Gerakan SABERSA Pondasi Hidup Bersih dan Sehat Sejak Dini

SABERSA ( Sabtu Bersih dan Sehat ) SD Negeri 1 Mulyoagung pelopor hidup sehat sejak usia dini ( Foto : Tim , istimewa )

Kampanye Sekolah Sehat SD Negeri 1 Mulyoagung. Gerakan SABERSA sebagai Pondasi Hidup Bersih dan Sehat Sejak Dini

PENDIDIKANNASIONAL.ID – SD Negeri 1 Mulyoagung di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, telah menjadi pelopor dalam membangun kesadaran akan pentingnya hidup bersih dan sehat melalui gerakan SABERSA (Sabtu Bersih dan Sehat). Inisiatif ini bahkan telah dimulai sebelum adanya program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG), menunjukkan komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan fisik dan mental siswa.  

Gerakan SABERSA lahir dari keprihatinan terhadap kondisi lingkungan sekolah serta kebiasaan hidup siswa yang kurang memperhatikan kebersihan dan kesehatan. Tujuannya adalah:  

1. Membangun Kesadaran Kebersihan: Siswa diajak untuk aktif membersihkan ruang kelas, halaman, dan fasilitas sekolah setiap hari Sabtu.  

2. Pendidikan Kesehatan : Mengajarkan pentingnya cuci tangan, pengelolaan sampah, serta menjaga kebersihan diri.  

3. Kemandirian dan Gotong Royong : Melibatkan seluruh warga sekolah (siswa, guru, orang tua) dalam kerja bakti untuk menciptakan lingkungan yang nyaman.  


Selaku guru PJOK, Wega Bagus Setiawan, S.Or., M.Pd., Gr. mengatakan bahwa, disetiap hari Sabtu itu melakukan senam yang dinamakan ” Senam Anak Indonesia Hebat” yang dilakukan secara bersama-sama, kemudian dilanjutkan dengan senam yang lainnya.

“Dalam satu minggu itu ada tiga kali senam antara lain senam otak, senam Anak Indonesia Hebat dan senam maumere atau bergantian. Kemudian untuk kegiatan kebersihan sekolah dibagi sesuai kelasnya, ada yang area kelas, halaman kelas, perpustakaan, ruang guru, mushola, UKS, kamar mandi dan lain sebagainya. Selanjutnya masuk kelas untuk melaksanakan makan bergizi dengan jadwal menu yang berbeda-beda setiap hari Sabtunya.” Jelas Bapak Wega keawak media. 

Untuk diketahui bahwa makan bergizi tersebut tidak lepas dari Pedoman Gizi Seimbang (PGS). Buah, sayuran, ikan atau daging telor dan susu. 

” Diharapkan menjadi suatu kebiasaan yang baik untuk siswa sejak usia dini, sehingga bisa menerapkan gaya hidup sehat, kemudian sadar akan lingkungan sehingga selalu menerapkan lingkungan yang bersih, selanjutnya untuk tidak menggunakan HP secara berlebihan maka kami ajarkan untuk melakukan aktivitas fisik berupa senam bersama. Selanjutnya menerapakan kepada anak didik ini untuk menghindari makanan cepat saji atau instan, sehingga makanan anak dapat terkontrol dan membiasakan real food sejak dini.” imbuhnya. 

Aktivitas dalam Gerakan SABERSA Setiap Sabtu, seluruh siswa dan guru bergotong royong melakukan, Pembersihan lingkungan sekolah (menyapu, menata tanaman, membuang sampah). Kreasi daur ulang sampah (mengubah sampah plastik menjadi pot tanaman atau kerajinan). Penanaman kebun sekolah (menanam sayuran untuk mendukung gizi siswa).  

Selanjutnya Ibu Winda Prasetyaning Tyas sebagai salah satu wali murid mengatakan,Sebagai orang tua, saya sangat senang dan bangga dengan kegiatan SABERSA (Sabtu Bersih dan Sehat) di sekolah. Anak-anak tidak hanya diajak senam bersama untuk menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga diajarkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dengan gotong royong membersihkan sekolah. 

Baca Juga :  https://pendidikannasional.id/daerah/inovasi-harapan-sd-negeri-1-mulyoagung/

” Mereka menikmati makan bergizi bersama, yang membuat anak semakin paham bahwa makanan sehat sangat berpengaruh untuk tubuh dan semangat belajar. Kegiatan ini membuat anak saya lebih disiplin, peduli lingkungan, dan terbiasa hidup sehat. Terima kasih kepada pihak sekolah yang telah konsisten mengadakan kegiatan positif ini.” ungkapnya Winda. 

Sementara itu salah satu dari siswa SD Negeri 1 Mulyoagung, Ananda Luthfia Nada Maritza juga menyampaikan. Saya senang sekali dengan kegiatan SABERSA (Sabtu Bersih dan Sehat) di sekolah. Saat senam bersama, tubuh terasa segar dan semangat untuk mengikuti kegiatan berikutnya. 

” Seru tatkalah membersihkan lingkungan sekolah bersama teman-teman, karena kami bisa saling membantu dan sekolah jadi kelihatan lebih indah. Setelah itu, makan bergizi bersama membuat perut kenyang dan badan jadi lebih kuat. Kegiatan ini membuat saya jadi terbiasa hidup sehat, rajin berolahraga, dan menjaga kebersihan.” ujarnya Luthfia. 

Dampak Positif SABERSA. Sekolah menjadi lebih asri dan nyaman untuk kegiatan belajar. Siswa lebih disiplin dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Mempersiapkan mental penerapan MBG karena siswa sudah terbiasa dengan pola hidup sehat.  

Lihat Juga :  https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Ketika pemerintah meluncurkan program MBG, SD Negeri 1 Mulyoagung  sudah memiliki fondasi kuat dalam pendidikan kesehatan. Gerakan SABERSA menjadi pelengkap yang memperkuat pemahaman siswa tentang, Pentingnya gizi seimbang. Kebersihan makanan dan alat makan. Pola hidup sehat sehari-hari.  

Gerakan SABERSA membuktikan bahwa perubahan dimulai dari hal kecil. Dengan membiasakan diri hidup bersih dan sehat sejak dini, anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang peduli lingkungan dan kesehatan. Sekolah bukan hanya tempat belajar akademik, tetapi juga pembentuk karakter dan gaya hidup berkelanjutan. 

Dukungan dari orang tua, pemerintah, dan masyarakat sangat dibutuhkan agar gerakan seperti SABERSA bisa diadopsi oleh lebih banyak sekolah, menciptakan generasi sehat, cerdas, dan bertanggung jawab.  

“Bersih dan Sehat Tanggung Jawab Kita Bersama!”

 

( Ria ).

Array
Related posts
Tutup
Tutup