Camat Bumiaji Apresiasi Kopi Emboungan, Wadah Kreativitas Baru di Kota Batu

Camat Bumiaji, Apresiasi Kopi Emboungan, ketika bersama sama ( Foto : ilustrasi ).

Kopi Embongan Batu: Perpaduan Rasa, Musik, dan Ekspresi Seni yang Menghidupkan Malam Kota Wisata Batu

Bumiaji,Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Kota Batu kembali menghadirkan ruang kreatif yang memadukan kuliner dan seni dalam satu tempat. Berlokasi strategis di depan Hotel Purnama Batu, tepatnya di area Waroeng Bambu, Kopi Emboungan menjadi destinasi baru yang tidak hanya menawarkan aneka minuman dan makanan ringan, tetapi juga ruang ekspresi bagi para pecinta musik.

Sejak dibuka, Kopi Emboungan langsung menarik perhatian pengunjung. Konsep yang diusung cukup berbeda dibandingkan kedai kopi pada umumnya. Selain menikmati kopi hangat dan sajian ringan, pengunjung juga dapat menyalurkan bakat seni, khususnya di bidang musik dan vokal. Di dalam area ini tersedia berbagai alat musik seperti gitar akustik, bass, drum, hingga elektone, yang dapat digunakan secara langsung oleh pengunjung.

Putri Vokalis asal Desa Junggo juga ikut menyumbangkan beberapa lagu lagunya di Kopi Emboungan Kota Batu.
Putri Vokalis asal Desa Junggo juga ikut menyumbangkan beberapa lagu lagunya di Kopi Emboungan Kota Batu.

Atmosfer yang tercipta pun terasa hidup dan hangat. Setiap malam, alunan musik dari para pengunjung maupun komunitas lokal menciptakan suasana yang akrab dan penuh energi. Tidak heran jika tempat ini perlahan menjadi magnet baru bagi wisatawan maupun warga lokal yang ingin menikmati hiburan sederhana namun berkesan.

Kehadiran Camat Bumiaji, Thomas Maydo, turut memberikan semangat tersendiri bagi pengelola dan pengunjung. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasinya terhadap konsep kreatif yang dihadirkan Kopi Embongan.

Momen Kebersamaan Band Power of Disability Pada Halal bihalal Bumiaji

Menurutnya, sebagai kota wisata, Kota Batu membutuhkan lebih banyak ruang publik yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat bersantai, tetapi juga sebagai wadah ekspresi masyarakat. “Tempat seperti ini sangat bagus karena mampu menggabungkan sektor pariwisata dengan kreativitas masyarakat. Ini bisa menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang datang ke Batu,” ujarnya.

Gatot ( Bemo ) pemilik usaha Kopi Emboungan yang juga gitaris ketika berada di tempat usahanya.
Gatot ( Bemo ) pemilik usaha Kopi Emboungan yang juga gitaris ketika berada di tempat usahanya.

Sementara itu, pemilik Kopi Embongan, Gatot, yang akrab disapa Bemo, menjelaskan bahwa tempat ini dibuka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB hingga 23.00 WIB. Ia berharap Kopi Embongan dapat menjadi ruang terbuka bagi siapa saja yang ingin berkarya.

“Kami ingin menciptakan tempat yang tidak hanya untuk nongkrong, tetapi juga bisa menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan bakat. Siapa saja boleh tampil, baik yang sudah berpengalaman maupun yang baru belajar,” ungkapnya.

Kehangatan suasana di Kopi Embongan juga dirasakan oleh para pengunjung. Salah satunya adalah Bagiyo, yang akrab disapa Mbah Bagyo. Pria asal Pujon ini mengaku telah lama berkecimpung di dunia tarik suara sejak usia muda.

