Pra-Musrenbang Bumiaji 2026 Galang Sinergi Wujudkan “Bumiaji Hijau” Berbasis Kearifan Lokal

Suasana diskusi aktif antara perwakilan desa dengan OPD terkait dalam penyusunan usulan prioritas di Musrenbang Kecamatan Bumiaji.( Foto : Tim ).

https://katalog.inaproc.id/informasi-suara-indonesia

Pra Musrenbang Kecamatan Bumiaji 2026 Sinergi Wujudkan ‘Bumiaji Hijau’ Berlandaskan Kearifan Lokal

Kota Batu,Bumiaji, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Dalam rangka menyusun perencanaan pembangunan tahunan, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, menyelenggarakan Pra-Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan) selama dua hari dengan tema “Menggali Kearifan Lokal, Mewujudkan Bumiaji Hijau”. Acara yang dihadiri seluruh perwakilan dari 9 desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), jajaran pemerintah kecamatan, serta berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Batu ini, bertujuan merumuskan usulan pembangunan yang strategis, realistis, dan berkelanjutan. ( 28/01/2026 ). 

Camat Bumiaji, Thomas Mau di, S.Sos., ketika memberikan sambutanya
Camat Bumiaji, Thomas Mau di, S.Sos., ketika memberikan sambutanya

Camat Bumiaji, Thomas Maydo, S.Sos., dalam sambutannya menegaskan bahwa forum ini tidak boleh sekadar seremonial, tetapi harus menghasilkan output konkret. Ia menginstruksikan setiap desa mengajukan usulan prioritas yang telah disinkronkan dengan program Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, seperti Dinas PUPR untuk infrastruktur atau Dinas Pariwisata untuk kebudayaan. Targetnya, minimal satu usulan prioritas dari tiap desa dapat direalisasikan pemerintah kota pada 2027.

Tampak dari berbagai desa dan BPD mengajukan usulanya kepada Dinas terkait
Tampak dari berbagai desa dan BPD mengajukan usulanya kepada Dinas terkait

“Kita mengusung tema pelestarian lingkungan dan budaya. Fokusnya adalah melindungi sumber mata air dan hutan sebagai paru-paru kota, serta menguatkan Lembaga Adat dan Seni Budaya (Labuni) sebagai fondasi karakter masyarakat,” ujar Maydo. Ia juga menekankan pentingnya kajian mendalam untuk mitigasi bencana, seperti banjir dan longsor, serta pengendalian alih fungsi lahan.

Kabid
Kabid Perencanaan dan Pengendalian dan evaluasi Pembangunan Daerah, Temmy Indrawan

Kabid Perencanaan dan Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah  Bappelitbangda Kota Batu, Temmy Indrawan menyoroti legitimasi dan vitalitas forum Musrenbang. Menurutnya, musrenbang adalah saluran aspirasi masyarakat yang legal dan diakui dalam Permendagri tentang Perencanaan Pembangunan. Tanpa usulan dari akar rumput, RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Kota Batu tidak akan tercapai.

Tampak dari Dinas terkait hadir dalam Pra Musrenbang Kec. Bumiaji.
Tampak dari Dinas terkait hadir dalam Pra Musrenbang Kec. Bumiaji.

“Forum ini adalah titik temu antara aspirasi masyarakat dan program pemerintah. Optimisme kita harus dibarengi dengan kesungguhan menyusun usulan yang matang, terukur, dan selaras dengan visi-misi pembangunan kota. Jika sudah sinkron, tinggal eksekusi bersama,” paparnya. Ia mengingatkan semua pihak untuk menjadikan momen ini sebagai peluang strategis mengakomodir kebutuhan riil warga ke dalam anggaran daerah.

Tenaga Ahli Pemberdayaan Kota Batu, Hendro Kusuma Jaya, Pendamping desa
Tenaga Ahli Pemberdayaan Kota Batu, Hendro Kusuma Jaya, Pendamping desa

Sementara itu, proses pendampingan teknis desa di Kecamatan Bumiaji memasuki babak baru. Tenaga Ahli Pemberdayaan Kota Batu, Hendro Kusuma Jaya, secara resmi memperkenalkan diri sebagai penerus estafet pendampingan yang sebelumnya diampu oleh Zamroni dan Najib. Hendro, yang sebelumnya bertugas di Kabupaten Malang, menyatakan komitmennya untuk melanjutkan fasilitasi dinamika regulasi dan kebijakan yang terus berkembang.

“Fokus tahun 2026 adalah melanjutkan program-program prioritas dan bersama-sama mempelajari perubahan ketentuan peraturan yang berlaku sejak 2025. Kami berharap kerjasama yang solid dengan Pemerintah Desa, BPD, dan semua lembaga kemasyarakatan,” jelas Hendro.

Tampak dari sembilan desa dan BPD yang hadir
Tampak dari sembilan desa dan BPD yang hadir

Pra-Musrenbang ini menegaskan komitmen kolektif menuju Bumiaji yang hijau dan berbudaya. Integrasi antara kearifan lokal, pelestarian lingkungan, dan perencanaan partisipatif menjadi kunci utama. Dukungan teknis dari pendamping desa dan sinkronisasi dengan OPD diharapkan mampu mentransformasi usulan masyarakat menjadi program kerja nyata yang berdampak langsung pada kesejahteraan dan keberlanjutan ekosistem Kecamatan Bumiaji.

Baca Juga :  https://pendidikannasional.id/daerah/kepala-desa-sedanau-timur-ambil-alih-130-sertipikat-tanah-warga-dari-pihak-swasta-iwoi-natuna-beri-apresiasi/

Lihat Juga :  https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Dengan semangat gotong royong dan perencanaan yang matang, seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat Bumiaji bertekad menjadikan tahun 2026 sebagai titik tolak pembangunan yang lebih inklusif, lestari, dan berakar pada kearifan lokal.

 

( Ria ). 

Array
Related posts
Tutup
Tutup