Realisasi Investasi Tembus 218 Persen, Wali Kota Batu Buka Entrepreneur Hub Finance 2026

Wali Kota Batu, Nurochman ketika melihat Batik hasil produk putra putri daerah sendiri.( Foto : istimewa ).

Entrepreneur Hub Finance 2026 Resmi Digelar di Kota Batu, Wali Kota Nurochman Dorong Perluasan Akses Pembiayaan UMKM

Kota Batu,PENDIDIKANNASIONAL.ID – Pemerintah Kota Batu bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia secara resmi menyelenggarakan kegiatan Entrepreneur Hub Finance 2026, sebuah forum strategis nasional yang bertujuan memperkuat akses pembiayaan serta mempercepat pengembangan ekosistem kewirausahaan di daerah. Acara yang berlangsung di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani pada Selasa (10/3/2026) ini diikuti oleh lebih dari 100 peserta yang terdiri dari para entrepreneur, pelaku UMKM, dan wirausaha terkurasi dari berbagai sektor usaha.

Wali Kota Batu, Nurochman, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Batu sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan berskala nasional tersebut. Menurutnya, penetapan Kota Batu sebagai lokasi pertama penyelenggaraan Entrepreneur Hub Finance tidak terlepas dari perkembangan signifikan ekosistem usaha dan investasi di wilayahnya yang terus menunjukkan kinerja positif dan pertumbuhan berkelanjutan.

Wali Kota Batu, Nurochman ketika memberikan sambutan yang, bertempat di Graha Pancasila Kota Batu.
Wali Kota Batu, Nurochman ketika memberikan sambutan yang, bertempat di Graha Pancasila Kota Batu.

“Terima kasih atas komitmen yang kembali diberikan kepada Kota Batu sebagai kota pertama penyelenggaraan Entrepreneur Hub Finance. Hal ini lahir dari performa luar biasa ekosistem usaha dan investasi daerah yang pada tahun 2025 mampu merealisasikan investasi hingga sekitar Rp2,4 triliun atau mencapai 218 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp1,2 triliun,” ujar Wali Kota Nurochman di hadapan para peserta dan tamu undangan.

Capaian investasi yang melampaui target tersebut, jelas Nurochman, menjadi indikator penting meningkatnya kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi serta tata kelola pembangunan daerah yang transparan dan akuntabel. Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Batu untuk memastikan seluruh proses pembiayaan usaha berjalan sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku.

Wali Kota Batu, Nurochman ketika meninjau produk UMKM dan berinteraksi kepada pedagangnya.
Wali Kota Batu, Nurochman ketika meninjau produk UMKM dan berinteraksi kepada pedagangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Nurochman secara khusus meminta para pelaku usaha untuk tidak ragu menyampaikan laporan apabila menemui kendala dalam proses pengajuan maupun realisasi pembiayaan.

“Silakan sampaikan kepada saya secara langsung apabila terdapat proses yang sudah dijanjikan namun tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, khususnya terkait dengan akses pembiayaan bagi pelaku usaha. Pemerintah kota berkomitmen menjadi fasilitator dan pelindung bagi perkembangan UMKM di daerah,” tegasnya dengan nada serius.

Baca Juga : 

Dangdut Koplo Eksis di Jalibar Batu, New Mandala Jadi Magnet Wisatawan dan Penggerak UMKM

Sementara itu, Asisten Deputi Perluasan Pembiayaan Wirausaha Kementerian UMKM RI, Ginda P. Siregar, dalam paparannya menjelaskan bahwa kegiatan Entrepreneur Hub Finance merupakan bagian integral dari komitmen pemerintah pusat dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM di seluruh wilayah Indonesia. Ia menyoroti potensi besar Provinsi Jawa Timur dalam pengembangan kewirausahaan nasional, dengan Kota Batu sebagai salah satu daerah unggulan.

“Kota Batu memiliki kualitas pelaku UMKM yang sangat kompetitif serta konsisten dalam pembangunan sektor usaha mikro. Selain Surabaya, Kota Batu menjadi daerah dengan kualitas UMKM yang sangat baik. Bahkan beberapa pelaku usaha di Kota Batu telah mendapatkan pendampingan Hak Kekayaan Intelektual melalui program pemerintah. Kota Batu tetap konsisten menjadi salah satu pionir pembangunan UMKM di Jawa Timur maupun nasional,” ungkap Ginda P. Siregar.

