Tegas, PSHT Hanya Satu ( Mung Siji) Berpusat di Madiun, Tidak Ada Kata Nyawiji
Madiun, Pendidikannasional.id – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dengan jelas menyatakan pendiriannya terkait ajakan “nyawiji” yang digaungkan oleh kelompok Muhamad Taufik di media sosial. Pernyataan tegas dari PSHT ini disampaikan oleh juru bicara Humas Pusat PSHT, Nailil Gufron, setelah acara apel Pamter di Padepokan PSHT di Jl. Merak Madiun pada Minggu pagi (18/05/2025).
Dalam keterangannya, PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE yang berlokasi di Jalan Merak Nomor 10 dan 17 Kota Madiun, yang dipimpin oleh Ketua Umum kangmas Drs. R. H. Moerdjoko HW dan Ketua Dewan Pusat kangmas H. Issoebijantoro, SH, secara hukum menyatakan bahwa masalah internal yang melibatkan kelompok Dr. Ir. Muhamad Taufiq, S. H. ,MSc telah selesai secara hukum.

“Kami dengan tegas menolak permintaan nyawiji dari kelompok Muhamad Taufiq. Ini sejalan dengan selesainya masalah hukum di dalam organisasi kami. Bukti dari ini terlihat dari keputusan di Mahkamah Agung dan Kemenkumham,” jelasnya.
Di samping itu, secara menyeluruh, Gufron juga menambahkan bahwa dalam Parapatan Luhur PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE Tahun 2021 telah diputuskan bahwa status Dr. Ir. Muhamad Taufiq, S. H. ,MSc sebagai anggota PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE telah dicabut dan dikeluarkan dari organisasi selamanya. Keputusan Parapatan Luhur Tahun 2021 tersebut telah diikuti dengan Keputusan Dewan Pusat PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE Nomor: 003/SK/DP-PSHT-000/IV/2021 pada tanggal 19 April 2021 yang pada intinya menetapkan pemberhentian tetap Sdr. Dr. Ir. Muhamad Taufiq, S. H. ,MSc dari keanggotaan organisasi PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE.
Berdasarkan pertimbangan secara hukum dan praktik sebagaimana dijelaskan sebelumnya, PSHT menyampaikan sikapnya, sebagai berikut:
1. Memiliki tanggung jawab untuk melindungi ajaran, tradisi, aturan, dan kesatuan organisasi PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE dari pengaruh eksternal, termasuk dari kelompok Sdr. Dr. Ir. Muhamad Taufiq, S. H. ,MSc, yang dapat merusak kesatuan organisasi PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE.
2. Berdasarkan masukan dari anggota PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE, KAMI TIDAK INGIN ada nyawiji dengan Sdr. Dr. Ir. Muhamad Taufiq, S. H. ,MSc dan kelompoknya. Kami menyarankan Sdr. Dr. Ir. Muhamad Taufiq, S. H. ,MSc untuk mendirikan organisasi baru, karena menurut ajaran, tradisi, dan aturan kelompoknya sudah berbeda dengan PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE.
3. Jika kelompok Dr. Ir. Muhamad Taufiq, S. H. ,MSc ingin kembali bergabung dengan PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE secara pribadi, kami bisa mempertimbangkan selama memenuhi syarat yang ditetapkan oleh organisasi.

4. Selesainya Parapatan Luhur Tahun 2021 menandakan bahwa persoalan kepengurusan di PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE telah tuntas. Oleh karena itu, anggota yang telah keluar dan tidak mengindahkan aturan organisasi dapat mendirikan organisasi sendiri sesuai hukum yang berlaku.
Lihat Juga : https://youtube.com/@pendidikannasionaltv?si=7MptnqLVlhZi45vk
5. Berdasarkan pertimbangan di atas dan demi kepentingan bersama, kami mohon maaf tidak bisa menerima permohonan nyawiji. Kami percaya bahwa paksaan untuk nyawiji justru berpotensi menciptakan masalah bagi organisasi PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE di masa depan.
Untuk diketahui bahwa PSHT atau yang dikenal dengan sebutan SH Terate itu, mung siji ( cuma satu ) di Indonesia dan bahkan di dunia yaitu yang berpusat di Madiun, sehingga tidak ada PSHT yang lain lainya. Demikianlah tanggapan kami. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan rahmat dan petunjuk-Nya kepada kita semua.
( Tim JTI ).


Tegas, PSHT Hanya Satu ( Mung Siji) Berpusat di Madiun, Tidak Ada Kata Nyawiji ( Foto : Tim JTI ). 
