Event Karate Kota Batu Kembali Bergeliat, Jadi Ajang Kaderisasi Atlit Muda
Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Setelah lama vakum, Kota Batu kembali menggelar kejuaraan karate bertajuk “Champion The Batu Karate Challenge Series Open Tournament”. Event yang berlangsung di Gor Gajah Mada pada Sabtu, 27 Desember 2025 ini, sekaligus menjadi momentum pelantikan Pengurus FORKI Cabang Kota Batu masa bakti 2025-2029.
Turnamen skala Jawa Timur ini berhasil menarik perhatian ratusan atlet dari berbagai kota seperti Surabaya, Malang, Blitar, Mojokerto, dan Gresik. Meski antusias tetap tinggi, jumlah peserta tahun ini tercatat 480 orang, sedikit lebih rendah dari target 750-1.000 peserta.


“Ini dampak libur Nataru,” ujar Jessy, Ketua Pelaksana, menjelaskan. “Meski begitu, event ini kami harap bisa memicu semangat dan animo baru bagi karate di Kota Batu, yang saat ini hanya memiliki enam perguruan,” tambahnya.
Jessy juga menegaskan bahwa turnamen ini tidak sekadar ajang kompetisi, melainkan juga sebagai wahana pencarian bakat untuk persiapan Pekan Olangraga Provinsi (Porprov) 2027 di Surabaya. Event ini terbuka untuk atlet usia dini 5 tahun hingga usia maksimal 21 tahun.

Wakil Ketua I KONI Kota Batu, Sumadi, dalam sambutannya menyatakan kebanggaan dan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan turnamen ini. Ia mendorong semua atlet untuk bertanding dengan jujur dan maksimal.
“Kami percaya kalian adalah atlet-atlet kebanggaan Kota Batu. Semoga prestasi ini terus meningkat, dari regional, nasional, hingga ke tingkat ASEAN Games dan Olimpiade. Prestasi olahraga juga bisa menjadi bekal untuk jenjang pendidikan selanjutnya,” kata Sumadi.

Di sisi lain, Munantiono, Ketua Umum INKAI Kota Batu, menyebut event kali ini masih berskala kecil. Namun, ia melihatnya sebagai langkah strategis untuk mengenalkan atmosfer pertandingan kepada pemula.
“Ada kategori open dan festival. Banyak yang ikut festival dulu agar pemula tidak kaget saat nanti naik ke tingkat open. Dari INKAI sendiri, 30 lebih anak ikut festival dan 15 anak ikut open. Harapannya, ini jadi batu loncatan untuk mewakili Kota Batu di level lebih tinggi,” jelas Munantiono.

Semangat regenerasi terpancar dari para juara muda. Putri Nathania Benita, Raisa Alya Wahyudi, dan Raisha Rhea Zhaafira Hartono berhasil menyabet medali emas kategori beregu putri. Putri, siswa kelas 7 SMPN 2 Batu, bercita-cita menjadi atlet berprestasi untuk mengharumkan nama Kota Batu di kancah nasional dan internasional. Impian serupa diungkapkan Raisa Alya yang ingin menjadi atlet internasional, sementara Raisha Rhea bertekad untuk terus berkembang lebih baik.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Dukungan orang tua menjadi faktor krusial. Gaguk Sudibyo dan Yusnita Diah Wahyuni, orang tua Putri Nathania, menyatakan komitmen mereka untuk memfasilitasi segala kebutuhan anaknya dalam berkarate.
“Kami mendukung sepenuhnya. Semua ini untuk masa depan mereka,” ujar mereka.

Champion The Batu Karate Challenge Series Open Tournament bukan sekadar event olahraga biasa. Ia adalah simbol kebangkitan kembali karate di Kota Batu, wahana pembinaan atlet sejak dini, dan bukti kolaborasi solid antara pengurus, pelatih, orang tua, dan atlet.
Dengan semangat yang terpantik hari ini, harapannya karate Kota Batu tidak hanya aktif, tetapi juga konsisten melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di level tertinggi, mengukir nama Batu di peta olahraga nasional. Event tahunan yang berkesinambungan menjadi kunci untuk mewujudkan mimpi-mimpi emas itu.
( Ria ).


Momen aksi pertandingan karate antar atlet muda dalam turnamen Champion Series Open Tournament Kota Batu ( Foto : istimewa ). 
