Refleksi Kepemimpinan Humanis Panglima Divif 2 Kostrad saat Kunjungan Kerja di Yonarhanud 2,Sinergi Antara Profesionalisme Militer dan Ketahanan Keluarga
Malang, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Dalam dinamika organisasi Tentara Nasional Indonesia (TNI), aspek kepemimpinan tidak hanya diukur dari kecakapan strategi di medan latihan atau operasi, tetapi juga dari kemampuan seorang komandan dalam membangun ikatan emosional dengan prajurit dan keluarganya. Hal ini tercermin dengan jelas dalam kunjungan kerja Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Mayor Jenderal TNI Primadi Saiful Sulun, S.Sos., M.Si., ke Batalyon Artileri Pertahanan Udara / Batalyon Armed Beruang Wahyu (Yonarhanud 2/ABW/2 Kostrad) di Malang pada Senin, 9 Maret 2026.
Mengawali pengarahannya, Mayjen TNI Primadi melontarkan sebuah pertanyaan sederhana namun sarat makna, “Bagaimana kabar keluarga?” Pertanyaan yang terdengar normatif ini ternyata memiliki dimensi psikologis yang mendalam, terutama ketika dialamatkan kepada para ibu yang ditinggal suami bertugas di daerah operasi selama berbulan-bulan.

Dalam perspektif ilmu kepemimpinan militer modern, pendekatan ini merepresentasikan konsep people oriented leadership, di mana seorang pemimpin tidak hanya memandang prajurit sebagai alat tempur, melainkan sebagai individu yang memiliki ikatan sosial dan keluarga. Kepedulian terhadap keluarga prajurit merupakan fondasi bagi terciptanya ketahanan satuan, karena prajurit yang tenang secara mental dengan mengetahui keluarganya diperhatikan, maka akan mampu menjalankan tugas operasi dengan lebih fokus dan optimal.
Memasuki materi pokok pengarahannya, Pangdivif 2 Kostrad menyoroti tiga pilar utama yang menjadi concern nya, yaitu profesionalisme, disiplin, dan semangat pengabdian. Dalam kerangka akademik sosiologi militer, profesionalisme tidak hanya terkait dengan kecakapan teknis menggunakan alutsista, tetapi juga integritas moral dan loyalitas konstitusional. Penekanan pada rasa syukur atas rezeki yang diperoleh juga menjadi pengingat akan pentingnya spiritualitas dalam membendung berbagai bentuk pelanggaran dan gaya hidup hedonis yang dapat merusak citra satuan.
Salah satu poin yang menjadi sorotan utama dalam arahannya adalah fenomena penggunaan media sosial di kalangan prajurit dan keluarganya. Di tengah derasnya arus informasi digital, Mayjen TNI Primadi memberikan deskripsi komprehensif mengenai etika bermedia sosial. Beliau menegaskan bahwa bijak dalam bermedia sosial berarti mampu mentransformasi platform digital menjadi ruang publik yang produktif.
Pernyataan beliau, “Gunakan media sosial sebagai alat komunikasi sehat, mengembangkan diri dan bukan ajang pamer berlebihan serta tidak berkomentar negatif yang dapat menimbulkan perpecahan,” merupakan kritik sosial terhadap fenomena oversharing dan cyberbullying yang kerap memicu konflik horizontal.
Dalam konteks ini, pesan Panglima selaras dengan teori literasi digital yang menekankan pentingnya kemampuan individu untuk tidak hanya mengonsumsi konten, tetapi juga memproduksi konten secara etis dan bertanggung jawab. Seruan untuk mendidik anak tentang etika bermedia sosial sejak dini menunjukkan kesadaran akan pentingnya digital parenting dalam lingkungan militer, guna membangun generasi penerus yang tangguh secara karakter namun adaptif terhadap teknologi.
Puncak dari pengarahan tersebut adalah apresiasi setinggi-tingginya kepada para prajurit yang telah berhasil melaksanakan tugas operasi. Pengakuan atas keberhasilan ini penting dalam teori motivasi organisasi, karena memberikan rasa bangga (sense of pride) dan pengakuan (recognition) yang menjadi stimulus bagi peningkatan kinerja individu maupun kolektif.
120 Prajurit Pulang Misi Aceh, Yonzipur 10 Kostrad Disambut Mayjen TNI Primadi
Mayjen TNI Primadi menutup rangkaian kunjungan kerjanya dengan sebuah pesan fundamental,” Kebersamaan adalah kekuatan utama dalam membangun satuan yang tangguh, solid, dan siap mengemban tugas negara “. Pesan ini merefleksikan filosofi esprit de corps yang menjadi darah daging satuan Kostrad. Satuan yang tangguh tidak lahir dari individu-individu super, melainkan dari kolektivitas yang solid, saling percaya, dan memiliki visi yang sama.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
Kunjungan kerja ke Yonarhanud 2 ini bukan sekadar seremoni militer biasa. Ia adalah sebuah studi kasus tentang bagaimana kepemimpinan yang humanis, dikombinasikan dengan penekanan pada profesionalisme dan adaptasi terhadap tantangan era digital, dapat memperkuat fondasi satuan. Di bawah komando Divif 2 Kostrad, sinergi antara prajurit dan keluarga menjadi modal utama untuk terus mengabdi kepada bangsa dan negara, menjaga kedaulatan di udara, serta siap menjadi benteng terakhir pertahanan darat. Divif 2 Kostrad untuk Indonesia.
Sumber : Pendiv.
Editor : Tim Pendidikannasional.id.


Mayjen TNI Primadi ketika berada di Yon arhanud 2 area Alutsista dalam Kunkernya. ( Foto : istimewa ). 
