Keluarga Besar Jurnalis Terate Indonesia Berduka, Kehilangan Sosok Dito

Jurnalis Terate Indonesia, Kehilangan Pengacara terbaiknya ( Foto : Tim JTI ).

Jurnalis Terate Indonesia Kehilangan Pengacara Terbaik, yang juga anggota IKADIN DPC Ngawi, Dito Meninggal Dunia

Ngawi. Pendidikannasional.id – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Jurnalis Terate Indonesia (JTI) setelah salah satu pengacara andalan mereka, Dito, mengembuskan napas terakhir pada Jumat ini di Rumah Sakit Ngawi. Dito wafat setelah berjuang melawan penyakit asam lambung yang tak kunjung sembuh. Kepergiannya menjadi kehilangan yang mendalam bagi dunia jurnalistik dan hukum di wilayah Ngawi, Madiun, dan sekitarnya.

Dalam dua hingga tiga bulan terakhir, Dito telah menjalani berbagai perawatan di rumah sakit. Meskipun telah berikhtiar dengan mengunjungi berbagai dokter di Ngawi dan Solo, kondisinya terus memburuk. Ny. Binti, istri almarhum, dengan suara bergetar mengatakan, “Saya sudah berusaha mencarikan dokter, baik di Ngawi maupun ke Solo, tetapi semua ini sudah ditakdirkan. Hari ini saya harus merelakan suami saya. “

Ny. Binti, yang sehari-hari mengelola rumah makan di Beran, menjadi saksi bisu perjuangan panjang suaminya melawan sakit. Rumah duka di Beran dipenuhi pelayat, termasuk rekan-rekan dari JTI, IKADIN, serta insan media yang mengenal Dito sebagai sosok yang santun dan berdedikasi tinggi dalam profesinya.

Rekan almarhum, Jatmiko dari media PRN, juga mengenang momen ketika Dito sempat berbagi tentang kondisi kesehatannya. 

“Sakitnya asam lambung. Dito pernah bilang setiap kali makan, setelah ditelan pasti kembali. Dia hanya bisa makan bubur atau jajanan pasar,” ungkapnya saat berkunjung ke rumah duka.

Selama hidupnya, Dito dikenal sebagai pengacara yang setia mendampingi para jurnalis dan aktif terlibat dalam berbagai kegiatan advokasi JTI, baik di tingkat daerah maupun pusat. Ia juga merupakan anggota IKADIN DPC Ngawi. Kepergiannya meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, sahabat, dan semua yang pernah bekerja bersamanya.

 

Atas nama keluarga besar JTI Pusat di Madiun, rekan-rekan mengungkapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. 

“Kami berdoa agar almarhum Dito diampuni segala dosanya, diterima amal ibadahnya, dan mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin,” ujar Agus, Ketua JTI Pusat Madiun.

Jenazah almarhum rencananya akan dimakamkan pada hari Sabtu di pemakaman umum Dusun Genengan Pleset Pangkur. Suasana haru mewarnai prosesi pelepasan ini, mengiringi kepergian seorang pejuang hukum yang selama ini menjadi harapan bagi banyak kalangan dalam memperjuangkan keadilan.

 

( Humas JTI ).

Array
Related posts
Tutup
Tutup