Perayaan Imlek 2026 ” Harmoni Nusantara”, di Kota Tua Penagi. Jadi simbol toleransi di perbatasan. Baca selengkapnya.
Natuna,PENDIDIKANNASIONAL.ID – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili tahun 2026 di Kabupaten Natuna, kepulauan Riau berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Harmoni Nusantara”. Perayaan ini tidak hanya menjadi momentum keagamaan, tetapi juga merepresentasikan tingginya tingkat toleransi antar umat beragama di wilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Efendie, S.H., S.I.K., M.M., M.Tr.Opsla melakukan peninjauan langsung terhadap pelaksanaan pengamanan yang dipusatkan di kawasan Kota Tua Penagi, Ranai, Selasa (16/2/2026) malam. Langkah strategis ini menunjukkan komitmen institusi kepolisian dalam menjamin stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sepanjang rangkaian kegiatan berlangsung.

“Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Natuna memiliki posisi strategis sebagai beranda terdepan Indonesia. Stabilitas keamanan dan keharmonisan antar umat beragama merupakan prioritas utama yang tidak dapat ditawar. Kehadiran kami bertujuan memastikan seluruh rangkaian perayaan dapat berjalan dengan lancar dan kondusif,” ujar Kapolres dalam keterangannya di sela-sela peninjauan.
Dari aspek pengamanan, Polres Natuna mengimplementasikan sistem pengamanan terbuka dan tertutup dengan melibatkan personel gabungan. Pendekatan ini diterapkan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman, baik bagi masyarakat yang merayakan Imlek maupun mereka yang beraktivitas di sekitar lokasi perayaan.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Natuna bersama personel pengamanan lainnya juga dikerahkan untuk melakukan rekayasa dan pengaturan arus lalu lintas di titik-titik keramaian, khususnya di kawasan Kota Tua Penagi. Upaya preventif ini bertujuan mengantisipasi potensi kemacetan serta gangguan keamanan dan keselamatan selama perayaan berlangsung.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Perayaan Imlek di Natuna bukan sekedar tradisi tahunan, tetapi menjadi simbol kuat toleransi dan kebersamaan di wilayah perbatasan Indonesia. Momen ini menjadi cerminan kohesi sosial masyarakat pesisir dan perbatasan yang hidup dalam pluralitas. Akulturasi budaya Tionghoa dengan kearifan lokal Melayu terlihat harmonis, merefleksikan implementasi nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan pengamanan yang optimal dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, perayaan Imlek 2026 di Natuna berlangsung aman, tertib, dan penuh sukacita. Momentum ini sekaligus memperkuat citra Natuna sebagai wilayah perbatasan yang tidak hanya damai dan toleran, tetapi juga solid dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah keberagaman.
( Julita ).


Suasana pengamanan Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Kota Tua Penagi, Natuna, yang berlangsung khidmat dan kondusif.( Foto : Tim ). 
