4.000 lebih Siswa SD/MI Se-Kota Batu Padati Gerak Jalan Sehat & Pentas Seni, Ini Tujuan Besarnya

Sinergi Pembentukan Karakter dan Jiwa Nasionalisme Generasi Muda Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Terintegrasi di Kota Batu

Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Transformasi pendidikan abad ke-21 meniscayakan penguatan kapasitas akademis yang berimbang dengan penanaman nilai-nilai karakter, nasionalisme, dan kecakapan sosial secara holistik. Konsep outdoor learning yang dikolaborasikan dengan aktivitas fisik dan seni budaya menjadi wahana strategis dalam merealisasikan Profil Pelajar Pancasila. Praktik baik ini terwujud dalam perhelatan tahunan gerak jalan sehat dan pentas apresiasi seni siswa Sekolah Dasar serta Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan Batu, yang digelar pada Kamis (20/8/2026) di Res Area Mayangsari, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu.

Plt. Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Batu, Dina Susanti, S.H., menegaskan bahwa orientasi pendidikan dasar saat ini harus berfokus pada pembentukan pondasi karakter yang kokoh.

Plt. Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Batu, Dina Susanti, S.H.,ketika memberikan keteranganya ke awak media.
Plt. Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Batu, Dina Susanti, S.H.,ketika memberikan keteranganya ke awak media.
Tampak pembukaan jalan sehat yang di buka oleh panitia.
Tampak pembukaan jalan sehat yang di buka oleh panitia.

“Kegiatan kolaboratif seperti ini memiliki nilai substantif yang positif bagi perkembangan anak. Di samping mempererat tali silaturahmi antarlembaga pendidikan, aktivitas kelompok secara terbuka mampu menginternalisasi nilai gotong royong dan rasa cinta tanah air secara natural,” ujarnya saat membuka acara.

Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Batu sekaligus Kepala SDN Ngaglik 2, Mohammad Mustain, M.Ag., menjelaskan bahwa agenda tahunan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ini dirancang sebagai bentuk outdoor learning yang komprehensif. Melalui sinergi antara K3S, Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGOR), dan Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi), kegiatan ini berhasil mengonsolidasikan 45 lembaga pendidikan negeri dan swasta dengan keterlibatan lebih dari 4.000 siswa.

 

Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Batu sekaligus Kepala SDN Ngaglik 2, Mohammad Mustain, M.Ag ketika memberikan keteranganya ke awak media.
 Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Batu sekaligus Kepala SDN Ngaglik 2, Mohammad Mustain, M.Ag ketika memberikan keteranganya ke awak media.
Tampak kepala sekolah bersama sama dalam kegiatan jalan sehat SD/ MI se Kecamatan Batu.
Tampak kepala sekolah bersama sama dalam kegiatan jalan sehat SD/ MI se Kecamatan Batu.

“Metodologi pembelajaran tidak boleh terbatas pada ruang-ruang kelas yang kaku. Melalui rute gerak jalan sepanjang tiga kilometer yang dikombinasikan dengan uji ketangkasan dan apresiasi seni, para siswa diajak untuk memahami nilai nasionalisme, sportivitas, dan kedisiplinan secara langsung di lapangan,” papar Mustain.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Bapopsi Kecamatan Batu yang juga menjabat sebagai Kepala SDN Sisir 6, Tri Pangestuti, S.Pd., menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun iklim pendidikan yang kondusif. Menurutnya, konsistensi penyelenggaraan kegiatan ini secara berturut-turut merupakan komitmen bersama untuk menciptakan ekosistem sekolah yang sehat dan berdaya saing tinggi.

 

Ketua Bapopsi Kecamatan Batu yang juga menjabat sebagai Kepala SDN Sisir 6, Tri Pangestuti, S.Pd., ketika memberikan keteranganya juga ke awak media.
Ketua Bapopsi Kecamatan Batu yang juga menjabat sebagai Kepala SDN Sisir 6, Tri Pangestuti, S.Pd., ketika memberikan keteranganya juga ke awak media.

