KPJ ( Kelompok Penyanyi Jalanan ) Kota Batu Meriahkan Nala Festival 2025

https://katalog.inaproc.id/informasi-suara-indonesia

Kelompok Penyanyi Jalanan Kota Batu Meriahkan Nala Festival 2025 dan HUT Armada TNI AL

Kota Batu, PENDIDIKANNASIONAL.ID – Warna musik all raund kembali menghiasi Kota Batu. Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Kota Batu, yang telah menjadi ikon budaya kota, tampil memukau dalam gelaran Nala Festival 2025. Penampilan mereka kali ini istimewa, turut memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun Armada serta Hari Nusantara Angkatan Laut.

Komunitas yang akrab disapa KPJ ini telah lama menjadi bagian dari denyut nadi kesenian jalanan di Kota Batu, bahkan namanya dikenal luas di kancah musik jalanan Indonesia. Kehadiran mereka di festival tersebut bukan sekadar pertunjukan, melainkan bukti konsistensi menghidupkan ruang publik dengan nada dan lirik.

Ketua KPJ Kota Batu, Dodik Supriyanto ( Cak Yan ) bersama Sadewo ketika menyuguhkan lagu lagunya
Ketua KPJ Kota Batu, Dodik Supriyanto ( Cak Yan ) bersama Sadewo ketika menyuguhkan lagu lagunya

Ketua Kelompok Penyanyi Jalanan Kota Batu, Dodik Supriyanto, yang akrab disapa Cak Yan, menyampaikan antusiasmenya. “Pada kesempatan ini, kami menyuguhkan lagu-lagu all round,” ujarnya kepada media, Jumat (2612/2024). Repertoar lagu yang dibawakan sengaja dipilih untuk menjangkau seluruh kalangan, dari yang muda hingga tua, dengan genre yang beragam mulai dari pop, rock, folk, hingga lagu-lagu daerah yang diaransemen ulang secara akustik.

“Tujuannya satu yaitu menyatukan semua penonton dalam kegembiraan musik, sekaligus merayakan semangat kebersamaan di momen Hari Nusantara TNI AL dan hari jadi Armada yang lagu-lagunya juga sangat kami cintai,” tambah Cak Yan.

Penampilan KPJ di Nala Festival 2025 menjadi daya tarik tersendiri. Dengan formasi sederhana namun kompak, yang biasanya hanya mengandalkan gitar akustik, kendang, dan vokal harmonis,kini mereka dengan berkaraoke, berhasil menciptakan atmosfer hangat dan intim di tengah keramaian festival. Penonton tidak hanya menyimak, tetapi juga banyak yang ikut bernyanyi, menciptakan interaksi langsung yang khas pertunjukan jalanan.

Baca Juga :  https://pendidikannasional.id/daerah/dukungan-untuk-polisi-natuna-pendeta-willi-bagikan-nasi-kotak-ke-posko-operasi-lilin-seligi-2025/

Komunitas ini, menurut Cak Yan, lahir dari rasa cinta pada musik dan ruang publik. “Jalanan adalah panggung kami yang paling jujur. Di sana, kami langsung bertemu dengan respon paling tulus dari masyarakat,” tuturnya. Prinsip inilah yang mereka bawa ke panggung festival, menjembatani kesan intim musik jalanan dengan skala event yang lebih besar.

Keikutsertaan KPJ dalam event nasional seperti ini juga menunjukkan apresiasi terhadap seni musik jalanan sebagai kekayaan budaya urban yang legitimate. Mereka tidak hanya menghibur, tetapi juga membawa misi sosial untuk menjadikan seni dapat diakses oleh siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.

“Seni, khususnya musik, seharusnya bisa dinikmati oleh semua lapisan. Kami di jalanan mencoba mewujudkan itu. Tampil di festival seperti ini adalah kesempatan untuk memperluas dampak dan suara kami,” papar Cak Yan.

Lihat Juga :  https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk

Dodik Supriyanto juga berharap, melalui penampilan-penampilan semacam ini, KPJ Kota Batu dapat menginspirasi anak muda lainnya untuk mengembangkan bakat seni secara positif dan menjadikan ruang publik sebagai galeri hidup yang dinamis. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara komunitas seni jalanan dengan pemerintah dan penyelenggara event untuk terus menghidupkan geliat kesenian lokal.

Nala Festival 2025 sendiri sukses menyedot perhatian ribuan pengunjung. Dengan menggabungkan konsep musik, kuliner, dan seni pertunjukan, festival ini menjadi ajang silaturahmi budaya yang dinanti. Kehadiran KPJ memberikan nuansa akar rumput yang autentik, mengingatkan semua pihak bahwa semangat kesenian seringkali berawal dari hal-hal sederhana di sekitar kita.

Penampilan KPJ kali ini bukan yang pertama dan dipastikan bukan yang terakhir. Mereka berkomitmen untuk terus mengisi sudut-sudut Kota Batu, dan kota-kota lainnya, dengan alunan musik. Seiring dengan berakhirnya panggung di Nala Festival 2025, para personel KPJ sudah bersiap kembali ke ‘markas’ mereka trotoar, taman, dan ruang publik lainnya, siap menyapa masyarakat dengan chord-chord yang akrab dan cerita yang dekat di hati.

Dengan semangat yang tak pernah padam, Kelompok Penyanyi Jalanan Kota Batu membuktikan bahwa seni yang tulus tidak memerlukan panggung mewah. Resonansi nada dan kebersamaanlah yang meninggalkan kesan abdi, mengukuhkan mereka sebagai salah satu pelaku budaya yang tak terpisahkan dari identitas Kota Batu yang kreatif dan bersahabat.

 

( Ria ).

Array
Related posts
Tutup
Tutup