
https://katalog.inaproc.id/informasi-suara-indonesia
MRS WAHIDIYAH KE-XVI PSW JOMBANG CABANG KOTA BATU DI PENDOPO KECAMATAN BUMIAJI
Kota Batu,PENDIDIKANNASIONAL.ID – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Penyiar Sholawat Wahidiyah (PSW) Jombang Kota Batu telah menyelenggarakan Mujahadah RUBU’USSANAH Wahidiyah (MRS) ke-XVI di Pendopo Kecamatan Bumiaji. Acara yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, ulama, perwakilan pemerintah, dan ormas ini meneguhkan komitmen bersama dalam menyebarkan nilai-nilai spiritual dan kemasyarakatan melalui Sholawat Wahidiyah.( 06/12/2025 )
Sinergi Positif dengan Pemerintah dan Masyarakat. Selama 4 tahun berdiri, DPC PSW Jombang Kota Batu telah membangun hubungan harmonis dengan seluruh lapisan pemerintahan, mulai dari Kota Batu, Kecamatan, hingga Desa/Kelurahan. Dukungan berupa fasilitas, hibah operasional, dan izin kegiatan menunjukkan pengakuan dan kepercayaan terhadap peran organisasi dalam membina masyarakat.

Dalam kesempatanya Ketua Koordinator Penyiar Sholawat Wahidiyah Jombang Cabang Batu, Eny Musfirotun Mustofsiroh, S.ST., MM.,menjelaskan penerimaan masyarakat yang semakin meluas terbukti dari berbagai kegiatan penyiaran Sholawat Wahidiyah, seperti di komunitas lansia (SELANTANG) dan kelompok pengajian, diterima dengan baik. Masyarakat tidak lagi menganggap Wahidiyah sebagai hal yang “asing” atau “sesat”, melainkan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah dan Rasulullah SAW melalui pengamalan sholawat wahidiyah dan ajarannya.
” Kehadiran Wahidiyah di Kota Batu diharapkan dapat menciptakan ketenangan dan kesejahteraan spiritual di tengah gegap gempita kota wisata. Kegiatan rutin seperti MRS Wahidiyah ( Mujahadah RUBU’USSANAH wahidiyah) dan mujahadah kamis malam jum’at wage yg dilakukan setiap bulan di Masjid Brigjen Soegiyono Balai Kota Among Tani turut memperkuat nilai-nilai kebajikan dalam masyarakat.” ujarnya.


Pengurus dan pengamal Sholawat Wahidiyah diingatkan untuk terus menjaga semangat dalam tiga hal:
· semangat dalam bermujahadah baik secara kuantitas dan kualitas.
· semangat berdana box bagi untuk operasional kemajuan organisasi.
· semangat dalam mrngikuti agenda kegiatan Wahidiyah (mujahadah usbu’iyah, mujahadah syahriyah, MRS( mujahadah Rubu’ussanah, MNS ( mujahadah nisfussanah) , dan Mujahadah Kubro).
” Acara ini juga menjadi momentum untuk melaksanakan do’a bersama untuk keselamatan Bangsa dan negara dan mengajak para pengamal sholawat wahidiyah untuk melakukan donasi spontanitas kepada saudara-saudara korban banjir bandang di Sumatera, sebagai bentuk wujud solidaritas dan kepedulian kemanusiaan .Tegasnya Eni.

Dalam sambutanya Wali Kota Batu yang diwakili oleh Camat Bumiaji, Thomas Maydo, S. Sos., mengemukakan bahwa kalau kita mujahadah atau bersungguh-sungguh maka seluruh kota ini akan damai, artinya dengan kegiatan kali ini saya menyambut dengan baik dan mengapresiasinya.
” Kita bersungguh-sungguh menjadi manusia yang baru, dengan artian kita menjadi manusia yang bertaqwa, sabar dan dimanapun kita berada selalu menjadi bermanfaat. Kami dari pemerintah Kota Batu, Muspika sangat mendukung kegiatan ini dan kami memfasilitasi setiap ada kegiatan keagamaan, tempat ini bukan milik pemerintah kota batu atau kecamatan akan tetapi milik masyarakat, sehinggakami akan selalu memfasilitasi masyarakat untuk menggunakan tempat ini.” ungkap Thomas.


