Lestarikan Tradisi Budaya Bangunkan Sahur Keliling Desa

Kelompok Mafia Macan sedang bagungkan sahur ( Foto : Ria ).

Suatu tradisi yang diadakan setiap tahunya yaitu tepatnya di bulan Ramadan, menjadikan moment seperti ini sebagai salah satu bagian dari ibadah dengan membangunkan waktu Sahur. 

Kota Batu, Pendidikannasional.id – Sekelompok remaja yang mengatasnamakan Mafia Macan terdiri dari Desa Pesanggrahan dan Kelurahan Songgokerto, memiliki cara unik untuk membangunkan warga masyarakat sekitarnya saat sahur di bulan Ramadan. Dengan berkeliling kampung, mereka memainkan musik perkusi yang berawal dari belakang Among Tani Foundation menggunakan berbagai alat musik, seperti Kendang, Ketipung,Jidor kemudian Seruling Bambu dan lainnya sebagainya. 

 

Moment seperti ini dijadikan salah satu bagian amal ibadah kelompok remaja tersebut dengan menyuguhkan lagu dan musik dengan berkeliling kampung dengan rute yang sudah ditentukan. Biasanya remaja ini berkumpul sejak pukul 02.00 Wib dini hari. 

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/sosial/ribuan-paket-sembako-disalurkan-ke-masyarakat-oleh-psht-cab-balikpapan/

Salah satu kelompok Mafia Macan, Dewa mengatakan ” Bahwa kelompok kami terdiri dari berbagai usia dan sekolahan, berkumpul menjadi satu untuk kegiatan bangunkan Sahur dengan berkeliling kampung, sedangkan batas waktunya hingga menjelang habis waktu Sahur.”

” Kami sengaja memakai alat ini untuk melestarikan suatu kegiatan yang setiap tahunya dilakukan pada bulan Ramadan, selain itu juga hal ini merupakan salah satu bagian dari ibadah, kami mulai sekitar pukul 02.30 wib sampai 03.30 wib. ” Ungkap Dewa ke awak media pada Rabu, 26 Maret 2025.

Mereka menyanyikan lagu-lagu sholawat, kadang juga membawakan lagu kreasi sendiri. Dengan konsep unik ini, tradisi gugah sahur tidak hanya menjadi sarana membangunkan warga, tetapi juga menciptakan kebersamaan dan hiburan bagi masyarakat sekitar.

” Kegiatan ini kami lakukan setiap hari dan kelompok kami biasanya tujuh hingga 10 orang lebih, kemudian kami mencoba membuat lagu karya sendiri, sehingga hal ini menjadikan sarana untuk menciptakan karya musik sendiri.” Imbuhnya. 

Sementara itu salah satu warga Desa Pesanggrahan Jl. Hasanudin Gg. II, Rofianah ( 37 ) mengatakan ” Bahwa dengan adanya patrol sahur yang di lakukan oleh remaja- remaja ini, saya sangat terbantu karena hal ini sebagai pengingat bahwa waktu Sahur telah tiba.”

” Saya sangat senang sekali dengan adanya patrol Sahur ini. Biasanya sekitar pukul 03.00 Wib saya mendengarnya. Kegiatan seperti ini harus dilestarikan sehingga budaya seperti ini tidak kegerus oleh kemajuan jaman, selain itu juga bulan Ramadan serasa lebih lengkap dengan budaya patrol sahur ini.” Ungkapnya Rofi ke awak media. 

Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Untuk diketahui kelompok Mafia Macan ini sudah berdiri sejak awal tahun 2024 yang terdiri dari remaja antara lain : Gilang, Mamad, Fadil, Dani, Sukik, Dewa, Caca, Dafa, Eka, 

Kegiatan yang dilakukan ini merupakan sebagai sarana menyatukan remaja-remaja dari berbagai desa dan kelurahan dalam kelompok yang bernama Mafia Macan. Selain itu juga kegiatan tersebut nantinya tidak hanya bulan ramadan saja tetapi pada moment tertentu, kegiatan tersebut dalam rangka untuk melestarikan budaya sekitarnya. 

 

( Ria ).

Array
Related posts
Tutup
Tutup