Bagiyo Vokalis asal Dusun Sukomulyo, Desa Kedungrejo Kec. Pujon Kab. Malang ikut mewarnai Kopi Emboungan dengan menyumbangkan beberapa lagu lagunya.
Bagiyo Vokalis asal Dusun Sukomulyo, Desa Kedungrejo Kec. Pujon Kab. Malang ikut mewarnai Kopi Emboungan dengan menyumbangkan beberapa lagu lagunya.

Dalam kesempatan tersebut, Mbah Bagyo tampil membawakan beberapa lagu yang disambut meriah oleh pengunjung. Ia mengaku merasa sangat senang bisa menghibur masyarakat di Kota Batu. “Rasanya senang sekali bisa bernyanyi di sini. Suasananya hangat dan penuh kekeluargaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan harapannya agar Kopi Embongan terus berkembang dan menjadi tempat hiburan yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar. “Semoga ke depan tempat ini semakin maju dan terus bisa menghibur lingkungan,” tambahnya.

Wisatawan dari Maluku yang berkunjung ke Kopi Emboungan, memberikan apresiasinya kepada pemain musik yang mengisi di Kopi Emboungan.
Wisatawan dari Maluku yang berkunjung, memberikan apresiasinya kepada pemain musik yang mengisi di Kopi Emboungan.

Tidak hanya dari kalangan lokal, Kopi Embongan juga mendapat apresiasi dari pengunjung luar daerah. Muhammad Ali Banil, yang kini berdomisili di Jakarta, mengaku terkesan dengan konsep yang diusung.

Menurutnya, tempat seperti ini sangat inspiratif karena mampu menggabungkan hiburan dan pengembangan bakat dalam satu ruang. “Ini sangat bagus untuk menarik minat pengunjung. Selain menghibur, juga bisa menjadi wadah bagi anak muda untuk mengekspresikan diri. Ini langkah yang sangat positif,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa konsep seperti Kopi Embongan sangat relevan dengan identitas Kota Batu sebagai kota wisata. Kehadiran ruang-ruang kreatif seperti ini dinilai mampu memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan.

Yongki ( Jong ) gitaris,Agus Dram dari Desa Kedungrejo juga ikut mewarnai di Kopi Emboungan.
Yongki ( Jong ) gitaris,Agus Dram dari Desa Kedungrejo juga ikut mewarnai di Kopi Emboungan.

Di balik meriahnya suasana, terdapat kolaborasi para musisi lokal yang turut menghidupkan panggung Kopi Embongan. Nama-nama seperti Bagiyo, Putri, Yongki (Jong) di vokal, Suprianto (Panjul) di gitar, Dewa di organ, serta Eko, Bemo, Dani, hingga Kasitanto di kendang, menjadi bagian dari harmoni yang tercipta setiap malam.

Kehadiran mereka bukan sekadar menghibur, tetapi juga menjadi bukti bahwa ruang kecil pun dapat melahirkan energi besar ketika diisi dengan kreativitas dan kebersamaan.

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/daerah/momen-ramadhan-2026-kelompok-disabilitas-power-of-disability-berbagi-takjil-bersama-ibu-wali-kota-batu/

https://pendidikannasional.id/seni-budaya/power-of-disability-guncang-musrenbang-bumiaji-bukti-disabilitas-mampu-berkreasi-tanpa-batas/

Dengan konsep yang unik dan suasana yang humanis, Kopi Embongan tidak hanya menjadi tempat nongkrong, tetapi juga ruang interaksi sosial dan ekspresi seni. Perpaduan antara kuliner, musik, dan kebersamaan menjadikan tempat ini layak menjadi salah satu destinasi alternatif di Kota Batu.

Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Ke depan, Kopi Embongan diharapkan terus berkembang dan mampu menjadi ikon baru wisata kreatif, sekaligus wadah bagi generasi muda untuk berkarya dan berinovasi di tengah pesatnya perkembangan industri pariwisata.

 

Penulis : Riadi. 

Editor : Tim Redaksi Pendidikannasional.id.

Array
Related posts
Tutup
Tutup