“Seperti contohnya kami memfasilitasi mujahadah nonstop penyongsongan 3x 24 jam sebelum acara MRS ini, maka kami tempatkan di mushola kecamatan dan untuk pegawai yg mau sholat sementara sholat di masjid di luar kantor kecamatan, yang kebetulan jarak ke masjid sekitar lima puluh meter saja. Jadi harapan kami hal ini sebagai ibadah yang dimana kita bersama-sama berkumpul,berdoa memanjatkan permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kemudian hal ini bentuk kepedulian kita semua sebagai anak bangsa untuk menyampaikan bahwa negara kita sedang tidak baik baik saja, sehingga kita semua harus bersungguh-sungguh berdoa kepada yang Maha Kuasa agar negara kita terhindar dari balak bencana dan selamat dari mara bahaya. Tentunya kita bersama-sama bermujahadah agar bangsa kita semakin kokoh dan menjadi bangsa yang besar selama lamanya. ” Tambahnya.

Selanjutnya sambutan dari DPW PSW Jombang, bidang pembinaan kanak-kanan wahidiyah, ustad Hasan Bisri,S.Sos., mengatakan bahwa, bertepatan pada hari ini juga beberapa kabupaten dan kota di Jawa Timur mengadakan kegiatan yang sama yaitu DPC PSW Jombang kota Surabaya, Kabupaten Bojonegoro, Madiun dan yang lain lainya.
“Di DPC PSW Jombang Kota Batu kegiatan MRS malam ini di sponsori dari kaum ibu-ibu, maka semua Petugas-petugasnya baik dari pembawa acara, pembaca ayat suci al qur’an ,mukodimah sholawat wahidiyah,pembacaan Tahlil dilakukan oleh para ibu-ibu .” Katanya Hasan.

Legalitas PSW Jombang ini sudah mendapatkan Kemekumham 2011, kemudian rekomendasi kementerian agama republik Indonesia tahun 2013, juga terdaftar di Kemendagri tahun 2013. Sehingga sudah secara legalitas sudah sah untuk Penyiar Sholawat Wahidiyah.
“Mari kita semua jangan takut takut atau segan segan untuk selalu menyiarkan sholawat wahidiyah kepada tetangga saudara, sahabat dimanapun berada.” ucap ustad Hasan Bisri, S. Sos.

Kemudian acara dilanjutkan kuliah wahidiyah oleh al mukarom Romo Kyai Ahmad Masruh Ihsan Makhin, MH. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Penyiar Sholawat Jombang dengan memberikan pencerahan pencerahanya.
” Menurut hadist Nabi Muhamad saw. Yang berbunyi, Dunia ini bisa tenram dan baik kalau manusianya tentram maka negaranya juga ikut tentram. Para orang-orang yang cerdas-cerdas, cendekiawan, para ulama, para politikus maka jika menjalankan ilmunya dengan baik akhirnya bisa membawahi penjabat dengan adil dan bijaksana. Para pemimpin yang adil bisa berjalan dengan baik apa bila menjalin dengan para ulama-ulama yang bertujuan untuk kepentingan kemasyarakatan. Doanya orang fakir adalah doa orang orang yang membutuhkan hidayah, maunah dari Allah swt. Sehingga jika semuanya itu menempatkan pada posisinya masing masing maka bangsa ini akan menjadi makmur, gemah ripah loh jinawi.


” Di PSW Jombang ini diajarkan untuk kesemuanya adalah milik Allah swt, kembali kesadaran bahwa dari Allah kembali ke Allah swt. Maka memintalah kepada Allah dengan nama nama yang baik seperti ya Robi dan lain lainya melalui wasilah wasilahnya, sehingga bagi pengamal sholawat wahidiyah maka kita berwasilah melalui nabi Muhammad saw.” pungkasnya.
Kehadiran perwakilan dari Dewan Pemerhati Kebudayaan Kota Batu, PSHT, IPSI, serta liputan dari sejumlah media menunjukkan bahwa Wahidiyah telah menjadi bagian dari ekosistem sosial kebudayaan yang diakui di Kota Batu.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Pesan Utama untuk Masyarakat bahwa Sholawat Wahidiyah hadir sebagai sarana untuk mengajak masyarakat kembali ke jalan Allah dan Rasul-Nya, membentuk pribadi yang ikhlas, berkarakter, dan senantiasa bersyukur. Dengan dukungan semua pihak, perjuangan dakwah melalui sholawat ini diharapkan dapat terus berkontribusi menciptakan Kota Batu yang aman, makmur, dan penuh keberkahan.
Acara ditutup dengan pembacaan sholawat dan doa bersama, secara khidmat oleh seluruh hadirin, dengan harapan senantiasa mendapat restu dari Rasulullah SAW ea ghoutzi hadza zaman ra dan para auliya illah.
( Ria ).