“Visi utama kami adalah mewujudkan anak yang sehat, guru yang sehat, dan sekolah yang hebat. Gerak jalan sehat dan pentas seni menjadi instrumen efisien untuk melatih kecerdasan sosial, pembauran lintas sekolah, serta pembentukan solidaritas antarsiswa,” tutur Tri.

Rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama yang melibatkan seluruh peserta sebagai pemanasan sebelum menempuh rute gerak jalan. Setelah menyelesaikan rute, kegiatan berlanjut dengan pentas apresiasi seni yang menampilkan berbagai karya kreatif siswa, mulai dari tari tradisional, musik, hingga puisi bertema perjuangan kemerdekaan.

Gracella Carolina Monic, siswa kelas 2 SD Immanuel penampilan pertama yang menarik.
Gracella Carolina Monic, siswa kelas 2 SD Immanuel penampilan pertama yang menarik.
Tampak antusias dan semangat siswa siswi mengikuti serangkaian acaranya.
Tampak antusias dan semangat siswa siswi mengikuti serangkaian acaranya.

Di sisi lain, ekspresi bakat dan keberanian mental siswa mendapat ruang artikulasi yang luas. Salah satu peserta, Gracella Carolina Monic, siswa kelas 2 SD, menunjukkan rasa percaya diri yang tinggi saat tampil membawakan karya seni musik di hadapan publik. Melalui persiapan intensif selama dua minggu, penampilan seni tersebut tidak hanya mengasah bakat kinestetik dan musikal anak, tetapi juga membangun kemandirian sejak dini.

“Kedepan saya ingin memengikuti Idol,sehingga bisa membawa nama baik sekolah, orang tua serta guru dan juga Kota Batu.

Orang tua siswa, Stefani,ketika bersama putrinya saat seusai penampilan dengan membawakan lagu lagu viral saat ini.
Orang tua siswa, Stefani,ketika bersama putrinya saat seusai penampilan dengan membawakan lagu lagu viral saat ini.

Orang tua siswa, Stefani, menyampaikan apresiasi mendalam atas ketersediaan panggung ekspresi bagi anak-anak usia dini. Menurutnya, pengalaman tampil di ruang publik sangat krusial dalam membentuk ketahanan mental dan kepercayaan diri anak di masa depan.

“Kami sebagai orang tua sangat bersyukur ada wadah seperti ini. Anak-anak tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga belajar berani tampil dan berinteraksi dengan teman-teman dari sekolah lain,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan berbagai lomba peringatan kemerdekaan yang dikemas secara edukatif, seperti lomba menggambar bertema pemandangan alam Indonesia, cerdas cermat sejarah perjuangan, serta lomba paduan suara lagu-lagu nasional. Lomba-lomba tersebut tidak hanya menguji kemampuan akademis siswa, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap kekayaan budaya dan sejarah bangsa.

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/olahraga/ribuan-warga-ikuti-jalan-sehat-selamatan-desa-junrejo-dan-hut-ri-ke-81-resmi-dimulai/

Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Fenomena pendidikan di Kota Batu ini membuktikan bahwa pendidikan karakter yang efektif lahir dari integrasi antara kebijakan pemerintah daerah, komitmen kelembagaan sekolah, serta partisipasi aktif masyarakat. Sinergi semacam ini menjadi cerminan nyata dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, sekaligus mencetak generasi emas Indonesia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat, sehat secara fisik, dan berjiwa nasionalis. Dengan terus mengembangkan model pembelajaran terintegrasi seperti ini, diharapkan Indonesia mampu melahirkan sumber daya manusia yang kompetitif di kancah global tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa yang berbudaya dan bermartabat.

 

Penulis : Riadi. 

Editor : Tim Redaksi Pendidikannasional.id.

 

Array
Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *