Ekspor Hasil Tani dan Agrowisata Pacu Ekonomi Batu, Kemiskinan Turun ke 3,06%

Wali Kota Batu saat bersama Dekan, Wakil Dekan, bersama jajaran pimpinan fakultas dan departemen terkait serta mahasiswa ( Foto : Prokopim )

Wali Kota Batu Paparkan Strategi Pertanian dan Agrowisata di Hadapan Mahasiswa Baru UB

Malang,PENDIDIKANNASIONAL.ID – Wali Kota Batu, Nurochman, menjadi pembicara kunci dalam Orientasi Pendidikan (Ordik) Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB), Senin (25/8/2025). Acara yang digelar di Gedung Widyaloka UB ini dihadiri oleh 178 mahasiswa baru program magister dan doktor.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Dekan FP UB Prof. Mangku Purnomo, Wakil Dekan I Dr. Afifudin Latif Adirejo, serta jajaran pimpinan fakultas dan departemen terkait.

Wali Kota Batu, Nurochman, memaparkan strategi pertanian dan agrowisata dalam Orientasi Pendidikan Mahasiswa Fakultas Pertanian UB di Gedung Widyaloka.
Wali Kota Batu, Nurochman, memaparkan strategi pertanian dan agrowisata dalam Orientasi Pendidikan Mahasiswa Fakultas Pertanian UB di Gedung Widyaloka.

Dalam pemaparannya, Nurochman menegaskan komitmen Pemerintah Kota Batu untuk menjadikan sektor pertanian hortikultura dan agrowisata sebagai pilar utama perekonomian yang berkelanjutan.

“Pertanian yang kuat dan pariwisata bernilai tambah adalah kunci untuk memastikan kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan ekonomi Kota Batu. Strategi ini tidak hanya menekan angka kemiskinan dan pengangguran, tetapi juga memperkuat daya tahan sosial-ekonomi bagi generasi mendatang,” tegas Nurochman di hadapan para peserta.

Wali Kota memaparkan sejumlah komoditas unggulan yang menjadi andalan daerahnya. Produksi jeruk siam Kota Batu mencapai 33.711 ton per tahun, menempatkannya sebagai produsen terbesar kedua di Jawa Timur. Sementara untuk bunga mawar, Kota Batu menghasilkan 81,7 juta tangkai per tahun, yang merupakan angka tertinggi secara nasional.

Baca Juga :  https://pendidikannasional.id/daerah/pemkot-batu-apresiasi-pesantren-siapkan-beasiswa-khusus-bagi-hafidz-quran/

Inisiatif cerdas juga dilakukan melalui pembentukan koperasi multi pihak yang berfungsi sebagai aggregator ekspor. Model Cooperative Smart Agriculture Ecosystem (CooSAE) yang menggandeng petani, koperasi, dan pemerintah daerah ini bahkan telah berjalan sebelum program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diluncurkan pemerintah pusat.

“Melalui CooSAE, komoditas unggulan kami seperti kentang, wortel, jambu kristal, dan alpukat Hass berhasil menembus pasar luar negeri,” ujar Nurochman.

Strategi pembangunan yang berfokus pada kedua sektor tersebut membuahkan hasil nyata. Nurochman menyebutkan indikator kesejahteraan Kota Batu menunjukkan tren positif.

Lihat Juga :  https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 3,06% pada 2024, angka yang lebih rendah dibanding rata-rata Jawa Timur (4,19%) dan nasional (4,91%). Sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga turun menjadi 3,63%.

Pada sesi diskusi, Nurochman menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Batu telah menjalin kemitraan dengan 17 perguruan tinggi di Jawa Timur, termasuk UB, dalam bidang riset, inovasi, dan teknologi pertanian.

Dia menyatakan pintu kolaborasi terbuka lebar bagi seluruh mahasiswa, baik S2 maupun S3, untuk turut serta mewujudkan visi Kota Batu sebagai sentra pertanian berkelanjutan.

“Kami ingin menjadikan Kota Batu sebagai laboratorium lapangan bagi para akademisi dan peneliti. Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat inilah yang akan mempercepat pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

 

Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Batu.

Array
Related posts
Tutup
Tutup