21 Karateka INKAI Kota Batu Tampil di Yogyakarta Open, Raih 24 Medali

21 Karateka INKAI Kota Batu Tampil di Yogyakarta Open Tournament VI 2026, Raih 24 Medali

Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID — Pada beberapa hari yang lalu sebanyak 21 karateka dari Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) Kota Batu yang tergabung dalam Texas Karate Team ambil bagian dalam Yogyakarta Open Tournament (YOT) VI 2026 Piala Kemenpora. Kejuaraan yang berlangsung di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), 28–30 Agustus 2026, tersebut menjadi ruang penting bagi para atlet muda untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun mental bertanding pada level nasional dan internasional.

YOT VI 2026 diikuti lebih dari 200 kontingen dengan jumlah peserta mencapai sekitar 5.100 karateka. Kompetisi tersebut juga diikuti tiga kontingen dari luar negeri, yakni Papua Nugini, Nigeria, dan Filipina, sehingga memberikan pengalaman tersendiri bagi atlet-atlet Indonesia yang berkesempatan berhadapan langsung dengan karateka dari negara lain.

 

Tampak salah satu atlit dari INKAI Kota Batu, Putri bertanding dengan DKI Jakarta.
Tampak salah satu atlit dari INKAI Kota Batu, Putri bertanding dengan DKI Jakarta.

Dalam kejuaraan tersebut, Texas Karate Team menurunkan 21 atlet dengan didampingi satu official sekaligus pelatih, Muhammad Aziz, S.Pd., dari INKAI Wijaya.

Pada kategori open, Texas Karate Team berhasil meraih satu medali perak melalui Alkhalifi Abdillah, yang tampil pada nomor kata perorangan putra kategori usia dini. Sementara itu, pada kategori festival, para karateka Texas Karate Team mencatatkan raihan 19 medali emas dan empat medali perak.

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/olahraga/kembali-bergeliat-turnamen-karate-di-batu-jadi-ajang-pencarian-bakat-muda/

Muhammad Aziz mengatakan, capaian tersebut bukan semata-mata mengenai jumlah medali, melainkan juga keberanian para atlet untuk memasuki lingkungan kompetisi yang lebih luas.

Tampak Muhammad Azis ketika bersama para Atlit nya.
Tampak Muhammad Azis ketika bersama para Atlit nya.

Ia mengaku bersyukur sekaligus bangga karena anak-anak asuhnya mampu mengambil bagian dalam kompetisi dengan atmosfer pertandingan yang kompetitif.

“Sebagai pelatih saya merasa senang karena anak-anak sudah berani ikut bertanding di level internasional ini. Kami juga bisa bertanding melawan atlet-atlet dari kota besar seperti Jakarta, Kalimantan, Yogyakarta, bahkan berkesempatan bertemu dengan atlet dari Filipina,” ujarnya.

Tampak Kontingen dari INKAI Kota Batu ketika awal berangkat menuju Yogyakarta.
Tampak Kontingen dari INKAI Kota Batu ketika awal berangkat menuju Yogyakarta.

Menurutnya, pengalaman menghadapi lawan dengan latar belakang daerah maupun negara yang berbeda merupakan bagian penting dalam proses pembentukan atlet. Kompetisi tidak hanya menguji kemampuan teknik, tetapi juga konsentrasi, keberanian, disiplin, sportivitas, dan kemampuan mengendalikan diri ketika berada di bawah tekanan pertandingan.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi pijakan bagi atlet Texas Karate Team untuk meningkatkan kualitas latihan secara berkelanjutan.

Tampak ketika kesemua para atlit dan pelatih bergembira bersama sama.
Tampak ketika kesemua para atlit dan pelatih bergembira bersama sama.

“Harapan ke depannya semoga atlet-atlet kami bisa berkembang lebih baik lagi, lebih disiplin dalam berlatih, dan lebih percaya diri,” katanya.

Salah satu prestasi yang turut menjadi perhatian datang dari Putri Nathania Benita, siswi kelas 8F SMP Negeri 02 Batu. Putri berhasil meraih Juara I Kata Perorangan SMP Putri sekaligus Juara I Kumite SMP Putri kelas -45 kilogram.

Tampak Wakil Kepala Sekolah SMPN 02 Batu ketika bersama siswinya yang memperoleh medali emas pada Kejuaraan Karate Internasional di Yogyakarta.
Tampak Wakil Kepala Sekolah SMPN 02 Batu ketika bersama siswinya yang memperoleh medali emas pada Kejuaraan Karate Internasional di Yogyakarta.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Negeri 02 Batu, Raditta Wahyu Pratiwi, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi Putri merupakan refleksi dari kerja keras, kedisiplinan, semangat berlatih, serta keberanian untuk menghadapi tantangan.

Ia juga menekankan bahwa prestasi peserta didik tidak harus selalu berada pada bidang akademik. Sekolah memiliki tanggung jawab untuk memberikan ruang bagi setiap murid dalam mengembangkan potensi masing-masing, baik olahraga, seni, organisasi, teknologi, maupun bidang lainnya.

“Prestasi Putri menjadi bukti bahwa setiap murid memiliki potensi dan kehebatan masing-masing,” tutur Raditta.

Tampak Putri Nathania Benita ketika di lokasi dengan medali emasnya.
Tampak Putri Nathania Benita ketika di lokasi dengan medali emasnya

Sementara itu, Putri Nathania Benita berharap pencapaiannya dapat menjadi langkah awal untuk berkembang lebih jauh sebagai atlet karate. Ia memiliki harapan untuk dapat mewakili Kota Batu sekaligus membawa nama baik sekolah serta kedua orang tuanya. 

Dukungan juga datang dari orang tua Putri, Gaguk dan Yusnita. Mereka mengaku senang dengan adanya kejuaraan karate berskala internasional karena kompetisi semacam itu dinilai dapat membantu membentuk mental sekaligus meningkatkan motivasi anak untuk terus mengikuti pertandingan berikutnya.

Tampak Putri bersama IBundanya ketika sesuai pertandingan.
Tampak Putri bersama IBundanya ketika sesuai pertandingan.

“Sebagai orang tua kami sangat senang diadakannya kejuaraan karate internasional karena bisa melatih mental dan menambah semangat anak untuk ikut kejuaraan internasional berikutnya,” ungkapnya.

Yogyakarta Open Tournament VI 2026 pada akhirnya tidak hanya menjadi arena perebutan medali. Bagi para karateka muda Kota Batu, kompetisi tersebut merupakan laboratorium pengalaman untuk mengukur kemampuan, membangun karakter sportif, serta memahami bahwa prestasi olahraga lahir dari proses panjang yang membutuhkan konsistensi latihan, kedisiplinan, keberanian dan dukungan lingkungan.

Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Dari tatami pertandingan di Yogyakarta, para atlet muda Kota Batu membawa pulang bukan hanya medali, tetapi juga pengalaman yang dapat menjadi modal penting untuk menapaki jenjang pembinaan prestasi yang lebih tinggi.

 

Penulis : Riadi. 

Editor : Tim Redaksi Pendidikannasional.id.

 

Array
Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *