Kebersamaan Warna Puncak HUT ke-191 Kelurahan Sisir, dari Kirab hingga Niken Salindri

https://katalog.inaproc.id/informasi-suara-indonesia

Batu Berkumandang Gebyak Budoyo Sisir Nyawiji 4 Warnai Puncak HUT Kelurahan Sisir ke-191

Kota Batu PENDIDIKANNASIONAL.ID – Semangat kebersamaan dan kegembiraan menyelimuti Halaman KONI Kota Batu pada Sabtu (22/11/2025) malam. Rangkaian panjang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kelurahan Sisir ke-191 akhirnya mencapai puncaknya dalam sebuah pagelaran akbar bertajuk “Gebyak Budoyo Sisir Nyawiji 4”. Acara yang dihelat sukses ini dihadiri oleh ribuan warga, menandai sebuah perayaan bukan hanya atas bertambahnya usia kelurahan, tetapi juga atas kekuatan tali persaudaraan warganya.

Kehadiran bintang tamu spesial, diva campursari papan atas Jawa Timur, Niken Salindri, menjadi magnet utama yang menyedat animo masyarakat. Sorak-sorai dan gemuruh tepuk tangan pecah seketika menyambut kedatangannya, membaur dengan gegap gempita suasana malam itu.

Acara yang penuh khidmat ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat, di antaranya Wakil Wali Kota Batu, Ketua KONI Kota Batu, Kepala Kelurahan Sisir, Muhammad Vyata Aria Pranaka, S.STP., beserta seluruh jajaran staf kelurahan, perangkat RT/RW se-Kelurahan Sisir, serta perwakilan TNI, Polri, dan Linmas. Kehadiran mereka semakin mengukuhkan nuansa kebersamaan dan dukungan penuh terhadap acara budaya ini.

Kepala Kelurahan Sisir ketika di lokasi
Lurah Sisir ketika di lokasi

Dalam kesempatanya Kepala Kelurahan Sisir, Muhammad Vyata Aria Pranaka, S.STP., menegaskan bahwa Gebyak Budoyo bukan sekadar pesta hiburan semata. Lebih dari itu, ia adalah puncak dari seluruh prosesi syukuran warga Kelurahan Sisir yang telah menginjak usia 191 tahun.

“Malam ini adalah puncak dari seluruh rangkaian acara yang telah kita lakukan bersama,” ujar Vyata dengan penuh semangat.

Niken Salindri mendapat Sorok Sorak dari masyarakat
Antusias gembira sorak ramai ketika Niken Salindri hadir dengan membawakan lagu lagunya

Ia kemudian merinci serangkaian kegiatan yang telah mengisi peringatan HUT kali ini, yang masing-masing sarat dengan nilai filosofis dan edukatif. Dimulai dari Gugur Gunung, sebuah simbol gotong royong membersihkan lingkungan, hingga pemasangan umbul-umbul yang menandai semaraknya perayaan.

Nuansa religius hadir dalam Khotmil Qur’an dan Sesami Dongo (doa bersama), sementara kepedulian sosial diwujudkan melalui Bakti Sosial pembagian sembako. Kegiatan Sonjo Tirto (kunjungan ke sumber air) dan Mubeng Desa (keliling desa) mengingatkan pentingnya melestarikan alam dan mengenal wilayah. Tradisi budaya tak terlupakan dengan pemasangan Penjor Janur, Kirab Tumpeng sebagai wujud syukur, dan pertunjukan kesenian khas Jawa Timur, Bantengan. Puncaknya adalah konser campursari oleh Niken Salindri Group yang memukau.

Wajib wali kota Batu ketika memberikan sambutanya
Wakil Wali Kota Batu ketika memberikan sambutanya

Sementara itu Wali Kota Batu, Heli Suyanto dalam sambutanya mengatakan bahwa Kelurahan Sisir merupakan posisi yang strategis, dimana sebagai pusat kehidupan serta pemerintahan Kota Batu. 

” Kelurahan Sisir di tengah Kota tanpa alun-alun dan tanpa stadion justru menjadi pusat kehidupan dan pemerintahan. Hampir sekisar 70℅ warga Sisir adalah pedagang, tanpa warga Sisir Kota batu tidak bisa seperti sekarang ini. ” ungkap Heli. 

Antusias warga masyarakat padati halaman Koni Kota Batu
Antusias warga masyarakat padati halaman KONI Kota Batu

Baca Juga :  https://pendidikannasional.id/daerah/jambore-pemuda-knpi-batu-hijaukan-lereng-coban-putri-wujudkan-generasi-peduli-lingkungan/

Waki Wali kota Batu juga berpesan agar tetap selalu menjaga kerukunan dan persatuan. ” Warga masyarakat Sisir harus tetap guyub rukun, diharapkan keramaian di kelurahan sisir ini bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat, dan mudah-mudahan pemerintah Kota Batu bisa memberikan program termasuk UMKMnya. Kota Batu tetap terus berkomitmen untuk pelestarian budaya, komitmen ini diwujudkan melalui pelaku usaha usaha.” Tambahnya. 

Lihat Juga :  https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Kemeriahan Gebyak Budoyo tidak hanya terasa di panggung utama. Kehadiran stan-stan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) warga masyarakat menjadi bukti nyata bahwa perayaan budaya juga dapat menjadi pendorong ekonomi kreatif. Berbagai produk lokal, dari kuliner tradisional hingga kerajinan tangan, dipajang dan laris diserbu pengunjung. Hal ini menambah dimensi lain dari acara ini, yakni sebagai wadah apresiasi dan pemasaran bagi produk-produk asli Kelurahan Sisir.

Dengan ditutupnya gemerlap Gebyak Budoyo, Kelurahan Sisir tidak hanya mencatat usia yang semakin matang, tetapi juga mengukuhkan jati dirinya sebagai komunitas yang tetap teguh memegang tradisi, menjunjung tinggi semangat kebersamaan (nyawiji), dan dinamis mengikuti zaman. Perayaan ini menjadi testament bahwa warisan budaya dan nilai-nilai luhur dapat berpadu harmonis dengan semangat era modern, menciptakan sebuah mozaik kebudayaan yang hidup dan berkelanjutan.

 

( Ria ). 

Array
Related posts
Tutup
Tutup