PSHT Komisariat Bani Salim Batu menghadiri selamatan sumber mata air, wujud nyata pelestarian budaya dan alam
Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Dalam sebuah gerakan yang menyinergikan kelestarian budaya adat dengan lingkungan, PSHT Komisariat Bani Salim Cabang Batu mengikuti acara selamatan (kenduri) sumber mata air dan penanaman pohon di area sumber Dusun Sbarangbendo, pada Jumat, 5 September 2025. Acara ini menegaskan bahwa nilai-nilai luhur budaya bukanlah sekadar ritual, melainkan panduan hidup untuk menjaga harmoni antara manusia dan alam.
Kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan organisasi, tokoh masyarakat, dan warga setempat ini berlangsung khidmat. Prosesi selamatan tradisional dilakukan sebagai wujud rasa syukur atas keberadaan sumber air yang telah menjadi urat nadi kehidupan warga selama puluhan tahun. Usai prosesi, dilakukan penanaman bibit pohon pelindung di sekitar area sumber untuk menjaga kelestarian dan kualitas mata air.

Rahmat Wahyudi, Ketua PSHT Komisariat Bani Salim Cabang Batu, dalam kesempatanya menekankan bahwa kegiatan ini adalah implementasi dari ajaran organisasi yang berlandaskan pada persaudaraan dan cinta kasih kepada sesama serta alam.
“Ini adalah wujud nyata dari ‘Persaudaraan Setia Hati Terate’ yang kami junjung. Persaudaraan bukan hanya antar manusia, tetapi juga dengan alam semesta. Merawat sumber mata air adalah kewajiban kita bersama sebagai wujud syukur dan upaya menjaga kehidupan untuk generasi mendatang. Kami ingin tradisi semacam ini tidak punah, justru menjadi inspirasi bagi komunitas lain,” ujar Rahmat.

Pandangan senada disampaikan oleh Robiyan, Ketua Umum Perkumpulan Pemerhati Budaya Nusantara. Ia memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang dilakukan oleh PSHT Komisariat Bani Salim.
“Apa yang dilakukan hari ini adalah contoh brilliant dari ecocultural wisdom atau kearifan ekologi budaya. Selamatan sumber air adalah tradisi nenek moyang yang sarat dengan makna konservasi. Ini bukan hal yang kuno, tapi justru sangat modern dan relevan. Dengan ritual budaya, kita membangun kesadaran kolektif untuk menjaga sumber daya air yang sangat vital. Ini harus menjadi gerakan nasional,” tegas Robiyan.

Sementara itu, Hippa Sbarangbendo, Wito, menyambut hangat dan mendukung penuh kegiatan tersebut. Ia melihat hal ini sebagai energi positif bagi kemajuan dusunnya.
“Sebagai pemangku wilayah, saya sangat berterima kasih kepada PSHT yang telah ikut serta kegiatan ini. Sumber mata air ini adalah aset berharga bagi warga Sbarangbendo. Dengan dijaga secara adat dan ditanami pohon, kami yakin sumber air akan tetap jernih dan berkelanjutan, mendukung pertanian dan kebutuhan sehari-hari warga. Semoga ini memperkuat gotong royong warga dusun kami,” ungkap Wito.

Antusiasme juga terlihat dari warga masyarakat. Husni, salah satu warga yang turut serta, mengaku sangat senang dengan adanya acara tersebut.
“Sebagai warga biasa, saya merasa lega melihat sumber air kita diperhatikan seperti ini. Selama ini kami hanya memanfaatkan, tapi kegiatan seperti ini mengingatkan kita untuk juga merawat. Acara selamatannya membuat kami ingat lagi pada ajaran orang tua dulu untuk selalu menghormati alam. Semoga airnya selalu melimpah dan memberi kehidupan,” kata Husni dengan penuh harap.
Kegiatan ini tidak hanya berhenti pada seremonial, tetapi akan ditindaklanjuti dengan perawatan rutin dan monitoring pertumbuhan pohon yang ditanam. Langkah kolaboratif antara organisasi, pegiat budaya, pemerintah dusun, dan masyarakat ini diharapkan dapat menjadi model pelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal yang dapat direplikasi di berbagai daerah lainnya.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
PSHT Komisariat Bani Salim Batu buktikan bahwa lestarikan budaya dan jaga lingkungan adalah dua hal yang berjalan beriringan.
Selamatan sumber mata air dan penanaman pohon di Dusun Sbarangbendo jadi contoh nyata ecocultural wisdom yang patut diacungi jempol. Apresiasi untuk semua pihak yang terlibat.
( Ria ).


PSHT Komisariat Bani Salim bersama Penggiat lingkungan saat penanaman pohon area sumber air ( Foto : istimewa ). 
