History Berdirinya Warung Angkringan Merah Putih Kota Batu

Awal kisah berdirinya Angkringan Merah Putih Kota Batu, berawal dari sebuah tragedi Covid-19 yang menerpa seluruh dunia termasuk  Indonesia. 

Batu, ( Pendidikannasional.id ) – Dengan terjadinya Covid-19 yang melanda sampai keseluruh desa dan kota di Indonesia tak terkecuali di Kota Batu itu sendiri, banyak pengurangan pegawai di setiap instansi pemerintah maupun swasta dan banyak ekonomi menengah kebawah yang gulung tikar. 

Demikian juga terdampak pada pegawai swasta yang saat itu tidak beroperasi berhenti lumpuh total, lalu apa yang perlu dihasilkan pada saat lockdown yang diberlakukan sehingga tidak boleh keluar rumah,berdekatan atau bergerumul banyak orang. Akhirnya banyak yang memakai jasa pengiriman barang dan jasa makanan atau minuman dengan online(drive trou dan give away).

Berawal dari hobi masak dan yang sebelumnya sudah menerima banyak pesanan makanan serta minuman sewaktu masa pandemi covid-19 maka pada masa itu juga berdirilah sebuah warung sederhana yang di beri nama ” Angkringan Merah Putih “.

Sebenarnya waktu itu sudah mempunyai tempat Usaha di Batu Plaza, bertepatan dengan masa pandemi covid maka isaha di Batu Plaza mengalami kemrosotan yg luar biasa dan akhirnya mencoba mendirikan bangunan sederhana yang bertempat di Jalan Mustari No. 11 dengan terbuat dari bambu yang memakai konsep kembali ke alam. 

Maka berdirilah bangunan warung sederhana pada tahun sekitar 2020 dengan nama ” Angkringan Merah Putih “, berhubung masih masa pandemi sehingga tempat tersebut masih belum di buka akan tetapi tetap menerima pesanan makanan dan minuman dengan online. Dan pada tahun 2021 sekitar bulan Februari barulah warung Angkringan Merah Putih ini resmi di buka oleh umum sampai saat ini. 

Mengapa kok memakai nama Angkringan Merah Putih? karena kita bangsa Indonesia, kita mencintai Indonesia,tanah tumpah darah di Indonesia,serta merah adalah berani dan putih adalah lambang kesucian oleh karena itu mengapa warung tersebut dinamakan Angkringan Merah Putih. 

Tempat tersebut berbahan ciri khas yanh terbuat dari bambu serta pemanfaatan daur ulang(limbah), seperti bangku gang di buat dari limbah paralon di kolaborasi dengan bambu , kayu bekas bongkahan yang di manfaatkan menjadi meja.

Pada masa itu menu yang di suguhkan cuma kue Lumpiah frozen dan lumpia goreng. dan aneka kue basah terutama kue Kelepon dan ada menu Seblak kemudian sesuai berjalanya waktu berinovasi dengan membuat menu baru yaitu Mie yukjah yg akhirxa biasa orang bilang mie jogja.dan berkembang bertambah menu menu yang lainya hingga sekarang. 

Pada kesempatanya selaku Penjual dan Pemilik Angkringan Merah Putih Ernawati bersama Dodik Supriyanto pasutri ini mengatakan bahwa dengan seiring bertambahnya waktu dan bergantinya tahun menu -menu makanan dan minuman semakin bertambah dan berkembang. 

A

Adapun menu baru ditambah lagi, ada Burger, Sosis bakar, Ayam geprek , Kentang serdadu, Pentol bakar serta minuman yg banyak variasinya dan masih banyak macam makanan maupun minumanya yang lainya.” Ungkapnya ke awak media. 

Angkringan Merah Putih juga  menerima pesanan catering makanan dan minuman, walaupun dengan tempat yang sederhana Angkringan Merah Putih sudah mempunyai NIB serta bersertifikat halal. 

” Meskipun tempat kami sederhana, warung ini sudah memiliki NIB dan sudah bersertifikat Halal  jadi kita tidak khawatir lg dg perijinan.” Jelasnya. 

Berharap kedepanya dengan banyaknya pelanggan atau pengunjung yang masuk dan memesan makanan maupun minuman. Angkringan Merah Putih semakin berkembang dan maju yang nantinya bisa menerima karyawan untuk membatu kelancaran dan kesuksesanya. ( Red ).

Array
Related posts
Tutup
Tutup