BATU, Pendidikannasional.id – Peringatan HUT ke-23 Kota Batu pada tahun 2024 semakin semarak berkat diselenggarakannya Batu Art Flower Carnival 2024, yang berlangsung pada hari Minggu (27/10). Acara tersebut melibatkan seluruh wilayah kecamatan serta perwakilan dari desa, lembaga pemerintah, dan berbagai tempat wisata yang terdapat di KWB.
Acara pawai dimulai dengan parade sepeda motor besar (Moge) yang berpartisipasi dari IMI Kota Batu, diikuti oleh penampilan drum band dari SMA Taruna Nala Malang.
Baca Juga : https://pendidikannasional.id/daerah/psht-cabang-kota-batu-lestarikan-hutan-rawat-sumber-air/
Tarian Arjuna Wiwaha yang dipersembahkan oleh Dinas Pariwisata Kota Batu telah memukau penonton dengan suasana meriah yang sangat dinantikan oleh masyarakat, dan berhasil menjadi peserta ketiga.
Polres Batu ikut ambil bagian dalam Batu Art Flower Festival dengan mengerahkan tiga unit kendaraan, yang terdiri dari satu mobil Samapta, satu mobil Sat Lantas, dan satu kendaraan Baracuda milik Brimob.
Bekerja sama dengan Dinas PUPR, mengangkat tema Spirit Of Papua, keselarasan dalam keragaman penampilannya sangat mengesankan.
Ribuan orang, termasuk pengunjung, antusias menyaksikan parade yang berlangsung di sepanjang Jalan Panglima Sudirman.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
PJ.Walikota Batu, Aries Agung Paewei, menyatakan bahwa melalui acara ini diharapkan dapat memperkenalkan pariwisata Kota Batu kepada masyarakat dengan lebih baik.Carnaval Bunga Batu Art 2024 merupakan bagian dari perayaan HUT Kota Batu yang ke-23.
“Kami berharap agar para wisatawan dapat merasakan keseruan pawai yang memperlihatkan potensi setiap desa atau kelurahan. Selain itu, diharapkan masyarakat lebih memahami keindahan budaya dan pariwisata yang ada di KWB,” ujarnya.
Aries juga mengharapkan, melalui meriahnya pawai ini, dapat meningkatkan perkembangan karya serta ekonomi UMKM di Kota Batu.
Setiap kontingen dari Batu Art Flower Carnival 2024 secara bergiliran tampil di depan panggung utama. Secara spesifik, di depan Kantor Dinas Wali Kota Batu. Terlihat bahwa setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan desa memiliki potensi yang unik dan khas.
Di sisi lain, Arief As Siddiq, Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, menjelaskan bahwa dalam acara kali ini, potensi desa tematik, keunikan bunga, dan seni ditunjukkan sepenuhnya untuk masyarakat.
Ia menegaskan bahwa Batu Art Flower Carnival merupakan tahun ketiga yang diorganisir oleh Pemerintah Kota Batu. Tak terduga, semangat masyarakat ternyata sangat besar.
“Kami tentunya berharap agar Batu Art Flower Carnival dapat menjadi acara berskala nasional pada tahun 2025,” ujarnya.
Seorang pengunjung lokal dari Karangploso, Sriwati, terpukau oleh kreativitas pawai yang diperagakan oleh setiap peserta.
“Segalanya sangat mengesankan dalam hal kreativitas. Saya sangat terkesan dengan Polres Batu yang menampilkan kendaraan Baracuda milik Brimob, serta mobil hias dari berbagai OPD dan desa-desa. Rangkaian bunga dalam pawai juga tampak indah, menggunakan bunga segar dan alami seperti yang ada di Banyuwangi,” katanya.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada masyarakat serta semua pihak yang telah membantu dalam pelaksanaan acara ini sehingga dapat berjalan dengan baik. Kami juga ingin meminta maaf kepada para pengguna jalan yang aksesnya terganggu akibat kegiatan festival ini,” ujar Kapolres di akhir.
( Kontributor, Humas Polres Batu ) ( Adi ).




