Koeboe Sarawan bangkit semangat “Nyawiji” Pelukis Senior Kota Batu yang Kembali Merangkai Warna Kehidupan
Malang, Pendidikannasional.id – Kabar gembira bersemi di kalangan pecinta seni Kota Batu. Koeboe Sarawan, sosok pelukis senior yang dikenal dengan goresan khasnya, perlahan kembali menapaki jejak aktivitas sosial setelah sekian lama beristirahat akibat sakit. Semangatnya yang tak padam, didukung oleh hangatnya komunitas, menjadi penawar lara dan pendorong untuk kembali berkarya.
Momentum Hari Pendidikan Nasional tahun ini menjadi penanda kebangkitan yang indah bagi Koeboe Sarawan. Ia turut serta dalam pameran lukisan bertajuk “Mata Rantai” di Kota Malang, mempersembahkan sebuah karya monumental berukuran 85 cm x 115 cm bertajuk “NYAWIJI”. Lukisan yang menggunakan teknik monochrome watercolor on paper, ini seolah menjadi representasi perjalanan hidupnya yang kini kembali menemukan harmoni.

Dalam kesempatan berbincang dengan awak media, Koeboe Sarawan dengan penuh kearifan memaparkan makna mendalam di balik karyanya. “Nyawiji’ adalah konsep yang memiliki makna filosofis dan kontekstual dalam berbagai bidang, terutama terkait dengan harmoni, persatuan, dan konsentrasi,”
Baca Juga : https://pendidikannasional.id/daerah/program-beasiswa-1-000-sarjana-dalam-hardiknas-2025/
Dengan suara yang kembali bersemangat. Ia kemudian mengurai akar filosofis “Nyawiji” dari falsafah pendiri Kraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono I, yang meliputi tiga prinsip utama: Sawiji (fokus), Greget (semangat), dan ora mingkuh (tidak mundur).

Lebih lanjut, Koeboe Sarawan menjelaskan bahwa “Nyawiji” dalam konteks karyanya kali ini juga merupakan representasi dari konsentrasi total yang menghadirkan ketenangan jiwa, sebuah keseimbangan yang mungkin sempat terusik namun kini perlahan kembali bersemi. Baginya, konsep ini tak hanya relevan dalam ranah spiritual dan personal, namun juga dalam upaya menjaga eksistensi seni tradisional dan kebudayaan di tengah arus modernisasi. “Secara umum, ‘Nyawiji’ merujuk pada prinsip persatuan, konsentrasi, dan harmoni yang diwujudkan melalui tindakan konkret, baik dalam lingkup individu, masyarakat, maupun pemerintahan,” Ungkap Koeboe ke awak media.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Kebangkitan Koeboe Sarawan menjadi pengingat akan kekuatan semangat dan dukungan komunitas dalam menghadapi cobaan hidup. Perjalanan seorang pelukis, seperti yang diungkapkan dalam catatan kaki pameran, memang seringkali dipengaruhi oleh perpaduan antara bakat, dedikasi, ekosistem seni yang suportif, dan kemampuan untuk menciptakan karya yang mampu beresonansi dengan konteks sosial budaya. Kiprah Koeboe Sarawan selama ini telah menjadi bagian penting dari lanskap seni rupa Kota Batu, dan kembalinya ia berkarya tentu menjadi angin segar bagi perkembangan seni di daerah tersebut.

Keikutsertaan Koeboe Sarawan dalam pameran “Mata Rantai” bukan hanya sekadar partisipasi, namun juga sebuah deklarasi semangat “Nyawiji” dalam menghadapi kehidupan. Ia membuktikan bahwa dengan fokus, semangat yang membara, dan pantang menyerah, seseorang dapat kembali bangkit dan merangkai warna-warna baru dalam kehidupannya, menginspirasi banyak orang di sekitarnya. Kehadirannya kembali di kancah seni rupa Kota Malang dan Batu patut disambut dengan sukacita, menantikan karya-karya selanjutnya yang akan lahir dari sentuhan magis tangan seorang pelukis senior yang kembali bersemi.
Sosok seniman kelahiran Batu, 02 Juni 1961 ini, sudah banyak mengikuti pameran-pameran baik di Indonesia maupun di luar negeri diantarannya yaitu :
Solo Exhibition
Pada tahun 2011 Pameran tunggal di Galeri Nasional Jakarta.
Pada tahun 2017 Pameran tunggal di Art Stage Singapura.
Pada tahun 2018 Pameran tunggal di Art Stage Jakarta.
Pada tahun 1990 Pameran Lukisan Batik berdua tunggal di Malang.
Group Exhibition
Pada tahun 2021 Pameran Dua Sisi di Situbondo.
Pada tahun 2020 Pameran Unity di Galeri Raos Batu.
Pada tahun 2016 Pameran Arus – Manivesto V di Galeri Nasional Jakarta.
Pada tahun 2015 Pameran Musein Odyssey di Srisasanti Galeri Jogja.
Art Activities And Awards
Sekitar pada 13 Oktober 2024 Museum OHD Magelang merefleksi 100 Surealisme Andre Breton.
Kemudian sekitar pada tahun 2006 – 2013 membuat perangko ” Seri Persabatan Indonesia- China”.
Juga pada tahun yang sama yaitu 2006-2013 membuat perangko ” Seri Persahabatan Negara-negara ASEAN.
( Adi ).


Koeboe Sarawan bangkit semangat "Nyawiji" Pelukis Senior Kota Batu yang Kembali Merangkai Warna Kehidupan ( Foto : Tim ). 