
https://katalog.inaproc.id/informasi-suara-indonesia
BERITA VERSI VIDIO
Paroki Gembala Baik Batu Gelar Meriahkan Misa Natal 2025, Tema Penyelamatan Keluarga Jadi Fokus
Batu,PENDIDIKANNASIONAL.ID – Suasana khidmat dan sukacita menyelimuti Paroki Gembala Baik, Kota Batu, dalam Perayaan Misa Natal 2025 yang digelar pada Malam Natal, 24 Desember. Bertema “Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga”, perayaan yang dihadiri lebih dari tiga ribu umat ini menjadi momen refleksi sekaligus penguatan nilai-nilai keluarga dalam terang iman Katolik. ( 24/12/2025 ) malam.
Umat berdatangan tidak hanya dari berbagai penjuru Kota Batu dan Jawa Timur, tetapi juga dari luar Jawa, menunjukkan kekuatan persaudaraan dalam keberagaman. Tema yang diangkat tahun ini secara khusus menyoroti peran sentral keluarga sebagai unit pertama dan utama dalam rencana keselamatan Allah.

Dalam kesempatanya Romo Frans Borta Rumapea, menekankan bahwa kehadiran Allah yang menyelamatkan itu nyata pertama-tama dalam lingkup keluarga. “Melalui tema ini, kita semakin disadarkan bahwa Allah hadir untuk menyelamatkan seluruh manusia, tetapi terutama kepada keluarga kita masing-masing,” jelasnya Romo.
Romo Frans mengajak seluruh umat untuk secara konkret mencintai, merawat, dan memberikan tempat bagi Yesus dalam keluarga masing-masing. Ia juga menyoroti dekorasi altar yang sederhana dan natural. “Dekorasi ini memang dibuat sederhana dengan simbol yang mendekatkan kita pada alam. Semuanya mengundang kita untuk membawa kedamaian ke dalam diri,” tambahnya.
Pesan serupa disampaikan dalam wejangannya. “Supaya umat di paroki ini atau di mana pun berada menyadari bahwa keluarga kita adalah keluarga Allah. Mari kita rawat, jaga, dan beri waktu dengan berdoa bersama. Semoga keluarga kita semakin kuat dan kokoh menghadapi tantangan, karena semangat Natal senantiasa memberi ruang bagi kita semua,”papar Romo Frans.

Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) Paroki Gembala Baik Kota Batu, Andreas Ali Purnomo, dalam sambutannya mendorong umat untuk menjadi pribadi yang militan dalam iman dan aktif membina kerukunan.
“Marilah pada Natal 2025 ini kita semakin memperkuat dan mempererat hubungan antarumat beragama. Terkait dengan ‘Batu yang Sae’, kami, baik sebagai umat maupun warga masyarakat, mendukung program pemerintah Kota Batu sebagai kota wisata dan kota religi,” jelas Andreas.

Sementara itu, Ketua Panitia Natal, Michael, menguraikan makna persiapan Advent dan kelahiran Yesus yang sederhana di Betlehem. “Hal itu menandakan bahwa kehidupan manusia harus mengutamakan kesederhanaan, bukan kekayaan. Dari Yesus, kita belajar untuk tidak mementingkan harta duniawi,” katanya Michael.
Michael juga menekankan dimensi sosial perayaan Natal. “Diharapkan umat Paroki Gembala Baik untuk lebih bersikap proaktif, terutama kepada kaum kurang mampu, tertindas, dan mereka yang menderita karena bencana. Itulah wujud nyata memperhatikan ajaran Yesus,” imbaunya.

Thomas Maydo, S.Sos., salah satu umat yang hadir, juga sebagai Camat Bumiaji Kota Batu, menyampaikan harapannya. “Selamat Natal kepada seluruh umat yang merayakan. Dengan tema Natal kali ini, semoga semua keluarga semakin terjalin cinta dan kasih antar suami, istri, dan anak, sehingga keluarga semakin kuat dan utuh, serta bisa memberikan warna di mana pun mereka berada,” ungkapnya Thomas.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Sang Istri, Belli yuriana juga mengajak untuk membagikan sukacita Natal tersebut. “Semoga damai dan suka cita Natal yang kita rasakan hari ini bisa kita tularkan, terutama kepada saudara-saudara kita yang mengalami bencana. Mari kita bantu mereka dengan sukacita ini,” ajaknya.
Perayaan Misa Natal 2025 di Paroki Gembala Baik Batu tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga transformasi spiritual dan sosial. Tema penyelamatan keluarga mengingatkan setiap orang akan fondasi masyarakat yang sehat, sementara seruan untuk kesederhanaan dan kepedulian sosial menegaskan bahwa kelahiran Kristus adalah kabar baik bagi semua manusia, tanpa terkecuali. Perayaan ini menutup tahun 2025 dengan pesan mendalam bahwa di tengus modernitas, keluarga yang dirawat dengan kasih dan iman, serta kepedulian pada sesama, tetap menjadi jalan utama mengalami kehadiran Allah yang menyelamatkan.
( Ria ).


Keluarga Katolik dari berbagai daerah mengikuti perayaan Natal dengan khidmat di Gereja Gembala Baik, Batu.( Foto : Ria) 
