Harmoni dan Kepemimpinan Berbasis Kultural.Wali Kota Batu Nurochman Gelar Open House dan Halalbihalal di Tengah Semangat Kebersamaan Lintas Iman
Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Suasana khidmat sekaligus penuh kehangatan menyelimuti Rumah Dinas (Rumdin) Wali Kota Batu di Jalan Panglima Sudirman No. 98, sepanjang akhir pekan ini. Di momen yang sarat makna, yakni perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah yang bertepatan dengan tahun 2026 Masehi, Wali Kota Batu, Nurochman, menggelar open house selama dua hari. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi ritual tahunan, tetapi juga menjelma menjadi ruang publik yang inklusif bagi seluruh elemen masyarakat Kota Batu tanpa memandang latar belakang ras, suku, maupun golongan agama.
Open house yang berlangsung pada Minggu, 22 Maret atau 2 Syawal 1447 H sore itu, menegaskan komitmen kepala daerah dalam membangun tata kelola pemerintahan yang berbasis pada nilai-nilai kultural dan kearifan lokal. Keterbukaan akses bagi masyarakat umum mencerminkan sebuah pendekatan kepemimpinan yang partisipatif, di mana simbol kekuasaan tidak ditempatkan sebagai sekat, melainkan sebagai jembatan untuk memperkuat kohesi sosial.

Puncak dari rangkaian kegiatan silaturahmi tersebut adalah acara Halalbihalal Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (NU) Kota Batu yang digelar secara khusus. Dalam sambutannya, Nurochman yang juga merupakan kader NU tersebut menyampaikan pidato dengan pendekatan akademis yang kental, mengupas tuntas relasi antara kepemimpinan politik, mandat keagamaan, dan pelayanan publik.

Dalam kesempatanya Wali Kota Batu, Nurochman menyampaikan apresiasi mendalam kepada struktur organisasi NU mulai dari jajaran Rais Syuriyah PCNU, para kiai, pengurus harian, hingga jajaran Tanfidziyah serta badan otonom seperti Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, IPNU, dan IPPNU. Kehadiran Sarbumusi yang dinilai istiqomah juga mendapatkan sorotan khusus sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi kaum buruh dan masyarakat akar rumput dalam pembangunan kota.
“Di mana pun saya berada, saya selalu menyampaikan bahwa dukungan, doa, dan pergerakan dari keluarga besar NU-lah yang telah membesarkan dan mengantarkan saya hingga mencapai posisi di pemerintahan Kota Batu untuk periode 2026–2030 ini,” ujar Nurochman dalam sambutannya.

Pernyataan tersebut menunjukkan adanya kontinuitas antara modal sosial yang dimiliki oleh seorang pemimpin dengan legitimasi politik yang diembannya. Dalam perspektif komunikasi politik, Wali Kota Batu secara eksplisit membangun narasi bahwa keberhasilan pemerintahan tidak dapat dilepaskan dari ekosistem dukungan moral dan spiritual yang diberikan oleh komunitas keagamaan.

Lebih dari sekadar ungkapan terima kasih, Nurochman menegaskan bahwa esensi kepemimpinan bukanlah semata untuk menguasai jabatan. “Tujuan kita bukan semata-mata untuk menguasai jabatan, melainkan untuk menyebarkan kebaikan melalui kebijakan yang berpihak pada rakyat,” tegasnya. Ia juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin yang tidak sekadar formalitas, melainkan sebagai pengakuan atas keterbatasan manusiawi dalam menjalankan amanah pemerintahan.

Salah satu sorotan utama dalam agenda halalbihalal kali ini adalah penegasan Wali Kota Batu mengenai harmonisasi sosial yang terjaga di Kota Batu. Nurochman melaporkan bahwa pada siang harinya, ia juga melakukan pertemuan dan silaturahmi dengan para Romo dan Pendeta yang hadir dalam rangkaian open house. Hal ini menjadi bukti empiris bahwa moderasi beragama dan toleransi lintas iman di Kota Batu berada dalam kondisi yang sangat kondusif.
“Tadi siang, saya juga bertemu dengan para Romo dan Pendeta yang hadir untuk saling bersilaturahmi. Hal ini menunjukkan bahwa kerukunan antarumat beragama dan antarkelompok di kota kita sangat luar biasa. Mari kita bersama-sama menjaga dan mempertahankan harmoni ini,” pesan Nurochman.
Pernyataan tersebut mencerminkan penerapan prinsip-prinsip multicultural public administration, di mana pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga pada pemeliharaan modal sosial (social capital) yang berbasis pada kerukunan. Dalam konteks Indonesia yang majemuk, pendekatan ini menjadi krusial untuk mencegah disintegrasi sosial dan memastikan pembangunan yang berkelanjutan.
Sebagai penutup, Wali Kota Batu berharap agar seluruh rangkaian tugas pemerintahan hingga akhir periode nanti senantiasa diberikan kemudahan, kesehatan, dan keselamatan. Ia juga mendorong seluruh jajaran dan warga untuk tidak pernah lelah mengibarkan nilai-nilai kebajikan melalui berbagai pergerakan yang menyapa masyarakat luas.
Bukan Sekadar Teriak Takbir! Ini Catatan Juri untuk Peserta Festival Lampion Batu 2026
Acara halalbihalal yang digelar dengan nuansa khidmat namun dinamis ini menjadi representasi dari model kepemimpinan yang transformational dan servant leadership. Di tengah dinamika politik pasca-pemilihan, kegiatan seperti ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang rekonsiliasi, tetapi juga sebagai momentum untuk menguatkan kembali kontrak sosial antara pemimpin dan yang dipimpin, dengan fondasi utama pada nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan universal.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Dengan berakhirnya rangkaian open house dan halalbihalal, Kota Batu memasuki babak baru kepemimpinan yang diharapkan mampu melahirkan kebijakan-kebijakan progresif yang manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Penulis : Ria.
Editor : Tim Pendidikannasional.id.


Wali Kota Batu ketika bersama sama PCNU Kota Batu, Sarbumusi dan tokoh masyarakat.( Foto : Tim). 
