurangi hambatan yang selama ini dihadapi masyarakat.

Sebab pada akhirnya, sebagaimana pesan yang mengemuka dalam peringatan tersebut, kemanusiaan tidak mengenal batas negara, bahasa, maupun budaya. Dan ketika kepedulian diterjemahkan menjadi tindakan nyata, satu pasang mata yang kembali melihat dapat menjadi awal dari sebuah kehidupan yang kembali memiliki harapan.

 

Penulis : Riadi. 

Editor : Tim Redaksi Pendidikannasional.id.

 

 

Array
Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *