Hari Jadi ke-192 Kelurahan Sisir, Parade Budaya dan Pentas Seni Perkuat Pelestarian Tradisi di Kota Batu
KOTA BATU, Pendidikannasional.id – Nuansa keindahan alam, kesejukan udara, serta langit cerah menambah semarak penyelenggaraan Parade Budaya dan Pentas Seni dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-192 Kelurahan Sisir, Kota Batu, Sabtu (7/11/2026). Mengusung tema “Membangun Lingkungan, Nguri-uri Tradisi dan Budaya”, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus meneguhkan komitmen dalam menjaga warisan budaya bangsa.
Penyelenggaraan kegiatan ini tidak sekadar menghadirkan pertunjukan seni dan parade kebudayaan, tetapi juga merefleksikan rasa syukur masyarakat atas perjalanan panjang Kelurahan Sisir. Selama 192 tahun, keberadaan lingkungan masyarakat dan tradisi yang tumbuh di dalamnya menjadi bagian dari perjalanan sejarah serta pembentukan identitas sosial warga.

Lurah Sisir, Budi Meryanto Handarto mengatakan bahwa Parade Budaya dan Pentas Seni merupakan wujud rasa syukur seluruh masyarakat Kelurahan Sisir dalam memperingati hari jadi ke-192.
Menurutnya, momentum peringatan tersebut menjadi kesempatan bagi seluruh elemen masyarakat untuk mempererat persaudaraan, membangun kebersamaan, serta menjaga dan melestarikan tradisi budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Peringatan hari jadi melalui kegiatan kebudayaan juga menjadi bentuk penghargaan terhadap perjalanan sejarah Kelurahan Sisir. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan, memperkuat solidaritas sosial, dan mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan wilayah.

Ketua Panitia, Binton, menyampaikan bahwa Parade Budaya dan Pentas Seni tersebut diikuti oleh 13 kontingen. Keikutsertaan belasan kontingen menjadi gambaran keterlibatan masyarakat dalam menyemarakkan peringatan hari jadi sekaligus menampilkan keberagaman ekspresi seni dan budaya.
Binton berharap kegiatan Parade Budaya Kelurahan Sisir dapat terus dikembangkan sehingga memiliki cakupan penampilan yang lebih luas, termasuk menghadirkan representasi kebudayaan nasional.

Ia juga berharap penyelenggaraan parade budaya di Kelurahan Sisir ke depan dapat berkembang seperti kegiatan parade budaya di Kota Madiun, yang menampilkan kekayaan seni dan keberagaman tradisi sebagai bagian dari identitas daerah.
“Harapan ke depan, semoga Parade Budaya ini bisa terus berkembang dan menampilkan beragam kebudayaan nasional. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana melestarikan budaya,” ungkap Binton.

Dalam perspektif pembangunan masyarakat, kebudayaan memiliki kedudukan strategis sebagai fondasi pembentukan karakter, identitas, dan solidaritas sosial. Tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan sumber nilai yang dapat memberikan arah bagi kehidupan masyarakat masa kini dan mendatang.
Semangat nguri-uri tradisi dan budaya mengandung pesan penting bahwa pembangunan lingkungan harus berjalan seiring dengan pemeliharaan nilai-nilai sosial dan kearifan lokal. Kemajuan suatu wilayah tidak hanya diukur melalui pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga melalui kemampuan masyarakat menjaga identitas serta mewariskan nilai kebudayaan kepada generasi berikutnya.
Baca Juga : https://pendidikannasional.id/daerah/batu-art-flower-carnival-2026-kota-batu-harmoni-sinergi-semesta/
Parade Budaya Kelurahan Sisir menjadi salah satu ruang aktualisasi bagi masyarakat untuk mengekspresikan kreativitas, memperkenalkan kekayaan tradisi, sekaligus memperkuat hubungan antargenerasi.
Ke depan, keberlanjutan kegiatan kebudayaan semacam ini membutuhkan pembinaan yang konsisten, keterlibatan generasi muda, dukungan pemerintah, serta partisipasi komunitas seni dan masyarakat secara luas.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionalcom?si=UjXPUpkON2ZP7j8f
https://instagram.com/pendidikannasional.id?obrf=MW5nZXZzYnBldWF6Ng==
https://www.facebook.com/share/1GUDtH83hq
Melalui peringatan Hari Jadi ke-192 ini, Kelurahan Sisir menunjukkan bahwa rasa syukur atas perjalanan sejarah dapat diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan manfaat sosial dan edukatif.
Sebab, merawat kebudayaan sejatinya bukan hanya menjaga warisan masa lalu, melainkan juga menyiapkan fondasi peradaban bagi masa depan. Tradisi yang dijaga, lingkungan yang dibangun, dan kebersamaan yang diperkuat merupakan bagian penting dari perjalanan masyarakat menuju kemajuan tanpa kehilangan jati diri.
Penulis : Riadi.
Editor : Tim Redaksi Pendidikannasional.id.