Takoyaki by Oriza di Nala Festival UMKM Kuliner yang Bertahan & Berkembang Sejak 2015

Kehadiran pendampingan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi pelaku usaha di Kota Batu menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam melindungi inovasi dan kreativitas produk lokal, sekaligus meningkatkan daya saing di pasar yang lebih luas. Hal ini sejalan dengan upaya transformasi ekonomi berbasis pengetahuan yang menjadi agenda nasional.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen serta Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Jawa Timur, Horas V.M. Tarihoran, menegaskan komitmen Otoritas Jasa Keuangan dalam mendukung penguatan UMKM di daerah. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pengawasan ketat terhadap lembaga jasa keuangan serta penguatan edukasi keuangan digital di sektor usaha yang melibatkan jasa keuangan.

Baca Juga : https://pendidikannasional.id/daerah/ekspor-hasil-tani-dan-agrowisata-pacu-ekonomi-batu-kemiskinan-turun-ke-306/

“Kami mengimbau para pelaku usaha untuk lebih berhati-hati dalam memilih produk pembiayaan dan layanan keuangan. Literasi keuangan yang baik akan membantu pelaku usaha mengidentifikasi produk yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan, agar tidak menimbulkan risiko yang dapat menghambat kelancaran usaha di masa mendatang. Pastikan untuk selalu menggunakan lembaga keuangan yang terdaftar dan diawasi OJK,” jelas Horas V.M. Tarihoran.

Entrepreneur Hub Finance 2026 dirancang tidak hanya sebagai forum diskusi, tetapi juga sebagai wadah kolaborasi konkret antara pemerintah, lembaga keuangan perbankan dan non-perbankan, serta para pelaku usaha. Berbagai skema pembiayaan alternatif diperkenalkan, mulai dari kredit usaha rakyat (KUR), pembiayaan berbasis teknologi finansial, hingga skema investasi modal ventura yang dapat diakses oleh UMKM dengan berbagai tingkatan skala usaha.

Junrejo Tempo Doeloe 2025 Wujudkan Guyub Rukun lewat UMKM dan Budaya

Para peserta mendapatkan kesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan para ahli keuangan dan perbankan, memahami persyaratan teknis pengajuan pembiayaan, serta mempelajari strategi pengelolaan keuangan usaha yang sehat. Pendekatan ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan informasi yang selama ini menjadi salah satu hambatan utama UMKM dalam mengakses pembiayaan formal.

 

Melalui penyelenggaraan Entrepreneur Hub Finance 2026 ini, diharapkan tercipta kolaborasi yang lebih kuat dan berkelanjutan antara pemerintah pusat dan daerah, lembaga jasa keuangan, serta pelaku usaha dalam memperluas akses pembiayaan produktif. Selain itu, forum ini juga bertujuan meningkatkan kapasitas kewirausahaan melalui transfer pengetahuan dan pengalaman, serta mendukung target peningkatan rasio kewirausahaan nasional hingga 3,6 persen pada tahun 2029 sebagaimana ditargetkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.

Sukses Besar! Anniversary ke-7 Ababil Group Meriahkan Lamongan,Gowes dan Pameran UMKM

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari penuh ini mendapat respons positif dari para peserta. Salah seorang pelaku UMKM bidang kuliner asal Kota Batu, Sari Wulandari, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru mengenai alternatif pembiayaan yang selama ini belum diketahuinya. “Saya baru tahu bahwa ada banyak skema pembiayaan selain pinjaman bank konvensional. Informasi dari OJK tentang pentingnya memeriksa legalitas lembaga keuangan juga sangat bermanfaat agar kami tidak terjebak pinjaman online ilegal,” ujarnya.

Lihat Jiga :  https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Dengan sinergi dan kolaborasi yang terus diperkuat, diharapkan ekosistem kewirausahaan di Kota Batu dan Jawa Timur pada umumnya akan semakin kondusif bagi pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah. Hal ini pada gilirannya akan berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta percepatan pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

 

Sumber : Prokopim. 

Editor : Tim Pendidikannasional.id.

Array
Related posts
Tutup
Tutup