Kelompok Penyanyi Jalanan( KPJ ) dalam menyuguhkan sebuah lagu kepada pengunjung yang berada di alun-alun Kota Batu sangat memberikan kesan tersendiri.

Batu, Pendidikannasional.id – KPJ ( Kelompok Penyanyi Jalanan ) merupakan suatu ruang lokakarya bagi para pengamen. Kelompok ini mulai ada di Kota Batu sejak tahun 2013. Sempat terhenti dalam pertengahan perjalanya,dikarenakan adanya sesuatu hal yang tidak memungkinkan, dan mulai aktif kembali pada tahun 2023 bulan Desember. Kelompok ini beranggotakan sekitar 55 ( Limah Puluh Lima ) orang, yang dipimpin langsung oleh Dodik Supriyanto ( Cak Yan ), dengan bersekretariat di Angkringan Merah Putih, Jl. Mustari No. 11 Sisir Kota Batu.
Baca Juga : https://pendidikannasional.id/daerah/unilever-food-solutions-gelar-cooking-demo-kreasi-bersama-umkm/
Seperti kelompok pada umumnya, kelompok ini juga memiliki aturan bagi anak-anak jalanan yang ingin bergabung menjadi anggotanya. Aturan-aturan tersebut, yaitu tidak boleh melakukan tindak kriminal, tidak boleh ribut sesama teman, dan tidak boleh menggunakan narkoba serta selalu guyub dan rukun.

Cak Yan sewaktu ditemui awak media di sekretariatnya pada Sabtu, 26 Oktober menjelaskan bahwa ” KPJ di bentuk ini agar para pengamen tersebut mempunyai ruang untuk bisa berkarya dalam bekesenian, menyalurkan bakat serta hobi bermain musik dan olah vokalnya, selain itu juga sebagai wadah bagi para pengamen sehingga tidak liar.”
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
” Jika ada pengamen yang belum menjadi anggota KPJ, maka kami siap menerimanya. Apabila bagi para pengamen yang belum bergabung ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan maka kami tidak bisa membantunya. Disini mempunyai aturan-aturan yang sudah ditetapkan oleh Ketua umum untuk dijalankan,sehingga ketika tidak mentaati aturan tersebut maka akan kami keluarkan dari anggota KPJ.” Ungkapnya ke awak media.

Pada kesempatan yang lain selaku anggota KPJ, Aziz dan Andy ( Alan ) mengatakan bahwa, kami menggeluti sebagai penyanyi jalanan ini selama sepuluh tahunan dan biasanya saya mengais rejeki ini hanya di seputaran alun-alun Kota Batu.
” Berharap bagi musisi yang berada di Kota Wisata Batu ini mempunyai wadah atau tempat yang khusus bagi para pengamen untuk berekspresi, sehingga kami tidak mengamen ditempat yang sekiranya tidak diperbolehkan serta akan lebih tertata, Semoga kedepanya KPJ tetap kompak selalu.” Jelasnya ke awak media.

Ditempat yang sama, Tamrin sebagai wisatawan dari Surabaya juga menyampaikan, bahwa keberadaan pengamen ini tidak mengganggu tetapi setidaknya ada jeda waktunya, sehingga dalam satu tempat kuliner seperti ini terlihat tidak terlalu sering.
” Kami melihat belum beberapa menit ada yang mengamen lagi, kemudian beberapa menit lagi ada pengamen lainya yang datang lagi. Berharap ada jeda mungkin setengah jam sehingga terlihatnya tidak terlalu seringnya pengamen tersebut mendatangi tempat kuliner seperti ini.
kelompok ini sebenarnya dimaksudkan sebagai ruang lokakarya bagi para pengamen. Lokakarya ini bertujuan supaya para pengamen tidak terjebak akan rutinitas mereka yang berbeda dengan orang pada umumnya. Rutinitas mengamen pada malam hari dan tidur pada siang harilah yang ingin mereka perbaiki. ( Adi ).




