Mayjen TNI Susilo Tinjau Langsung Lumajang, Pastikan Sinergi Tangani Bencana Semeru

https://katalog.inaproc.id/informasi-suara-indonesia

BERITA VERSI VIDIO

Panglima Divif 2 Kostrad Tinjau Langsung Dampak Erupsi Gunung Semeru, Pastikan Keselamatan Warga Prioritas Utama

Lumajang,PENDIDIKANNASIONAL.ID – Menanggapi bencana erupsi Gunung Semeru, Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Mayjen TNI Susilo, melakukan peninjauan langsung ke wilayah terdampak di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, pada Senin (23/11/2025). Kunjungan ini merupakan wujud nyata kepedulian dan komitmen TNI dalam mendukung penanganan darurat bencana serta memastikan keselamatan masyarakat terdampak.

Desa Supiturang tercatat sebagai salah satu daerah yang mengalami dampak paling parah dari amukan material vulkanik dan aliran lahar dingin. Dalam peninjauannya, Mayjen TNI Susilo tidak hanya mengevaluasi kondisi warga, tetapi juga memeriksa kelayakan jalur evakuasi dan infrastruktur yang rusak atau tertimbun material erupsi.

Panglima Divif 2 Kostrad meninjau jalur evakuasi dan infrastruktur yang tertimbun material vulkanik di kawasan Pronojiwo, Lumajang.
Panglima Divif 2 Kostrad meninjau jalur evakuasi dan infrastruktur yang tertimbun material vulkanik di kawasan Pronojiwo, Lumajang

“Keselamatan rakyat adalah prioritas utama kami. Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang, menghindari area rawan, dan senantiasa mengikuti arahan dari aparat serta relawan di lapangan,” tegas Susilo di sela peninjauan.

Ia juga menegaskan bahwa kehadiran dan keterlibatan TNI dalam penanganan bencana alam memiliki landasan hukum yang kuat, yakni Undang-Undang TNI Nomor 34 Tahun 2004 tentang Operasi Militer Selain Perang (OMSP). “Dalam hal ini, tugas TNI adalah membantu pemerintah daerah dalam menanggulangi dampak bencana alam,” jelasnya.

Baca Juga :  https://pendidikannasional.id/daerah/bupati-cen-sui-lan-resmikan-perumahan-swadaya-lanud-rsa-turut-hadir-beri-dukungan/

Lebih dari sekadar peninjauan, kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk memastikan kesiapan dan efektivitas prajurit Kostrad yang diterjunkan di lapangan. Mereka bertugas membantu proses evakuasi, distribusi bantuan, serta pengamanan wilayah terdampak.

Di tengah keprihatinan atas kerusakan yang terjadi, Panglima Divif 2 Kostrad menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas sinergi solid yang terjalin antara TNI, pemerintah daerah, berbagai elemen relawan, dan masyarakat setempat. Semangat kebersamaan dan gotong royong yang ditunjukkan dinilai sebagai kunci utama dalam mempercepat proses penanganan darurat.

Ekspresi serius Mayjen TNI Susilo saat memantau kesiapan prajurit Kostrad dalam penanganan darurat bencana erupsi Semeru.
Ekspresi serius Mayjen TNI Susilo saat memantau kesiapan prajurit Kostrad dalam penanganan darurat bencana erupsi Semeru.

“Sinergi yang baik ini tidak hanya penting untuk pemulihan fisik, tetapi juga sangat berarti dalam memulihkan kondisi psikologis masyarakat yang tentunya terdampak oleh trauma bencana ini. Kebersamaan kita akan memperkuat ketahanan mereka,” ujar Susilo.

Erupsi Gunung Semeru kembali mengingatkan semua pihak akan potensi ancaman bencana geologis di Indonesia. Letaknya yang berada dalam ring of fire membuat negeri ini kaya akan kesuburan tanah, namun juga rentan terhadap aktivitas seismik dan vulkanik. Oleh karena itu, selain respons tanggap darurat, edukasi mengenai mitigasi bencana dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi hal yang krusial.

Lihat  Juga :  https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Kehadiran tokoh pimpinan militer seperti Mayjen TNI Susilo di lokasi bencana diharapkan dapat memberikan ketenangan serta motivasi bagi warga dan semua pihak yang terlibat. Langkah proaktif TNI ini mempertegas peran strategis institusi militer tidak hanya dalam menjaga kedaulatan negara, tetapi juga dalam mengayomi dan melindungi rakyat di saat-saat terdampak bencana.

Komitmen TNI, dalam hal ini Kostrad, di Lumajang menjadi bukti nyata bahwa di tengah situasi yang penuh tantangan, semangat Bersama Rakyat bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata yang diimplementasikan di lapangan untuk bersama-sama bangkit dan pulih.

 

Sumber : Pendiv 2

( Ria ). 

Array
Related posts
Tutup
Tutup